Beranda / Jadwal Terbaru Penyaluran Beras SPHP Juli 2025 dan Daerah Prioritasnya

Jadwal Terbaru Penyaluran Beras SPHP Juli 2025 dan Daerah Prioritasnya

Jadwal Terbaru Penyaluran Beras SPHP Juli 2025 dan Daerah Prioritasnya

Pemerintah resmi memulai penyaluran beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) pada Juli 2025. Program ini bertujuan menjaga kestabilan harga dan pasokan beras di pasar, terutama di wilayah yang mengalami lonjakan harga.

Dengan target distribusi mencapai 1,3 juta ton hingga akhir tahun, program SPHP menjadi langkah strategis pemerintah dalam mengendalikan inflasi pangan. Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan beras untuk keluarga rentan agar kebutuhan pokok tetap terpenuhi.

Apa Itu Program SPHP

Program SPHP adalah inisiatif pemerintah untuk menstabilkan pasokan dan harga pangan pokok, khususnya beras, melalui distribusi beras dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Program ini dilaksanakan oleh Perum Bulog dengan dukungan Badan Pangan Nasional dan pemerintah daerah.



Tujuan Program SPHP

  • Menekan fluktuasi harga beras di pasar

  • Menjaga ketersediaan beras selama masa panen dan non-panen

  • Membantu masyarakat mendapatkan beras dengan harga terjangkau

  • Menstabilkan inflasi pangan khususnya di daerah dengan harga tinggi

Selain itu, program ini juga memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah dinamika pasar global dan lokal.



Jadwal Penyaluran Beras SPHP Juli 2025

Penyaluran beras SPHP dimulai pada awal Juli 2025 dan akan berlangsung hingga Desember 2025. Pada periode Juli-Desember ini, pemerintah menargetkan distribusi sebanyak 1,3 juta ton beras ke berbagai daerah di Indonesia.

Tahapan Penyaluran Beras SPHP

  • Juli 2025: Penyaluran tahap awal dengan fokus daerah prioritas

  • Agustus – Desember 2025: Penyaluran berkelanjutan sesuai kebutuhan dan kondisi pasar




Daerah Prioritas Penyaluran SPHP Juli 2025

Pemerintah membagi wilayah distribusi ke dalam tiga zona utama. Pembagian ini didasarkan pada tingkat kerawanan pangan dan kenaikan harga beras di masing-masing daerah.

  • Zona I: Jawa, Bali, NTB, Lampung, Sumsel, Sulawesi

    Zona I merupakan prioritas utama. Sebagian besar distribusi beras SPHP dialokasikan ke wilayah ini, dengan total penyaluran mencapai 857.000 ton. Harga beras SPHP di zona ini ditetapkan sebesar Rp 12.500/kg.

  • Zona II: Sumatera Non-Lampung, Kalimantan, NTT

    • Zona II akan menerima alokasi sebesar 329.000 ton. Meskipun jumlahnya lebih kecil dari Zona I, pemerintah tetap memprioritaskan daerah dengan harga beras di atas rata-rata nasional.
    • Harga beras SPHP di wilayah ini disesuaikan menjadi Rp 13.100/kg.
  • Zona III: Maluku dan Papua

    Zona III dianggap sebagai wilayah paling terdampak oleh fluktuasi harga. Oleh karena itu, daerah ini mendapatkan jatah khusus sebanyak 131.000 ton. Harga SPHP di zona ini ditetapkan sebesar Rp 13.500/kg.




Peran Bulog, Bapanas, dan Pemda

Penyaluran beras SPHP Juli 2025 dilakukan melalui koordinasi lintas lembaga. Bulog bertugas sebagai pelaksana utama distribusi. Sementara itu, pemerintah daerah dan aparat desa turut mengawasi jalannya penyaluran agar tepat sasaran.

Selain itu, pengawasan juga dilakukan oleh TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) untuk memantau dampak harga di pasar lokal.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan