Beranda / Bansos Harus Tepat Sasaran! Mensos Pantau Langsung Penyaluran di Puskesos Pontianak

Bansos Harus Tepat Sasaran! Mensos Pantau Langsung Penyaluran di Puskesos Pontianak

Bansos Harus Tepat Sasaran! Mensos Pantau Langsung Penyaluran di Puskesos Pontianak

Bansos Harus Tepat Sasaran! Mensos Pantau Langsung Penyaluran di Puskesos Pontianak. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab dipanggil Gus Ipul, menekankan pentingnya keakuratan data sosial ekonomi sebagai faktor utama agar program bantuan sosial dapat mencapai sasaran yang diinginkan. Salah satu langkah yang diambil dalam hal ini adalah melalui pusat kesejahteraan sosial (puskesos).

“Keakuratan data sangat dipengaruhi oleh pemutakhiran yang kita lakukan. Puskesos, kader sosial, pendamping sosial, petugas SLRT, serta RT/RW dan tokoh masyarakat menjadi garda terdepan dalam hal ini,” ungkap Gus Ipul saat mengunjungi puskesos bersama Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, di Kelurahan Sungai Jawi Luar, Kecamatan Pontianak Barat, pada hari Rabu.

Kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya konsolidasi data nasional, sebagai tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 yang berfokus pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Program ini bertujuan untuk menyatukan seluruh basis data sosial sehingga penyaluran bantuan bisa lebih terarah dan transparan.



Setibanya di lokasi sekitar pukul 08. 30 WIB, Gus Ipul disambut oleh pertunjukan tarian tradisional yang dibawakan oleh ibu-ibu kader posyandu. Suasana yang hangat terlihat saat ia menyapa 19 siswa PAUD PKK di Kelurahan Sungai Jawi Luar sebelum memeriksa kegiatan pelayanan sosial di lokasi tersebut.

Dalam sambutannya, Gus Ipul mengucapkan terima kasih kepada petugas lapangan yang memiliki peran utama dalam memastikan akurasi data. Ia menegaskan bahwa data yang valid akan berpengaruh langsung pada ketepatan dalam penyaluran bantuan sosial.

“Keakuratan data sangat bergantung pada kerja keras rekan-rekan di lapangan. Dengan dedikasi seperti ini, saya memberikan penghargaan yang tinggi. Data yang kita peroleh akan merefleksikan kondisi masyarakat yang sebenarnya,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa data sosial berubah secara dinamis, dengan adanya perubahan yang terjadi setiap harinya, seperti kelahiran, kematian, migrasi, atau pernikahan. “Oleh karena itu, kerjasama antara pusat dan daerah sangat penting untuk menjaga data tetap terkini,” tuturnya.

Puskesos, kata dia, berfungsi sebagai garda terdepan dalam konsolidasi data sosial. Lembaga ini menerima laporan dari masyarakat, melakukan verifikasi, serta menindaklanjuti usulan penerima bantuan.




Saat ini, terdapat 12 puskesos aktif di Kota Pontianak, termasuk Puskesos Sungai Jawi Luar yang sudah beroperasi sejak 2022 dengan empat petugas, terdiri dari dua staf kelurahan dan dua fasilitator.

Gus Ipul juga menekankan bahwa melalui DTSEN, pemerintah berupaya menghilangkan ego-sektoral antarinstansi agar semua lembaga bisa menggunakan satu sumber data terintegrasi yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

“Kita perlu bekerja sama ke depan, tidak lagi berjalan masing-masing dengan data yang berbeda. Mari kita gunakan satu data Indonesia,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mensos berbincang dengan sembilan penerima manfaat, di antaranya Rohima, warga Kelurahan Palima yang telah lulus dari status penerima bantuan dan kini menjalankan usaha keripik secara mandiri.

“Graduasi berarti sudah mandiri. Ini artinya, Ibu memberi kesempatan kepada orang lain yang masih membutuhkan,” ungkap Gus Ipul untuk memotivasi.

Ia juga menambahkan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, penerima manfaat tidak hanya diberikan perlindungan sosial, tetapi juga diberikan dorongan untuk mandiri melalui program pemberdayaan ekonomi.



Selain meninjau pendataan, Gus Ipul juga memastikan kesiapan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) sebesar Rp300 ribu per bulan selama tiga bulan (Oktober–Desember 2025). Bantuan ini merupakan bagian dari Program Perlindungan Sosial Tahun 2025 sebagai strategi stimulus ekonomi nasional.

“Penyaluran BLTS akan didasarkan pada data terbaru yang telah disetujui bersama BPS, mencakup desil 1 hingga desil 4. Ini bertujuan agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.

Program BLTS pada tahun ini direncanakan untuk menjangkau 35,04 juta keluarga yang mendapatkan manfaat (KPM). Dengan estimasi rata-rata empat orang dalam setiap keluarga, bantuan ini diperkirakan akan mencakup sekitar 140 juta orang di seluruh Indonesia.

 

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/5191657/mensos-pastikan-penyaluran-bansos-tepat-sasaran-di-puskesos-pontianak

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan