Kawal Bansos Tambahan Rp30 Triliun, Mensos Ajak Pemda Tingkatkan Sinergi
Kawal Bansos Tambahan Rp30 Triliun, Mensos Ajak Pemda Tingkatkan Sinergi. Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah agar bantuan bisa tepat sasaran. Terutama saat ini, bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) yang bernilai lebih dari Rp 30 triliun sudah mulai didistribusikan kepada 35,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi bersama seluruh Dinas Sosial di Indonesia melalui pertemuan daring di Kantor Kementerian Sosial, hari ini.
“Kita siap memulai penyaluran, penting untuk melakukan koordinasi agar bantuan ini diterima oleh mereka yang memenuhi syarat, yaitu yang terdaftar di desil 1, 2, 3, dan 4. Di Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional, yang insyaallah mulai hari ini juga bisa diakses melalui aplikasi yang telah disiapkan oleh Pusdatin (SIKS-NG),” kata Gus Ipul dalam rilis resmi, Selasa (21/10/2025).
Selain pemerintah daerah, Gus Ipul juga akan melibatkan para pendamping serta elemen sosial lainnya untuk memberikan edukasi, bimbingan, dan penyuluhan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mengenai Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS).
“Mereka akan mendampingi agar bantuan ini digunakan sesuai tujuannya. Di samping itu, diharapkan mereka bisa melaporkan masalah dalam penyaluran BLTS di daerah masing-masing. Intinya, proses penyaluran ini kita manfaatkan juga untuk pengecekan langsung, sehingga kita bisa memahami situasi nyata dari para penerima manfaat. Kami berharap semua pihak dapat bersatu dan bekerja sama,” ungkap Gus Ipul.
Gus Ipul mengungkapkan bahwa tujuan dari BLTS ini adalah untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara nasional dengan menargetkan KPM yang berada di desil 1-4 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Ia juga menjelaskan bahwa KPM penerima BLTS ini terdiri dari lebih dari 20,8 juta KPM reguler yang menerima bansos, dan lebih dari 14 juta KPM baru yang sebelumnya tidak terdaftar sebagai penerima bantuan reguler. Penyaluran akan dilakukan pada triwulan IV. Proses distribusi akan dilakukan dengan dua cara yaitu untuk yang reguler melalui Himbara dan untuk KPM baru melalui PT Pos Indonesia.
“Ini adalah bagi mereka yang belum memiliki rekening,” jelas Gus Ipul.
Bantuan yang diberikan adalah sebesar Rp 300 ribu per bulan untuk bulan Oktober, November, dan Desember yang dibayarkan sekaligus dengan total Rp 900 ribu. Dengan adanya BLTS, para KPM reguler akan menerima total Rp 1,5 juta.
“KPM baru akan menerima Rp 900 ribu yang perlu dilakukan verifikasi, dan data ini akan kami serahkan kepada pemerintah daerah, Pemerintah Kota. Kami ingin dalam waktu lima hari ke depan,” tambahnya.
Ia juga menjelaskan target verifikasi data tersebut harus selesai dalam waktu lima hari.
“Kita sedang mengejar waktu dan data yang telah diverifikasi akan segera kami serahkan ke PT Pos Indonesia, agar bisa segera disalurkan. Sesuai arahan Bapak Presiden, ini harus bisa segera direalisasikan,” tutupnya.
Sumber : https://news.detik.com/berita/d-8171129/mensos-ajak-pemda-kawal-penyaluran-bansos-tambahan-rp-30-triliun

Komentar