Beranda / Masyarakat Diminta Waspada, Marak Penipuan Mengatasnamakan Bansos November 2025

Masyarakat Diminta Waspada, Marak Penipuan Mengatasnamakan Bansos November 2025

Masyarakat Diminta Waspada, Marak Penipuan Mengatasnamakan Bansos November 2025

Menjelang pencairan Bantuan Sosial (Bansos) November 2025, masyarakat di berbagai daerah, termasuk Kota Medan, diimbau untuk lebih waspada terhadap maraknya modus penipuan yang mengatasnamakan program bantuan pemerintah.

Berbagai laporan menyebutkan, banyak warga menerima pesan singkat, tautan palsu, hingga panggilan telepon dari oknum yang mengklaim dapat membantu pencairan bansos dengan syarat tertentu.

Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) menegaskan bahwa seluruh proses pendataan, verifikasi, dan pencairan tidak pernah memungut biaya dan hanya dilakukan melalui kanal resmi pemerintah.

Warga diminta agar tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial atau grup pesan instan yang belum terbukti kebenarannya.



Modus Penipuan Bansos Semakin Canggih di Akhir Tahun

Menjelang akhir tahun, modus penipuan berkedok bansos semakin marak dengan berbagai bentuk. Salah satu yang paling sering ditemukan adalah pesan berantai di WhatsApp yang menginformasikan bahwa penerima bisa mencairkan bansos November 2025 melalui tautan tertentu.

Tautan tersebut biasanya mengarahkan korban ke situs palsu yang menyerupai laman resmi Kemensos.go.id atau aplikasi Cek Bansos.

Setelah itu, pelaku meminta korban mengisi data pribadi seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor rekening, bahkan foto KTP dan kartu keluarga.

Selain pesan daring, beberapa kasus juga melibatkan telepon langsung dari oknum tidak bertanggung jawab yang berpura-pura menjadi petugas dari Kemensos atau Bank Himbara.

Mereka menawarkan “bantuan percepatan pencairan bansos” dengan imbalan biaya administrasi.

Jika korban tertipu, pelaku dapat mencuri data pribadi maupun dana di rekening korban.



Kemensos Tegaskan: Semua Informasi Resmi Hanya dari Kanal Pemerintah

Untuk menghindari korban penipuan, Kementerian Sosial RI menegaskan bahwa semua informasi terkait bansos hanya disampaikan melalui saluran resmi.
Beberapa kanal terpercaya antara lain:

  • Situs resmi: https://kemensos.go.id
  • Aplikasi “Cek Bansos” yang dapat diunduh di Play Store dan App Store
  • Akun media sosial resmi Kemensos RI yang sudah terverifikasi

Kemensos juga menekankan bahwa tidak ada biaya pendaftaran, verifikasi, maupun pencairan bansos.

Semua proses dilakukan secara otomatis melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang telah diperbarui oleh pemerintah daerah.



Cara Aman Mengecek Status Bansos November 2025

Warga yang ingin memastikan apakah namanya terdaftar sebagai penerima bansos dapat melakukan pengecekan mandiri melalui aplikasi resmi Kemensos dengan langkah berikut:

  • Unduh aplikasi “Cek Bansos” dari Play Store atau App Store.
  • Buat akun menggunakan NIK dan data sesuai KTP.
  • Login dan pilih menu “Cek Penerima Bansos”.
  • Isi kolom wilayah tempat tinggal hingga tingkat kelurahan.
  • Ketik nama lengkap sesuai KTP, lalu klik “Cari Data”.

Hasil pencarian akan menampilkan informasi lengkap apakah nama pengguna termasuk penerima bantuan PKH, BPNT, atau BLT untuk periode November 2025.

Dengan cara ini, masyarakat tidak perlu mengandalkan tautan mencurigakan yang berpotensi menipu.



Warga Diminta Bijak Mengelola Informasi

Di tengah maraknya hoaks, masyarakat diimbau untuk bijak dalam membagikan informasi.

Jangan langsung meneruskan pesan berantai tanpa memeriksa kebenarannya.

Setiap tautan yang tidak berasal dari domain resmi kemensos.go.id sebaiknya diabaikan.

Masyarakat juga perlu memahami bahwa pemerintah tidak pernah memberikan bantuan sosial melalui link pribadi, pesan WhatsApp, atau akun media sosial tidak resmi.

Bila ragu, sebaiknya langsung mengecek melalui aplikasi resmi atau mendatangi kantor kelurahan.



Kesimpulan

Menjelang pencairan Bansos November 2025, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan yang mengatasnamakan Kemensos.

Modusnya semakin bervariasi, mulai dari tautan palsu, pesan berantai, hingga panggilan telepon yang menawarkan bantuan palsu.

Langkah terbaik adalah selalu memeriksa informasi melalui kanal resmi pemerintah dan tidak membagikan data pribadi kepada pihak tak dikenal.

Dengan kewaspadaan dan literasi digital yang baik, masyarakat dapat terhindar dari penipuan serta memastikan bantuan sosial benar-benar diterima oleh yang berhak.

Sumber: https://banyumasekspres.id/akun-palsu-cek-bansos-marak-di-medsos-simak-tips-aman-dari-kemensos/

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan