Beranda / Gejala dan Pertolongan Pertama Penyakit Demam Berdarah

Gejala dan Pertolongan Pertama Penyakit Demam Berdarah

Gejala dan Pertolongan Pertama Penyakit Demam Berdarah

Demam berdarah dengue (DBD) termasuk penyakit musiman yang sering terjadi di Indonesia. Demam berdarah merupakan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk yang terjadi di daerah tropis dan subtropis di seluruh dunia. Demam berdarah disebabkan oleh gigitan nyamuk betina, Aedes aegypti dan Aedes aegypti. Nyamuk ini dapat tertular virus dengue jika menghisap darah seseorang yang menderita viremia (kondisi dimana virus masuk ke dalam aliran darah).

Begitu masuk ke dalam tubuh nyamuk, virus demam berdarah tidak langsung aktif, melainkan bertahan selama 12 hari. Proses ini disebut masa inkubasi. Setelah masa inkubasi, virus menjadi aktif. Demam berdarah dapat ditularkan dari nyamuk ke manusia ketika nyamuk pembawa virus tersebut menggigit seseorang. Gejala penyakit ini biasanya muncul setelah masa inkubasi, atau sekitar 4 hingga 15 hari setelah digigit nyamuk pembawa virus demam berdarah.

Gejala umum demam berdarah antara lain demam tinggi dan gejala mirip flu. Tanda dan gejala demam berdarah dengue pada awalnya umumnya menyerupai infeksi virus, namun bisa menjadi lebih parah dan menimbulkan gejala lain yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari penderita. Pertolongan pertama pada demam berdarah penting dilakukan untuk mencegah penyakitnya semakin parah. Selain itu, langkah tambahan ini mempercepat proses penyembuhan demam berdarah dan memungkinkan pemulihan yang cepat.



Gejala Penyakit Demam Berdarah

Berikut ini adalah gejala-gejala penyakit demam berdarah:

  • Fase Demam Dengue

    Sebelum masuk pada fase DBD, seseorang yang telah terinfeksi virus dengue akan mengalami demam tinggi secara mendadak hingga mencapai suhu di atas 38 derajat celsius. Fase inilah yang disebut sebagai demam dengue. Demam yang berlangsung pada 1–2 hari pertama dan turun pada hari ke-3. Akan tetapi, perlu untuk diwaspadai bahwa hari ke-3 hingga hari ke-5 saat demam sedang turun, justru merupakan masa kritis, di mana mungkin terjadi kebocoran cairan dari pembuluh darah yang disertai penurunan nilai trombosit sehingga memerlukan tindakan terapi cairan dan perlu dilakukannya observasi ketat.

  • Fase DBD

    Gejala DBD umumnya akan muncul mulai empat hingga 10 hari setelah mendapat gigitan nyamuk. Penyakit ini menyebabkan demam tinggi hingga 40 derajat Celcius dan beberapa gejala lainnya, yakni:

    • Sakit kepala.

    • Nyeri otot, tulang atau sendi.

    • Mual disertai muntah.

    • Sakit di belakang mata

    • Terjadi pembengkakan pada kelenjar.

    • Timbul ruam.



    • Lemas dan gelisah hingga penurunan kesadaran.

    • Hipotensi (tekanan darah rendah atau semakin turun).

    • Kedua tangan dan kaki terasa dingin.

    • Nyeri perut hebat.

    • Muntah darah atau feses hitam.

    • Kesulitan bernapas.

    • Hasil laboratorium menunjukkan peningkatan hematokrit atau hemokonsentrasi lebih dari 20% dari nilai awal, bersamaan dengan penurunan jumlah trombosit yang cepat di bawah 100.000 per mikroliter.

Perlu diketahui bahwa penyakit DBD merupakan salah satu keadaan darurat medis yang mengancam jiwa, sehingga cara untuk mengobati demam berdarah dengue ini perlu dilakukan segera. Karena itu, penting untuk mencegah kondisi ini dari awal dengan berbagai langkah, termasuk dengan melakukan vaksin DBD.

Pertolongan Pertama Demam Berdarah

Berikut ini adalah pertolongan pertama demam berdarah:

  1. Banyak Istirahat (Bed Rest)

    Selama menderita sakit demam berdarah, pastikan penderita banyak istirahat agar kondisi kesehatannya cepat membaik. Selain itu, Anda juga perlu menjaga suasana kamar tidur agar tetap nyaman, misalnya dengan memastikan suhu kamarnya tidak terlalu dingin atau panas.



  2. Beri Kompres Hangat

    Pertolongan lainnya demam berdarah pada adalah memberi kompres hangat, baik di dahi, ketiak, lipatan siku, maupun selangkangan. Langkah ini baik dilakukan untuk menurunkan demam tinggi.

  3. Mandi dengan Air Hangat

    Selama menderita sakit DBD, beberapa orang mungkin ragu untuk mandi, tetapi sebenarnya ini tetap perlu dilakukan agar kebersihan kulitnya penderita tetap terjaga. Mandilah dengan air hangat, karena juga bisa menurunkan demam pada anak selama sakit DBD.

  4. Memerlukan Banyak Cairan

    Penyakit DBD dapat meningkatkan risiko penderita akan mengalami dehidrasi, karena beberapa gejalanya seperti diare dan muntah-muntah. Karena itu, berikanlah banyak cairan, misalnya air putih dan sup hangat, untuk mencegah dehidrasi.

  5. Memberi Obat

    Anda juga dapat memberikan obat pereda nyeri, contohnya paracetamol. Obat ini digunakan untuk mengatasi demam, sakit kepala, hingga nyeri. Hindari memberikan aspirin atau ibuprofen kepada penderita karena berisiko menyebabkan perdarahan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan