Beranda / Apa Itu Hewan Ovipar? Berikut Pengertian dan Contohnya

Apa Itu Hewan Ovipar? Berikut Pengertian dan Contohnya

Apa Itu Hewan Ovipar? Berikut Pengertian dan Contohnya

Perkembangbiakan adalah salah satu aspek penting dalam kehidupan makhluk hidup, termasuk hewan. Ada berbagai cara hewan berkembang biak, salah satunya adalah ovipar. Dalam artikel ini, kita akan membahas apa itu hewan ovipar, pengertiannya, ciri-ciri, dan contoh-contohnya.

Pengertian Hewan Ovipar

Ovipar berasal dari kata “ovum” yang berarti telur. Hewan ovipar adalah hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur. Pada hewan ovipar, pembuahan terjadi secara internal, tetapi perkembangan embrionya terjadi di luar tubuh induk. Setelah pembuahan, induk betina akan mengeluarkan telur yang kemudian akan dierami atau dibiarkan hingga menetas.




Ciri-ciri Hewan Ovipar

Hewan ovipar memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari hewan dengan cara berkembang biak lainnya, yaitu:

  1. Tidak Memiliki Daun Telinga: Sebagian besar hewan ovipar tidak memiliki daun telinga.

  2. Tidak Memiliki Kelenjar Susu: Hewan ovipar tidak menyusui anaknya karena mereka tidak memiliki kelenjar susu.

  3. Bertelur: Proses berkembang biak dilakukan dengan mengeluarkan telur yang akan menetas menjadi individu baru.

  4. Telur Dierami atau Dibiarkan: Telur dapat dierami oleh induknya atau dibiarkan di tempat yang aman hingga menetas.

Manfaat Perkembangbiakan Ovipar

Perkembangbiakan secara ovipar memiliki beberapa manfaat bagi embrio dan induknya:

  1. Perlindungan Cangkang: Telur yang dilindungi oleh cangkang memberikan perlindungan dari lingkungan eksternal, seperti suhu yang ekstrem atau predator.

  2. Nutrisi dari Telur Kuning: Embrio mendapatkan nutrisi dari kuning telur selama perkembangan.

  3. Mobilitas Induk: Induk dapat bergerak bebas setelah bertelur tanpa harus membawa embrio dalam tubuhnya.




Contoh Hewan Ovipar

Hewan ovipar dapat ditemukan dalam berbagai kelompok, termasuk unggas, reptil, amfibi, dan ikan. Berikut adalah beberapa contoh hewan ovipar:

  1. Kelompok Unggas

    • Ayam: Ayam adalah salah satu contoh umum dari hewan ovipar. Ayam betina dapat bertelur antara 7 hingga 15 butir dalam satu siklus bertelur. Telur-telur ini akan dierami selama 20 hingga 21 hari hingga menetas.

    • Bebek: Seperti ayam, bebek juga termasuk unggas ovipar. Bebek dapat menghasilkan 10 hingga 16 butir telur dalam sekali bertelur, dan telurnya akan menetas setelah 28 hingga 30 hari.

    • Burung Unta: Burung unta adalah unggas terbesar di dunia. Mereka dapat menghasilkan 10 hingga 30 butir telur dalam satu kali bertelur, dan telurnya dierami selama 38 hari.

  2. Kelompok Reptil

    • Ular: Beberapa spesies ular berkembang biak secara ovipar. Ular betina dapat bertelur hingga 30 butir yang akan menetas dalam 45 hingga 70 hari.

    • Kura-kura: Kura-kura adalah contoh lain dari reptil ovipar. Mereka bertelur di darat, dan jumlah telur yang dihasilkan bisa berkisar antara 1 hingga 26 butir.

    • Komodo: Komodo, hewan endemik Indonesia, bertelur antara 20 hingga 30 butir dan membutuhkan waktu 9 bulan untuk telur tersebut menetas.

  3. Kelompok Amfibi

    • Katak: Katak merupakan contoh amfibi yang berkembang biak secara ovipar. Mereka melepaskan telur di air, yang kemudian menetas menjadi berudu sebelum berkembang menjadi katak dewasa.

  4. Kelompok Ikan

    • Ikan Mas: Ikan mas melepaskan banyak telur di air yang akan dibuahi oleh sperma. Telur menetas dalam beberapa hari menjadi larva ikan.

    • Ikan Cupang: Ikan cupang bertelur di dalam sarang buih dan telurnya menetas dalam waktu tiga hari.




Hewan ovipar merupakan kelompok hewan yang berkembang biak dengan bertelur. Proses pembuahan terjadi di dalam tubuh induk betina, sementara perkembangan embrio berlangsung di luar tubuhnya. Ciri-ciri hewan ovipar meliputi tidak adanya daun telinga, tidak menyusui, dan bertelur. Contoh hewan ovipar meliputi berbagai jenis unggas, reptil, amfibi, dan ikan. Perkembangbiakan secara ovipar memberikan manfaat dalam perlindungan dan nutrisi embrio serta mobilitas induk.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan