Memasuki Ramadan 2026, pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) menghadirkan skema bantuan sosial ganda untuk menjaga stabilitas ekonomi keluarga prasejahtera. Program ini menyasar penerima Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau Program Sembako.
Langkah ini diambil sebagai respons atas kenaikan harga kebutuhan pokok yang umumnya terjadi menjelang Idul Fitri.
BPNT Reguler Rp600.000 Dirapel Tiga Bulan
Pada tahap awal 2026, pemerintah mencairkan BPNT untuk tiga bulan sekaligus dengan total Rp600.000 per Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Dana tersebut disalurkan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang terhubung dengan bank-bank Himbara seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BSI.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengimbau agar bantuan digunakan secara bijak, terutama untuk memenuhi kebutuhan pangan bergizi, pendidikan anak, dan kesehatan keluarga.
Tambahan Stimulus Pangan Jelang Lebaran
Selain bantuan tunai, pemerintah juga menyalurkan paket pangan tambahan sebagai bentuk “penebalan” bansos Ramadan. Bantuan ini diberikan dalam bentuk fisik, bukan uang, dan meliputi:
- Beras premium 20 kilogram
- Minyak goreng kemasan 4 liter
Distribusi dilakukan langsung melalui kantor desa atau kelurahan, sehingga tidak masuk ke saldo KKS.
Kuota Penerima Diperluas
Salah satu hal yang menonjol pada penyaluran tahun ini adalah peningkatan jumlah penerima. Jika BPNT reguler menjangkau sekitar 18,2 juta KPM, maka bantuan stimulus pangan khusus Ramadan diperluas hingga 35 juta penerima di seluruh Indonesia.
Perluasan ini memberi kesempatan bagi masyarakat yang sebelumnya menerima BLT Kesra namun tidak terdaftar dalam BPNT reguler untuk tetap memperoleh bantuan beras dan minyak goreng.
Upaya Menjaga Ketahanan Pangan Keluarga
Melalui skema bansos ganda ini, pemerintah berharap daya beli dan asupan gizi keluarga prasejahtera tetap terjaga selama Ramadan hingga Idul Fitri. Bantuan tunai dan paket sembako diharapkan mampu meredam dampak inflasi harga pangan yang biasanya meningkat selama bulan puasa.
Program ini menjadi salah satu strategi perlindungan sosial agar masyarakat tetap dapat menjalani Ramadan dengan lebih tenang dan kebutuhan pokok tercukupi.
Kesimpulan
Program bansos ganda Ramadan 2026 menjadi langkah pemerintah untuk menjaga daya beli dan ketahanan pangan keluarga prasejahtera di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri.
Penerima BPNT tidak hanya memperoleh bantuan tunai Rp600.000 yang dirapel tiga bulan, tetapi juga tambahan paket pangan berupa beras 20 kg dan minyak goreng 4 liter.
Sumber
https://lombokpost.jawapos.com/nasional/1507226517/kpm-bpnt-terima-bansos-ganda-di-bulan-puasa-bantuan-rp-600-ribu-plus-sembako-20-kg?page=2




