Penyebab dan Cara Mengatasi Gondongan pada Anak
Gondongan, atau yang dikenal dengan parotitis, merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus mumps. Penyakit ini kerap menyerang kelenjar parotis, kelenjar yang berfungsi memproduksi air liur, yang terletak di dekat telinga. Gondongan lebih sering dialami oleh anak-anak dan dapat menular dengan mudah, terutama di lingkungan ramai seperti sekolah. Di Kota Yogyakarta, misalnya, Dinas Kesehatan mencatat adanya peningkatan kasus gondongan pada anak usia sekolah dasar sejak Agustus hingga September 2024. Berikut penjelasan tentang penyebab gondongan dan cara mengatasinya.
Penyebab Gondongan
Gondongan disebabkan oleh virus mumps, yang merupakan bagian dari keluarga Paramyxoviridae. Virus ini dapat menyebar melalui percikan ludah (droplet) dari batuk, bersin, atau kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. Inilah sebabnya, gondongan sering mewabah di sekolah atau tempat berkumpul lainnya, di mana interaksi antarindividu terjadi secara intens.
Virus gondongan menyerang kelenjar parotis, yang kemudian menyebabkan pembengkakan pada bagian pipi atau rahang. Pembengkakan ini adalah ciri khas dari gondongan, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Selain pembengkakan, gondongan juga dapat menyebabkan demam, nyeri saat menelan, dan kelelahan.
Gejala Gondongan pada Anak
Gejala gondongan dapat bervariasi antara satu individu dengan individu lainnya, namun pada umumnya gondongan ditandai dengan:
-
Pembengkakan di satu atau kedua sisi wajah, dekat telinga.
-
Demam ringan hingga tinggi.
-
Nyeri saat mengunyah atau menelan.
-
Kelelahan dan lesu.
-
Nafsu makan yang berkurang.
Cara Mengatasi Gondongan
Meski gondongan merupakan penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya, ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk meredakan gejala dan mempercepat pemulihan anak. Berikut adalah cara-cara yang bisa dilakukan:
-
Istirahat yang Cukup
Ketika anak mengalami gondongan, sangat penting untuk memberikan waktu istirahat yang cukup. Aktivitas fisik yang berlebihan dapat memperburuk kondisi dan memperlambat pemulihan.
-
Kompres Dingin
Untuk mengurangi pembengkakan dan nyeri pada wajah, orang tua dapat mengompres area yang bengkak dengan air dingin. Ini dapat membantu mengurangi peradangan dan memberikan rasa nyaman pada anak.
-
Minum Banyak Cairan
Karena gondongan dapat menyebabkan penurunan nafsu makan dan minum, penting untuk memastikan anak tetap terhidrasi. Memberikan cairan dalam jumlah yang cukup dapat mencegah dehidrasi, terutama saat anak mengalami demam.
-
Pemberian Obat Pereda Nyeri
Jika anak mengalami demam atau nyeri yang hebat, orang tua dapat memberikan obat pereda nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen sesuai dosis yang dianjurkan. Ini akan membantu meredakan gejala dan membuat anak merasa lebih nyaman.
-
Vaksinasi MMR
Cara terbaik untuk mencegah gondongan adalah dengan memberikan vaksin MMR (Measles, Mumps, dan Rubella). Vaksin ini biasanya diberikan pada anak-anak sebagai bagian dari imunisasi rutin untuk melindungi mereka dari tiga penyakit sekaligus, termasuk gondongan.
Komplikasi yang Perlu Diwaspadai
Meskipun gondongan umumnya tidak berbahaya, pada beberapa kasus, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti orkitis (radang testis) pada pria atau ovaritis (radang ovarium) pada wanita. Selain itu, gondongan juga bisa memicu meningitis (radang selaput otak) atau bahkan gangguan pendengaran pada sebagian kecil kasus.
Jika anak mengalami gejala gondongan yang parah, seperti demam tinggi, nyeri hebat, atau sulit makan, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Pencegahan Penularan Gondongan di Sekolah
Penyebaran gondongan di lingkungan sekolah dapat dicegah dengan beberapa langkah pencegahan, antara lain:
-
Memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan, seperti mencuci tangan secara rutin dan menggunakan masker.
-
Meliburkan anak yang terinfeksi gondongan agar tidak menularkan penyakitnya ke teman-temannya.
-
Melakukan surveilans di sekolah untuk memantau gejala gondongan pada siswa.
-
Dengan upaya pencegahan yang tepat, diharapkan penyebaran gondongan, terutama di lingkungan sekolah, dapat diminimalisir.

Komentar