Ratusan Penerima PKH di Bengkulu Mengundurkan Diri, Tak Ingin Ditempeli Stiker “Keluarga Miskin”
Ratusan Penerima PKH di Bengkulu Mengundurkan Diri, Tak Ingin Ditempeli Stiker Warga Miskin. Sejumlah penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, mengundurkan diri secara serentak ketika petugas datang untuk menempelkan stiker ‘Keluarga Miskin’ di rumah mereka.
Salah satu penerima bantuan bahkan terlihat memiliki mobil yang terparkir di garasi.
Kejadian ini berlangsung saat petugas Dinas Sosial Kepahiang mengunjungi rumah para penerima PKH untuk memberikan tanda dengan stiker pada hari Senin (20/10/2025) pagi.
Dalam rekaman video yang diterima Tribun Bengkulu dari Kepala Dinsos Helmi Johan, tampak bahwa rumah yang dikunjungi terlihat cukup baik dan besar di Kelurahan Padang Lekat.
Rumah tersebut juga dilengkapi dengan garasi dan memiliki sebuah mobil berwarna hitam yang terparkir di dalamnya.
Helmi menjelaskan kepada pemilik rumah penerima manfaat bahwa pihaknya berencana menempelkan stiker Keluarga Miskin di depan rumah.
Dia menekankan bahwa stiker ini tidak boleh dilepas, ditutupi, atau dihilangkan.
Apabila stiker ini dilepas atau ditutup, maka pemilik akan dianggap mundur.
“Kami akan memasang ini, Bu. Jika ibu mundur, kami tidak akan memasangnya,” ucap Helmi.
Pemilik rumah akhirnya memutuskan untuk mundur, sehingga secara otomatis akan dikeluarkan dari program bantuan sosial tersebut.
“Mundur bae (saja) kalau begitu,” kata dia.
Di sisi lain, Lurah Padang Lekat, Yosef Harianto, mengonfirmasi bahwa ada beberapa warganya yang memilih mundur dari program bantuan sosial.
Ia menjelaskan bahwa awalnya data penerima manfaat ini dikumpulkan oleh pihak RT yang mengetahui keadaan warga.
“Kedepannya, kami akan memperbarui data ini,” ujar Yosef.
Tidak hanya satu, banyak penerima PKH di daerah lain juga memilih untuk mundur saat stiker penanda diterapkan pada rumah mereka.
Kepastian ini disampaikan oleh Kepala Dinsos Kepahiang, Helmi Johan.
“Sebenarnya, pemasangan stiker ini adalah edukasi dan sosialisasi untuk warga yang ingin tetap menerima Bansos. Jika mereka mundur, maka kami akan mencopot stikernya,” ungkap Helmi Johan saat dihubungi oleh jurnalis KOMPAS. com, Firmansyah pada hari Rabu (22/10/2025).
Dia menyampaikan bahwa selama pemasangan stiker, banyak penerima bantuan yang ternyata sudah mengalami peningkatan kondisi ekonomi.
“Banyak hal mengejutkan terjadi saat pemasangan stiker. Ada penerima bansos yang sudah meningkatkan kesejahteraannya, ada yang memiliki mobil, rumah dengan lantai keramik, dan lain-lain,” ujar Helmi.
Dia menambahkan bahwa sejumlah besar KPM memilih mundur dari daftar penerima akibat pemasangan stiker tersebut.
“Beberapa mengundurkan diri secara tiba-tiba saat stiker akan dipasang. Ada juga yang datang ke kantor secara sukarela untuk meminta mundur karena merasa ekonominya sudah membaik,” katanya.
Di tempat terpisah, Helmi menyatakan bahwa jumlah penerima PKH yang mundur mencapai ratusan orang.
Pernyataan ini disampaikan Kadinsos saat ditemui oleh wartawan Tribun Bengkulu, Romi Juniandra, pada hari Rabu (22/10/2025) siang.
“Mereka ada yang mundur saat akan ditempeli stiker oleh kami. Ada juga yang datang langsung ke kantor dan yang melalui pihak desa. Totalnya mendekati ratusan,” ungkapnya.
Helmi menambahkan ada banyak alasan di balik pengunduran diri para penerima PKH.
Dia juga mengakui adanya penerima bantuan yang merasa malu karena stiker ‘Keluarga Miskin’ yang mereka dapat.
“Kami menghargai keputusan mereka untuk mundur. Nanti kami akan alihkan bantuan kepada warga lain,” tambahnya.
Ke depan, Helmi memastikan bahwa Dinsos Kepahiang akan memperbarui data penerima manfaat bansos setiap tiga bulan sekali.
Dengan harapan, tidak akan ada lagi kesalahan dalam penentuan penerima bantuan sosial di masa mendatang.
Dia memastikan bahwa bantuan untuk KPM yang mundur akan disalurkan kepada warga lain yang membutuhkan lebih.
“Ada anak-anak yang kehilangan orang tua, penyandang disabilitas, dan keluarga dengan ekonomi rendah lainnya yang juga membutuhkan bantuan yang serupa. Oleh karena itu, KPM yang merasa keadaan finansialnya membaik dan kemudian mengundurkan diri tentu memberikan peluang untuk yang lainnya,” jelasnya.
Sumber: https://www. tribunnews. com/regional/7745342/tak-mau-ditempeli-stiker-warga-miskin-ratusan-penerima-pkh-di-bengkulu-mundur-ada-yang-punya-mobil

Komentar