Beranda / Penanganan Pertama Bila Anak Kejang Saat Demam

Penanganan Pertama Bila Anak Kejang Saat Demam

Penanganan Pertama Bila Anak Kejang Saat Demam

Kejang demam merupakan penyebab paling umum kejang pada anak. Kondisi ini biasanya terjadi pada anak berusia antara 3 bulan hingga 5 tahun, namun paling sering terjadi pada anak berusia antara 1 hingga 1,5 tahun. Kondisi ini biasanya hanya berlangsung dalam waktu singkat, mulai dari beberapa detik hingga 5 menit. Penyebabnya sendiri biasanya bukanlah penyakit yang berbahaya. Meski tidak berbahaya, kondisi anak saat kejang bisa jadi menakutkan dan ditandai dengan mata melotot, kaku, gemetar hebat, dan lidah tergigit. Ketika orang tua melihat anaknya mengalami kondisi seperti ini, otomatis mereka panik dan kebingungan.

Penyebab pasti kondisi ini belum diketahui. Namun kejang demam selalu disertai dengan peningkatan suhu tubuh yang tajam dan keterlambatan adaptasi tubuh anak. Jika pengobatan yang tepat tidak segera diberikan, serangan tersebut berisiko mengalami kerusakan otak permanen bahkan kematian. Oleh karena itu, para orang tua disarankan untuk tetap tenang dan melakukan langkah-langkah pengobatan kejang demam berikut ini:




Table of Contents

Gejala Anak yang Mengalami Kejang

Jenis gejala kejang pada anak berbeda-beda tergantung penyebab yang mendasarinya. Namun, anak-anak memiliki beberapa gejala dan tanda umum kejang, antara lain:

  1. Kelopak mata berkedip atau menatap kosong

  2. Gerakan mata berputar secara acak

  3. Mengunyah atau mengecap di mulut

  4. Kekakuan tubuh dengan gerakan tangan atau kaki yang sulit atau menyentak, dan anak mungkin melakukannya tanpa alasan yang jelas.

  5. Pingsan atau kehilangan kesadaran secara mendadak

  6. Mengalami kesulitan untuk bernapas atau henti napas.

  7. Anak tidak bereaksi terhadap kebisingan atau sulit berkomunikasi dengan anak.




  8. Anak itu mengangguk secara ritmis.

Penanganan Pertama Bila Anak Kejang Saat Demam

Berikut penanganan yang dapat anda lakukan utama pada saat anak anda mengalami kejang akibat demam:

  1. Letakkan anak di lantai dan singkirkan benda apa pun di sekitarnya yang dapat menghalangi pergerakannya atau membahayakan dirinya.

  2. Baringkan anak dalam posisi miring untuk mencegah dia tercekik oleh air liurnya sendiri.

  3. Jika anak anda muntah, bilas mulutnya dengan hati-hati.

  4. Melonggarkan pakaian terutama di bagian leher dan kepala.

  5. Biarkan anak bernapas dengan tenang.

  6. Jangan dengan paksa mencoba menghentikan gerakan kejang anak anda, tindakan ini justru menyebabkan patah tulang.

  7. Jangan memasukkan apapun ke dalam mulut atau memaksa anak anda makan atau minum, karena dapat menghalangi saluran pernafasan

  8. Mencatat durasi kejang berlangsung.

  9. Biarkan anak anda beristirahat setelah kejang.




Meskipun sebagian besar kasus tidak berbahaya, Anda sebaiknya membawa anak ke rumah sakit terdekat dan menjelaskan perilaku anak selama kejang dan frekuensi kejang serta menjalani tes. Langkah-langkah ini akan membantu dokter mendiagnosis apakah penyakit yang Anda derita disertai dengan kejang umum atau merupakan akibat dari penyakit berbahaya seperti epilepsi, tumor otak, meningitis, atau ensefalitis.

Gejala yang Harus Diwaspadai

Gejala kejang pada anak berikut ini harus Anda waspadai:

  1. Kejang yang berlangsung lebih dari 5 menit.

  2. Anak Anda mengalami kejang berulang kali.

  3. Anak tidak sadar kembali setelah kejang.

  4. Anak mengalami kesulitan bernapas.

  5. Bibir, lidah, atau wajah anak Anda tampak biru, kondisi ini menandakan penyerapan oksigen tidak mencukupi.

  6. Kepala anak terbentur saat kejang.

  7. Anak terlihat sakit saat kejang.

  8. Seorang anak mengalami kejang di bawah air.

  9. Anak mengalami gejala berbahaya lainnya.




Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan