Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) kembali melakukan pembaruan data penerima bantuan sosial (bansos) pada penyaluran tahap 2 tahun 2026. Dalam proses pemutakhiran tersebut, belasan ribu penerima bantuan resmi dicoret dari daftar penerima. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk segera mengecek status bansos apakah masih terdaftar sebagai penerima atau tidak.
Pemutakhiran Data Bansos Kemensos 2026
Pemerintah secara rutin memperbarui data penerima bantuan sosial agar bantuan tepat sasaran. Proses ini dilakukan melalui pemutakhiran data kesejahteraan masyarakat yang menjadi acuan penyaluran bansos seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Seperti dilansir dari Kompas.com berdasarkan keterangan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar, sebanyak 11.014 orang resmi dicoret dari daftar penerima bansos triwulan II 2026. Pencoretan ini dilakukan setelah pemerintah menemukan adanya kesalahan data penerima atau yang disebut inclusion error.
Kesalahan tersebut terjadi ketika masyarakat yang sebenarnya sudah mampu secara ekonomi masih tercatat sebagai penerima bantuan sosial.
Alasan Ribuan Penerima Dicoret dari Daftar Bansos
Pemerintah melakukan evaluasi data penerima bansos secara berkala. Tujuannya agar bantuan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Beberapa alasan utama pencoretan penerima bansos antara lain:
- Kesalahan data penerima (inclusion error)
Kelompok masyarakat mampu masuk dalam daftar penerima bantuan. - Perubahan kondisi ekonomi keluarga
Penerima bansos dianggap sudah tidak lagi masuk kategori miskin atau rentan miskin. - Perbaikan sistem pendataan nasional
Data kesejahteraan masyarakat terus diperbarui berdasarkan kondisi terbaru.
Dalam proses evaluasi terbaru, sekitar 1.551 orang diketahui berada pada kelompok desil 5 hingga desil 10, yang berarti mereka sudah masuk kategori masyarakat dengan tingkat kesejahteraan lebih tinggi.
Cara Cek Status Penerima Bansos Kemensos
Bagi kamu yang ingin memastikan apakah masih terdaftar sebagai penerima bansos atau tidak, Kemensos menyediakan dua cara pengecekan yang mudah dilakukan secara online.
1. Cek Melalui Website Resmi Kemensos
Cara pertama adalah melalui situs resmi pengecekan bansos milik Kemensos.
Berikut langkah-langkahnya:
- Buka situs cekbansos.kemensos.go.id
- Masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai KTP
- Ketik kode verifikasi yang muncul di layar
- Klik tombol Cari Data
- Sistem akan menampilkan status penerima bansos
Dari hasil pencarian tersebut, kamu dapat mengetahui apakah terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau tidak. Selain itu, sistem juga menampilkan status desil kesejahteraan yang menggambarkan tingkat ekonomi keluarga.
2. Cek Melalui Aplikasi Cek Bansos
Selain melalui website, pengecekan juga dapat dilakukan melalui aplikasi resmi Kemensos.
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
- Unduh aplikasi Cek Bansos Kemensos di Play Store atau App Store
- Buka aplikasi dan pilih menu Cek Bansos
- Masukkan NIK sesuai KTP
- Data status penerima bansos akan muncul di layar
Dengan aplikasi ini, kamu bisa memeriksa status bansos secara cepat langsung melalui ponsel.
Apa Itu Desil dan Pengaruhnya terhadap Bansos
Desil adalah indikator yang digunakan pemerintah untuk mengelompokkan tingkat kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Penentuan desil biasanya mempertimbangkan beberapa faktor seperti:
- Pekerjaan kepala keluarga
- Tingkat pendidikan
- Kondisi tempat tinggal
- Daya listrik rumah
- Kepemilikan aset
Masyarakat yang berada di desil 1 hingga desil 4 umumnya menjadi prioritas penerima bantuan sosial. Sedangkan kelompok desil 5 hingga 10 biasanya dianggap sudah lebih sejahtera.
Jika seseorang tercatat dalam desil yang lebih tinggi, maka kemungkinan besar tidak lagi memenuhi syarat sebagai penerima bansos.
Penyaluran Bansos Mengacu pada DTSEN
Penyaluran bansos dari Kemensos saat ini mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Data ini menjadi basis utama pemerintah dalam menentukan siapa saja yang berhak menerima bantuan.
DTSEN bersifat dinamis dan terus diperbarui setiap tiga bulan sekali agar data penerima selalu sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat terbaru.
Pada triwulan II 2026, pemerintah menerima pembaruan data lebih cepat dibanding biasanya. Hal ini memungkinkan proses penyaluran bansos dilakukan lebih awal.
Jadwal Pencairan Bansos PKH dan BPNT 2026
Pemerintah menargetkan penyaluran bansos PKH dan BPNT tahap 2 tahun 2026 mulai dilakukan pada minggu ketiga bulan ini.
Jika tidak ada kendala dalam proses distribusi, bantuan sosial dipastikan:
- Mulai disalurkan pada minggu ketiga
- Paling lambat cair sebelum akhir bulan
Secara keseluruhan, sekitar 18 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan menerima bantuan melalui Bank Himbara dan PT Pos Indonesia
Cara Mengajukan Keberatan Jika Dicoret dari Bansos
Jika kamu merasa masih layak menerima bantuan namun statusnya dicoret, kamu bisa mengajukan keberatan melalui beberapa saluran resmi berikut:
- Melapor ke RT atau RW setempat
- Menghubungi operator desa atau kelurahan
- Datang ke Dinas Sosial daerah
- Menghubungi Command Center Kemensos 121
- Mengirim pesan ke WhatsApp Kemensos 08877171171
Laporan tersebut nantinya akan diverifikasi kembali oleh petugas untuk memastikan apakah data penerima perlu diperbarui.
Kesimpulan
Pembaruan data penerima bansos dilakukan pemerintah untuk memastikan bantuan sosial tepat sasaran. Pada tahap 2 tahun 2026, lebih dari 11 ribu penerima bansos dicoret karena dianggap tidak lagi memenuhi kriteria penerima bantuan.
Oleh karena itu, kamu disarankan untuk segera cek bansos Kemensos menggunakan NIK melalui website resmi atau aplikasi Cek Bansos. Jika ternyata tidak lagi terdaftar tetapi merasa masih layak menerima bantuan, kamu masih bisa mengajukan keberatan melalui jalur yang telah disediakan oleh pemerintah.
Sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2026/04/15/071500765/belasan-ribu-orang-dicoret-dari-bansos-kemensos-cek-status-anda-sekarang?page=all#page2

Komentar