Beranda / Tidak Serentak dan Merata ! Ini Alasan TPG 100 Persen 2025 Cair Bertahap di Indonesia

Tidak Serentak dan Merata ! Ini Alasan TPG 100 Persen 2025 Cair Bertahap di Indonesia

Tidak Serentak dan Merata ! Ini Alasan TPG 100 Persen 2025 Cair Bertahap di Indonesia

Tidak Serentak dan Merata ! Ini Alasan TPG 100 Persen 2025 Cair Bertahap di Indonesia. Pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) 100 persen tahun 2025 kembali menjadi topik hangat di kalangan pendidik di seluruh Indonesia.

Setiap memasuki akhir tahun anggaran, informasi mengenai tambahan TPG 2025, THR sertifikasi, dan Gaji 13 TPG selalu ramai diperbincangkan para guru di berbagai forum.

Namun, pertanyaan yang terus muncul setiap tahun adalah: mengapa pencairan TPG 100 persen tidak serentak? Mengapa ada daerah yang sudah cair, sementara daerah lain masih menunggu proses administrasi?




Mengapa TPG 100 Persen 2025 Cair Bertahap?

Memasuki pertengahan November 2025, beberapa kabupaten/kota sudah melaporkan bahwa TPG 100 persen 2025 telah cair dan masuk rekening guru. Namun, di wilayah lain, pencairan masih menunggu proses finalisasi di badan keuangan daerah masing-masing.

Pencairan TPG 100% 2025 memang tidak dilakukan bersamaan di seluruh Indonesia karena mekanisme penyalurannya sangat bergantung pada kondisi fiskal daerah. Meskipun sebagian dana berasal dari pusat, tambahan TPG 2025 juga memerlukan dukungan APBD dan kondisi kas daerah.

Faktor Penyebab Perbedaan Pencairan Antar Daerah:

  • Kesiapan APBD masing-masing daerah
  • Proses verifikasi administrasi internal
  • Kondisi kas daerah menjelang tutup buku
  • Kecepatan pengesahan dokumen anggaran

Daerah dengan APBD stabil biasanya mampu menyalurkan TPG tambahan lebih cepat. Sebaliknya, daerah yang menghadapi defisit atau keterlambatan pengesahan anggaran cenderung membutuhkan waktu lebih lama.



Daerah yang Sudah Cair TPG 100% Tahun 2025

Hingga 18 November 2025, berikut sejumlah wilayah yang telah mengonfirmasi pencairan TPG 100 persen 2025:

  • Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah – TPG 100% jenjang SMA cair 18 November.
  • Gowa, Sulawesi Selatan – TPG 100% telah masuk rekening guru.
  • Pesawaran, Lampung – TPG tambahan cair penuh.
  • Rembang, Jawa Tengah – Guru melaporkan pencairan melalui komunitas lokal.
  • Jember, Jawa Timur – Tambahan TPG tersalurkan.
  • Batubara, Sumatera Utara – Proses pencairan berjalan lancar.
  • Humbang Hasundutan, Sumatera Utara – TPG 100% SMK cair; THR & Gaji 13 juga diselesaikan.
  • Lebak, Banten – THR Serdik cair; bukti slip gaji beredar.
  • Subang, Jawa Barat – THR TPG dan Gaji 13 sedang dalam proses.
  • Selayar & Pinrang, Sulawesi Selatan – TPG 100% tambahan telah cair.
  • Parigi Moutong, Sulawesi Tengah – THR tambahan TPG 100% cair khusus tahun 2025.
  • Polewali Mandar, Sulawesi Barat – TPG & Gaji 13 cair sejak minggu kedua Juni untuk SD dan SMP.
  • Jambi (SMK) – TPG 100% dan THR cair, Gaji 13 masih proses.

Gelombang pencairan ini menunjukkan bahwa proses penyaluran TPG 2025 dilakukan bertahap dan terus bertambah wilayahnya dari hari ke hari.



Daerah yang Belum Menerima Tambahan TPG 100%

Tidak semua daerah merasakan pencairan yang sama cepatnya. Misalnya, beberapa guru di Maluku Utara (jenjang SMA) mengaku belum pernah menerima TPG 100% maupun TPG ke-13. Kendalanya meliputi:

  • Keterbatasan ruang fiskal daerah
  • Prioritas anggaran yang berbeda
  • Tidak adanya alokasi khusus tambahan TPG dalam APBD

Situasi serupa juga terjadi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Banyak guru PNS di daerah ini tidak menerima TPP bulanan, dan hingga kini belum ada tanda bahwa TPG 100 persen 2025 akan diproses dalam waktu dekat. Beberapa pemerhati pendidikan bahkan memprediksi bahwa Pati mungkin baru bisa mencairkan TPG 100% pada tahun anggaran 2026.



Kesimpulan

Pencairan TPG 100 persen tahun 2025 tidak merata karena sangat dipengaruhi kesiapan anggaran daerah dan kondisi fiskal masing-masing wilayah.

Beberapa daerah sudah menikmati pencairan penuh, sementara yang lain masih harus menunggu.

Untuk guru di daerah yang belum cair, pemantauan informasi dari dinas pendidikan dan badan keuangan daerah menjadi hal penting, mengingat prosesnya bisa berubah sewaktu-waktu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan