Beranda / Digitalisasi Bansos: 70% Peserta Masih Jalani Pendampingan dari Kemensos

Digitalisasi Bansos: 70% Peserta Masih Jalani Pendampingan dari Kemensos

Digitalisasi Bansos: 70% Peserta Masih Jalani Pendampingan dari Kemensos

Digitalisasi Bansos: 70% Peserta Masih Jalani Pendampingan dari Kemensos. Kementerian Sosial mengungkapkan bahwa kurang lebih 70 persen dari peserta yang mengikuti uji coba digitalisasi distribusi bantuan sosial (bansos) di Banyuwangi, Jawa Timur, masih memerlukan dukungan dari petugas lapangan untuk mengakses aplikasi.

Menteri Sosial Syaifullah Yusuf menyatakan di Jakarta pada hari Jumat bahwa kurangnya kemampuan dalam literasi digital merupakan salah satu masalah utama, sehingga kehadiran anggota pendamping dari kementerian, staf dinas sosial daerah, dan kader desa masih sangat dibutuhkan.

“Telah lebih dari 250 ribu orang melakukan pendaftaran, tetapi lebih dari 70 persen masih mendapatkan bantuan dari agen. Ini menunjukkan bahwa mereka belum terbiasa beroperasi dengan smartphone secara mandiri,” katanya.




Digitalisasi bansos adalah inisiatif pemerintah yang dikoordinasikan oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN) bersama dengan berbagai kementerian, termasuk Kementerian Sosial, untuk memastikan agar penyaluran bantuan sosial lebih tepat sasaran.

Dilansir oleh Antaranews.com, Syaifullah menjelaskan bahwa program ini menggunakan aplikasi yang memiliki teknologi biometrik yang memastikan keamanan dan akurasi, setelah data identitas dimasukkan, sistem akan menampilkan informasi kependudukan yang terkait dengan database Nasional.

Selain itu, aplikasi biometrik ini juga mengintegrasikan berbagai data dari pemerintah, seperti data kependudukan, catatan sipil, BPJS, hingga Badan Pertanahan Nasional (BPN), sehingga penerima yang tidak memenuhi syarat akan ditolak secara otomatis.



“Seluruh data yang ada sudah lengkap,” ucapnya.

Menteri Sosial merasa optimistis bahwa jika data penerima bansos semakin tepat, maka intervensi sosial akan lebih akurat, sehingga setiap tahunnya dapat terukur berapa banyak keluarga miskin yang berhasil ditingkatkan statusnya.

Ia menilai hal ini sangat penting terutama di Banyuwangi, yang menurut data BPS memiliki tingkat kemiskinan sebesar 6,59 persen, yang sedikit di bawah angka nasional yang mencapai 8,57 persen, pada tahun 2024.

Apabila uji coba di Banyuwangi berhasil, dia mengatakan bahwa digitalisasi bansos akan diperluas secara bertahap ke tingkat kabupaten, provinsi, hingga ke tingkat nasional, dan berdasarkan estimasi bersama Dewan Ekonomi Nasional, potensi penghematan anggaran negara bisa mencapai Rp14 triliun setiap tahunnya.




Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5152121/kemensos-70-persen-peserta-digitalisasi-bansos-dalam-pendampingan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan