Beranda / Bukan Hanya Masa Kerja, Ini 7 Nilai Penentu PPPK Paruh Waktu

Bukan Hanya Masa Kerja, Ini 7 Nilai Penentu PPPK Paruh Waktu

Bukan Hanya Masa Kerja, Ini 7 Nilai Penentu PPPK Paruh Waktu

Bagi tenaga honorer, lolos PPPK paruh waktu adalah impian besar yang dapat meningkatkan status dan kesejahteraan. Namun, pemerintah menegaskan bahwa keberhasilan lolos seleksi tidak hanya ditentukan oleh lamanya masa kerja.




Ada tujuh nilai inti yang menjadi indikator penting penilaian, merujuk pada core values ASN yang diatur Kementerian PANRB. Nilai-nilai ini dinilai langsung dari perilaku, etos kerja, hingga cara berinteraksi di lingkungan tugas.

Tujuh Nilai Penentu Seleksi PPPK Paruh Waktu

1. Berorientasi Pelayanan

Calon PPPK harus mampu memberikan pelayanan cepat, tepat, dan ramah. Contohnya, petugas administrasi di kelurahan yang melayani warga membuat KTP dengan sopan, menjelaskan prosedur dengan bahasa sederhana, dan tidak mempersulit proses.

2. Akuntabel

Integritas menjadi pondasi utama. Misalnya, seorang petugas kebersihan sekolah melaporkan penggunaan dana operasional dengan bukti kwitansi yang jelas dan sesuai aturan, tanpa manipulasi.


3. Kompeten

Kemampuan teknis yang memadai sangat diperlukan. Contoh, guru honorer yang aktif mengikuti pelatihan daring untuk meningkatkan metode pengajaran sehingga hasil belajar siswa meningkat.

4. Harmonis

Menjaga hubungan kerja yang baik sangat penting. Misalnya, tenaga administrasi yang membantu rekan kerja menyelesaikan tugas saat beban pekerjaan tinggi, tanpa mengeluh atau membuat konflik.

5. Loyal

Kesetiaan terlihat dari kesediaan melaksanakan tugas di luar jam kerja demi kepentingan instansi. Contohnya, petugas kesehatan yang tetap melayani warga meskipun jam kerja telah berakhir karena ada pasien darurat.

6. Adaptif

Perubahan teknologi dan kebijakan menuntut pegawai cepat beradaptasi. Misalnya, pegawai honorer yang sebelumnya mencatat manual, mau belajar dan menguasai aplikasi baru untuk mempercepat pelayanan.



7. Kolaboratif

Kemampuan bekerja sama lintas tim adalah kunci keberhasilan. Contohnya, staf kantor kecamatan yang berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan dinas kependudukan saat menggelar pelayanan administrasi keliling.

Penerapan Nilai dalam Penilaian Kinerja

Kementerian PANRB menegaskan bahwa penerapan tujuh nilai ini bukan sekadar formalitas. Evaluasi dilakukan melalui rekam jejak, penilaian kinerja, hingga observasi langsung. Pegawai yang hanya mengandalkan masa kerja tanpa menunjukkan nilai-nilai ini akan kesulitan lolos seleksi.

Honorer yang ingin memperbesar peluang disarankan mulai menerapkan nilai-nilai tersebut setiap hari. Dengan begitu, mereka tidak hanya memenuhi syarat administrasi, tetapi juga diakui layak secara moral dan profesional untuk diangkat menjadi PPPK paruh waktu.

Author : Hadhara Rizka

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan