Apa Itu Membran Sel dan Apa Fungsinya?
Apa Itu Membran Sel?
Membran sel, juga dikenal sebagai membran plasma, adalah selaput tipis yang mengelilingi setiap sel. Dikutip dari buku Struktur dan Fungsi Sel oleh Dadan Rosana, membran sel memiliki ketebalan sekitar 7,5 hingga 10 nanometer dan memainkan peran penting dalam fungsi biologis tubuh. Membran sel memiliki sifat selektif yang memungkinkan penyaringan bahan-bahan yang melintas di dalam tubuh, menjaga keseimbangan kadar ion antara bagian dalam dan luar sel. Bahan-bahan yang dibutuhkan oleh tubuh dapat masuk, sementara bahan yang tidak dibutuhkan dihalangi, sehingga membran sel berfungsi sebagai pengatur pintu masuk dan keluar bagi berbagai molekul.
Struktur Membran Sel
Mengutip Adelina Simamora dalam modul biologi sel berjudul Struktur dan Fungsi Membran Sel, membran tersusun dari molekul-molekul kompleks seperti fosfolipid, protein, dan karbohidrat, dengan komposisi yang bervariasi tergantung pada jenis sel. Secara umum, perbandingan komponen membran sel adalah 40% lipid, 60% protein, dan 10% karbohidrat. Lipid yang membentuk membran sel mencakup fosfolipid, glikosfingolipid, dan sterol, yang berfungsi mengatur pergerakan zat-zat melintasi membran.
Fungsi Membran Sel Bagi Tubuh
Membran sel memiliki berbagai fungsi penting, antara lain:
-
Pelindung Sel
Membran sel melindungi sel dari berbagai ancaman seperti virus dan bakteri. Membran ini juga membentuk kompartemen yang menjaga seluruh bagian sel agar tidak terkontaminasi oleh zat-zat luar. Dengan demikian, kebutuhan sel dapat terjaga, dan komponen di dalamnya tidak akan berkurang kecuali zat-zat yang tidak diperlukan yang akan dikeluarkan oleh membran.
-
Perantara Zat
Membran sel memiliki sifat permeabel selektif yang membatasi gerak zat terlarut. Fungsi ini menjadikan membran sel sebagai tempat pertukaran dan pengangkutan zat, baik ke dalam maupun keluar sel. Selain itu, membran sel juga berfungsi sebagai media penghantar sinyal kimia atau energi antar bagian sel.
-
Interaksi atau Komunikasi Sel
Membran sel memungkinkan komunikasi antara satu sel dengan sel lainnya. Di dalam membran terdapat reseptor protein yang mendukung struktur sel, mengirim dan menerima sinyal penting, serta mengidentifikasi jenis sel. Setiap membran sel memiliki jenis reseptor yang berbeda, yang dapat berinteraksi dengan molekul lain sesuai kebutuhan.
-
Penyedia Enzim
Membran sel mengandung sistem enzim seperti Adenilat siklase yang mengubah ATP (adenosine triphosphate) menjadi cAMP (cyclic Adenosine Monophosphate). Peningkatan cAMP dapat mempengaruhi respons sel, termasuk perubahan permeabilitas membran, aktivitas sistem enzim, dan sintesis protein.
-
Mengatur Pertumbuhan Sel
Membran sel mengatur pertumbuhan sel melalui keseimbangan antara endositosis (proses masuknya molekul ke dalam sel) dan eksositosis (proses keluarnya molekul dari sel). Proses ini melibatkan perpindahan lipid dan protein dalam membran sel.
Komponen Membran Sel
Komponen utama membran sel adalah lipid dan protein, dengan lipid sebagai pembentuk utama. Berikut adalah komponen utama membran sel:
-
Fosfolipid
Fosfolipid adalah salah satu pembentuk membran sel, terdiri dari fosfogliserida yang merupakan turunan dari alkohol dan fosfatidat. Membran sel memiliki dua lapisan fosfolipid: kepala hidrofilik dan ekor hidrofobik. Fosfolipid berfungsi membentuk selaput pembungkus saraf, mengurangi kolesterol dalam sel, dan menguraikan lemak.
-
Glikosfingolipid
Juga dikenal sebagai glikolipid, struktur lipid ini mengandung gugus gula seperti galaktosil, glukosil-seramida, dan gangliosida. Glikosfingolipid banyak ditemukan pada permukaan membran sel dan berfungsi sebagai media interaksi sel dengan lingkungan sekitarnya.
-
Kolesterol
Kolesterol, sterol dominan dalam membran sel, terutama ditemukan pada mamalia dan terletak di antara fosfolipid. Fungsinya adalah menjaga kelenturan membran, membentuk dan memelihara struktur sel, serta membantu sel beradaptasi dengan perubahan suhu.
-
Protein
Menurut I Dewa Ayu Susilawati dan rekan-rekan dalam modul Struktur Tubuh Manusia, fungsi membran sel juga dipengaruhi oleh protein meskipun lipid adalah komponen utama. Jumlah protein dalam membran bervariasi tergantung jenis sel. Pada beberapa jenis membran, protein bisa menyusun hingga 50% dari massa membran, dan protein-protein yang menjorok keluar sering kali diselimuti oleh karbohidrat.
-
Sifat Membran Sel
Membran sel memiliki sifat yang disesuaikan dengan fungsinya dalam organisme, antara lain:
-
Semi Permeabel (Selektif Permeabel)
Membran sel dengan sifat semi permeabel hanya dapat dilalui oleh air dan zat-zat tertentu seperti glukosa, asam amino, gliserol, dan ion. Fungsinya untuk memisahkan larutan ionik di dalam sel (intracellular fluid) dan luar sel (extracellular fluid).
-
Permeabel
Membran permeabel dapat dilalui oleh semua zat, baik padat maupun cair, tanpa selektivitas.
-
Impermeabel
Membran impermeabel tidak bisa dilewati oleh zat cair atau padat. Hanya molekul halus seperti glukosa, asam amino, asam lemak, gliserol, dan ion yang dapat melewatinya.
Membran sel adalah komponen penting yang memastikan sel berfungsi dengan baik dan terlindungi dari berbagai ancaman eksternal, sekaligus menjaga komunikasi dan keseimbangan dalam tubuh. Dengan fungsinya yang kompleks dan esensial, membran sel memainkan peran vital dalam kehidupan organisme.



