Cacar Monyet (Monkeypox): Gejala dan Cara Mengatasinya
Cacar monyet atau monkeypox (Mpox) adalah infeksi virus yang ditandai oleh timbulnya bintil bernanah pada kulit. Penyakit ini dapat menular dari satu individu ke individu lainnya, tetapi sumber utamanya adalah hewan pengerat dan primata, seperti tikus, monyet, atau tupai yang terinfeksi.
Gejala cacar monyet mirip dengan cacar biasa, tetapi biasanya lebih ringan. Setelah terpapar virus mpox, gejalanya biasanya muncul dalam rentang waktu 6 hingga 13 hari, meskipun bisa terjadi antara 5 hingga 21 hari.
Gejala awal cacar monyet termasuk:
-
Demam, yang merupakan gejala pertama.
-
Sakit kepala.
-
Nyeri otot.
-
Nyeri punggung.
-
Kelelahan.
-
Menggigil.
-
Pembengkakan kelenjar getah bening, yang juga dikenal sebagai limfadenopati.
Setelah demam, ruam biasanya akan muncul 1 hingga 3 hari kemudian. Ruam ini dapat terjadi di beberapa bagian tubuh, termasuk wajah, telapak tangan, telapak kaki, mulut, alat kelamin, mata (termasuk konjungtiva dan kornea). Ruam ini dapat muncul sebelum atau setelah demam dan disertai dengan gejala yang mirip flu.
Ruam yang terkait dengan mpox mengalami perkembangan dalam urutan berikut:
-
Makula, yaitu lesi datar yang berubah warna.
-
Papula, yaitu lesi yang sedikit terangkat.
-
Vesikel, yaitu benjolan dengan cairan bening.
-
Pustula, yaitu benjolan dengan cairan kekuningan.
-
Keropeng.
-
Setelah lesi mengering dan keropeng, ruam akan mengelupas.
Gejala cacar monyet ini biasanya berlangsung selama 2 hingga 4 minggu dan dapat sembuh tanpa pengobatan khusus.
Cacar monyet dapat dicegah melalui vaksinasi. Vaksin yang digunakan untuk cacar juga dapat memberikan perlindungan terhadap cacar monyet. Vaksin ini umumnya direkomendasikan untuk individu yang telah terpapar virus mpox atau berisiko tinggi terkena penyakit ini.
Orang-orang yang memiliki risiko tinggi terpapar Mpox meliputi:
-
Individu yang telah melakukan kontak dekat dengan penderita Mpox.
-
Individu yang telah berhubungan seks dalam dua minggu terakhir dengan penderita Mpox.
-
Individu yang terlibat dalam hubungan seksual di tempat-tempat seperti klub, pemandian, atau tempat komersial lainnya dalam enam bulan terakhir.
-
Individu yang berpartisipasi dalam acara atau lokasi di mana Mpox menyebar.
-
Pasangan seks dari individu yang berada dalam salah satu situasi di atas.
Individu dengan risiko harus divaksinasi sebelum terpapar atau segera setelah terpapar virus Mpox. Selain vaksinasi, tindakan pencegahan lain untuk menghindari penyebaran Mpox mencakup menghindari kontak dengan hewan yang terinfeksi (terutama yang sakit atau mati), memasak makanan yang mengandung daging hewani secara menyeluruh, mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan air, menghindari kontak dengan individu yang mungkin terinfeksi, mempraktikkan seks yang aman dengan menggunakan kondom, menggunakan masker saat berada di sekitar orang lain, membersihkan dan mendisinfeksi permukaan yang sering disentuh, dan mengenakan alat pelindung diri (APD) saat merawat individu yang terinfeksi virus cacar monyet.

Komentar