BLT Diperluas! Prabowo Targetkan 35 Juta KPM Dapat Bantuan, Mulai Cair Pekan Depan
Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto akan memperluas jangkauan Bantuan Langsung Tunai (BLT) secara signifikan. Program perlindungan sosial ini akan menjangkau 35.046.783 keluarga penerima manfaat (KPM) atau nyaris dua kali lipat dibandingkan periode sebelumnya.
Langkah ini disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (17/10). “Kami hitung, perluasan ini akan mencakup sekitar 142 juta orang, jika satu keluarga diasumsikan terdiri dari empat anggota,” ujar Airlangga.
Pemerintah Perkuat Jaring Pengaman Sosial
Airlangga menjelaskan, perluasan penerima BLT ini dilakukan sebagai bagian dari strategi pemerintah memperkuat jaring pengaman sosial nasional, sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi dan inflasi global.
Program tambahan ini juga diambil dari basis data sosial ekonomi nasional (Sensus Sosial Ekonomi), dengan fokus pada kelompok desil 1 hingga 4, yakni masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah bawah.
“Penyaluran BLT tambahan ini berbeda dari program reguler Kementerian Sosial yang selama ini menjangkau sekitar 20,88 juta KPM,” jelas Airlangga.
Menurutnya, distribusi bantuan akan dilakukan melalui dua mekanisme utama: sekitar 18,3 juta KPM akan menerima bantuan langsung minggu depan, sedangkan 17,2 juta KPM lainnya akan disalurkan melalui PT Pos Indonesia mulai Senin mendatang.
Penyaluran Melalui Himbara
Pemerintah menggandeng bank-bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) untuk mempercepat proses pencairan. Dengan sistem ini, masyarakat diharapkan bisa menerima bantuan secara lebih cepat, tepat sasaran, dan transparan.
Airlangga menambahkan, kebijakan ini juga menjadi bagian dari program stimulus ekonomi keempat yang digulirkan pemerintahan Prabowo. Fokusnya adalah membantu masyarakat rentan agar tetap bertahan menghadapi dinamika harga pangan dan kebutuhan pokok.
“Kami ingin BLT ini tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tapi juga berperan sebagai penopang stabilitas ekonomi dan sosial di tengah masa transisi pemerintahan,” tegas Airlangga.
Tantangan Penyaluran
Meski program ini disambut positif, Airlangga mengakui masih ada tantangan dalam pendataan dan kesiapan administrasi di beberapa daerah. Pemerintah, kata dia, terus memperbaiki sistem agar penyaluran bisa berjalan tepat waktu.
Dengan perluasan hingga 35 juta penerima, pemerintah berharap bantuan ini dapat menjadi penahan gejolak ekonomi rumah tangga dan mempercepat pemulihan kesejahteraan masyarakat lapisan bawah.

Komentar