Tenor Hingga 60 Bulan serta Cicilan Super Ringan! Cek Tabel KUR BRI 2025 Plafon Rp50 Juta, Bisa Mengajukan Secara Online
Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2025 bisa menjadi alternatif pilihan bagi Anda yang membutuhkan tambahan modal.
Dengan skema cicilan terjangkau dan prosesnya yang mudah, KUR BRI dinilai menjadi solusi bagi pertumbuhan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
KUR BRI 2025 sendiri menyediakan plafon pinjaman sebesar Rp50 juta, dengan pilihan tenor atau jangka waktu cicilan yang fleksibel hingga 60 bulan (5 tahun).
Bahkan, cicilan terendah untuk plafon tersebut hanya berkisar Rp966 ribuan per bulan, menjadikannya sangat bersahabat dengan kondisi keuangan UMKM.
Lalu, bagaimana rincian cicilan dengan tenor Rp50 juta dan cara pengajuan KUR BRI 2025? Simak informasi lengkapnya berikut ini.
Tabel KUR BRI 2025 Plafon Rp50 Juta
Baca Juga: Pencairan Bantuan Sosial KLJ Rp300 Ribu untuk Lansia Periode Juni 2025! Cek Sekarang Juga
Berikut adalah rincian lengkap tabel cicilan KUR BRI 2025 untuk plafon Rp50 juta.
- Tenor 12 Bulan: Rp4.303.321,49 per bulan
- Tenor 24 Bulan: Rp2.216.030,51 per bulan
- Tenor 36 Bulan: Rp1.521.096,87 per bulan
- Tenor 48 Bulan: Rp1.174.251,45 per bulan
- Tenor 60 Bulan: Rp966.640,08 per bulan
Syarat Pengajuan KUR BRI 2025
Agar dapat mengakses fasilitas KUR BRI, calon peminjam wajib memenuhi sejumlah persyaratan dasar. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi.
- Warga Negara Indonesia (WNI)
- Berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah
- Merupakan pelaku UMKM yang usahanya telah berjalan minimal 6 bulan
- Tidak sedang menerima kredit produktif dari bank lain (kecuali kredit konsumtif seperti KPR atau KKB)
- Tidak masuk dalam daftar hitam (blacklist) Bank Indonesia maupun lembaga keuangan lain
- Usaha yang dijalankan legal dan dapat dibuktikan secara administratif
Baca Juga: Simak Penjelasan Selengkapnya Disini! Berikut Perbedaan PPG Prajabatan dan Daljab
Dokumen yang Harus Disiapkan
Selain syarat umum, peminjam juga wajib melengkapi sejumlah dokumen administratif sebagai bagian dari proses verifikasi dan kelayakan pengajuan. Dokumen yang dibutuhkan yakni.
- Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku
- Kartu Keluarga (KK)
- Surat Keterangan Usaha (SKU) atau dokumen lain yang membuktikan keberadaan usaha
- Buku tabungan di bank (jika sudah memiliki)
- Sertifikat tanah, perjanjian sewa, atau dokumen legal usaha lainnya (jika diminta)
- Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), khusus untuk usaha skala lebih besar atau berbadan hukum
Cara Pengajuan KUR BRI 2025
BRI memberikan kemudahan bagi calon debitur untuk mengajukan KUR, baik secara online maupun offline, agar dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha di seluruh Indonesia.
1. Pengajuan Secara Online
- Buka situs kur.bri.co.id
- Pilih menu “Ajukan Pinjaman” dan masuk dengan akun email atau Google
- Lakukan verifikasi email untuk aktivasi akun
- Pilih “Ajukan Pinjaman KUR” dan setujui syarat dan ketentuan
- Isi data diri dan data usaha dengan lengkap dan benar
- Unggah dokumen seperti KTP, KK, dan SKU
- Pilih jumlah pinjaman dan tenor, lalu klik “Hitung Angsuran”
- Setelah semua data benar, klik “Ajukan Pinjaman”
- Tunggu proses verifikasi dan notifikasi persetujuan dari BRI
Baca Juga: Cek Daftar Lengkapnya! Ini Prediksi 10 Daerah yang Beri Gaji Pokok PPPK Paruh Waktu Terendah se-Indonesia
2. Pengajuan Secara Offline di Kantor Cabang BRI
Bagi yang kesulitan mengakses internet atau lebih nyaman berinteraksi langsung, pengajuan juga bisa dilakukan secara konvensional dengan langkah berikut.
- Kunjungi kantor cabang BRI terdekat
- Minta formulir pengajuan pinjaman KUR kepada petugas
- Lengkapi dan serahkan dokumen persyaratan
- Pihak BRI akan memverifikasi dokumen dan melakukan survei usaha
- Jika pengajuan disetujui, nasabah akan menerima informasi mengenai pencairan dana dan jadwal angsuran
Bagi Anda pelaku usaha, jangan lewatkan kesempatan untuk mengembangkan bisnis dengan dukungan kredit usaha rakyat yang ramah dan terjangkau ini.
Program KUR BRI 2025 menjadi solusi nyata bagi pelaku UMKM yang membutuhkan suntikan modal dengan bunga rendah dan skema cicilan ringan.

Komentar