Ketua BPH UMSU sekaligus Ketua panitia pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah 2027, Prof. Dr. Agussani, MAP bersama Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd terima kunjungan silaturahim Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPD PHRI) Sumatera Utara. Kunjungan dilakukan pada Senin (25/5) di Ruang VIP Jalan Muchtar Basri No.3 Medan.
Pada kesempatan ini, BPD PHRI Sumatera Utara pada kesempatan ini menyampaikan, siap mendukung perhelatan Muktammar Muhammadiyah dan Aisyiyah 2027 mulai dari sektor perhotelan, pendidikan, hingga pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata.
Ketua BPD PHRI Melkhy Maydiroy Waas menyampaikan bahwa Sumatera Utara, khususnya Kota Medan memiliki kapasitas akomodasi yang memadai untuk menyambut para peserta muktamar. Saat ini tersedia sekitar 10.000 kamar hotel, baik berbintang maupun nonberbintang.
Menurutnya, pelaksanaan muktamar tidak hanya menjadi ajang keagamaan dan organisasi, tetapi juga momentum besar untuk menggerakkan ekonomi kreatif daerah.
“Lebih baik ada event besar karena ada insight yang dapat dilaksanakan. Ini akan membentuk ekonomi kreatif yang lebih berkembang,” ujarnya.
Dia menambahkan, dipilihnya Sumatera Utara sebagai tuan rumah menjadi tantangan sekaligus kebahagiaan bagi daerah. Karena itu, pihaknya siap bekerja sama dan memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah 2027.
“Kami siap kerja sama dan siap membantu Muktamar Muhammadiyah-Aisyiyah 2027 ini,” katanya.
Sebelumnya, Ketua BPH sekaligus Ketua Panitia Muktmar Prof. Agussani, menjelaskan bahwa pelaksanaan muktamar akan dipusatkan di dua wilayah, yakni Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang. Pemerintah Kota Medan disebut telah memberikan dukungan penuh dengan membuka seluruh ruang dan fasilitas yang tersedia untuk dimanfaatkan selama kegiatan berlangsung.
“Pak Walikota menyampaikan seluruh space yang ada di Kota Medan harus dimanfaatkan,” ungkapnya.
Lokasi pembukaan Muktamar direncanakan digelar di Stadion Utama Sumatera Utara atau akan berlangsung di Stadion Teladan, Medan. Muktamar 2027 diperkirakan akan menghadirkan sekitar 700 ribu peserta.
“Muktamar sekali ini luar biasa dan perhatian Muhammadiyah, bahkan di luar Muhammadiyah, tertuju ke Medan dan Sumatera Utara,” ujarnya.
Kemudian, Rektor UMSU yang juga panitia Muktamar Prof. Dr. Akrim, M.Pd menyampaikan komitmennya untuk membangun kolaborasi jangka panjang, tidak hanya terkait pelaksanaan muktamar, tetapi juga pengembangan pendidikan dan tridharma perguruan tinggi.
Dia menawarkan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) sebagai bagian dari kerja sama yang dapat dikembangkan bersama Muhammadiyah.
“Kami melihat jangka pendeknya muktamar, tapi jangka panjangnya kolaborasi dalam bidang pendidikan dan tridharma perguruan tinggi,” katanya.
Selain itu, UMSU berharap muktamar dapat menjadi peluang pengembangan sektor pariwisata melalui penyediaan paket-paket wisata bagi peserta yang datang ke Sumatera Utara.
“Nantinya juga akan ada expo, dan kami tertarik dengan penawaran expo kopi,” ujarnya.
Ke depan, kerja sama tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) agar kolaborasi yang terbangun dapat berjalan secara berkelanjutan.
Turut hadir Sekretaris BPH Dr. Mutholib, M.M, Staff Ahli Prof. Dr. Muhammad Qorib, M.A, Dr. H. Mujahiddin, S.Sos,.M.SP, Dr. Muhammad Thariq, S.Sos., M.I.Kom hingga Kepala Biro di UMSU. Jajaran perhimpunan hotel yaitu General Manger Sarmad dan Sales Executives Hasan Basri Santika Dyandra Hotel Convention Medan.

Komentar