Informasi
Beranda / Informasi / Panduan Mudah Baca Label Gizi dan Apa Saja yang Perlu Diperhatikan Konsumen! Simak Baik-baik

Panduan Mudah Baca Label Gizi dan Apa Saja yang Perlu Diperhatikan Konsumen! Simak Baik-baik

Panduan Mudah Baca Label Gizi dan Apa Saja yang Perlu Diperhatikan Konsumen! Simak Baik-baik

Banyak konsumen di Indonesia, yang masih belum membiasakan diri membaca label gizi pada kemasan makanan.

Padahal, informasi label gizi ini sangat membantu dalam membuat keputusan yang lebih sehat saat memilih produk pangan.

Dengan memperhatikan label gizi, kita bisa mengetahui kandungan nutrisi dalam makanan termasuk zat-zat yang perlu dibatasi seperti gula, garam dan lemak.

Sayangnya, kebiasaan ini sering diabaikan karena label dianggap sulit untuk dipahami.

Jika tahu cara membacanya, informasi pada label justru bisa menjadi panduan praktis agar kita tidak salah pilih produk.



Baca Juga: Nasabah Kini Bisa Apply Kartu Kredit Easy Card Lewat Website Resmi BRI! Semakin Mudah dan Cepat

Membaca label gizi bukan hanya soal angka, tapi juga soal memahami apa yang masuk ke tubuh kita setiap hari.

Agar lebih mudah memahami label gizi, berikut panduan praktisnya:

1. Cermati Takaran Saji

Setiap informasi gizi yang tertera pada kemasan merujuk pada satu kali penyajian.

Artinya, semua angka kalori, lemak, gula dan nutrisi lainnya dihitung berdasarkan satu porsi dari konsumsi produk makanan tersebut.

Contohnya, jika pada label Informasi Nilai Gizi tertulis “3 Sajian Per Kemasan” dan Anda mengonsumsi seluruh isi kemasan, kalikan angka gizi di label.

2. Perhatikan Nilai Energi

Pada bagian ini menunjukkan berapa banyak energi atau kalori yang kita peroleh dari satu sajian produk.

Contohnya, dalam tabel tertulis satu sajian terdapat 110 kkal (60 kkal dari lemak dan 30 kkal dari lemak jenuh).

Jika Anda mengonsumsi satu kemasan penuh (3 sajian per kemasan), total energi yang Anda konsumsi adalah 330 kkal.



3. Pilih Produk Sesuai Kebutuhan Gizi

Setiap orang memiliki kebutuhan gizi yang berbeda, namun secara umum kita dianjurkan untuk membatasi konsumsi gula, garam dan lemak.

Sebagai patokan, konsumsi harian sebaiknya tidak melebihi 50 g gula, 2000 mg natrium (garam), dan 67 g lemak total.

Contohnya, dalam label tertulis 490 mg natrium per 22 gr sajian, itu berarti dalam sekali makan (satu sajian), Anda sudah mengonsumsi 490 mg.

Jika di label juga tertulis persentase AKG-nya 33%, berarti sepertiga kebutuhan natrium Anda sudah tercukupi dari satu sajian tersebut.

Selain informasi pada tabel nilai gizi, ada bagian penting lain yang juga bisa dilihat untuk membantu memilih produk yang sesuai, yaitu label pada bagian depan kemasan.

Pada bagian depan kemasan biasanya terdapat label gizi dan/atau logo “Pilihan Lebih Sehat”.



Baca Juga: Intip Tanggal Pencairan KJP Plus Periode Juni-Juli 2025! Simak Informasi Lengkapnya

Label gizi di bagian depan kemasan menampilkan informasi ringkas mengenai kandungan gizi dalam produk, seperti jumlah energi, gula, natrium (garam) dan lemak.

Di dalamnya tercantum informasi ringkas mengenai jumlah dan jenis zat gizi serta persentase terhadap Angka Kecukupan Gizi (AKG) harian.

Tujuannya adalah untuk membantu konsumen memahami seberapa besar pengaruh satu porsi produk tersebut terhadap kebutuhan gizi harian tubuh.

Logo “Pilihan Lebih Sehat” berbentuk lingkaran berwarna hijau dengan simbol centang di dalamnya, disertai dengan tulisan “Pilihan Lebih Sehat” di bagian atas lingkaran.

Logo ini menunjukkan bahwa produk tersebut telah melalui penilaian dan dianggap memiliki kandungan gizi yang lebih baik.

Sebab, kadar gula, garam dan lemaknya berada dalam batas aman, serta kandungan zat gizi positif seperti kalsium dan serat pangan sesuai dengan yang dianjurkan oleh BPOM.

Namun, tidak semua produk bisa menggunakan logo ini. Penggunaannya dibatasi hanya pada dua puluh kategori makanan olahan tertentu, dan hanya boleh dicantumkan jika sudah memenuhi kriteria gizi yang telah ditetapkan.



Perhatikan Informasi Alergen

Selain label gizi, konsumen juga perlu memperhatikan informasi alergen pada produk makanan.

Alergen adalah bahan yang bisa memicu reaksi alergi, seperti susu, telur, kacang-kacangan, ikan, gandum (gluten) atau sulfit.

Oleh karena itu, setiap produk yang mengandung atau berisiko mengandung alergen diwajibkan mencantumkan keterangan di kemasan, menggunakan salah satu bentuk pernyataan berikut:

• Mengandung alergen, lihat daftar bahan yang dicetak tebal.

• Mengandung alergen: (nama alergen)

• Diproduksi menggunakan peralatan yang juga memproses (nama alergen).

• Mungkin mengandung (nama alergen)

• Dapat mengandung (nama alergen)

Bagi konsumen yang memiliki alergi atau sensitif terhadap bahan-bahan tertentu, penting untuk selalu membaca bagian ini dengan teliti sebelum membeli atau mengonsumsi produk makanan.



Baca Juga: Intip Tanggal Pencairan KJP Plus Periode Juni-Juli 2025! Simak Informasi Lengkapnya

Panduan Praktis Memilih Makanan Berdasarkan Label Gizi

Agar lebih bijak dalam memilih makanan kemasan, ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan saat membaca label.

Pertama, periksa informasi gizi untuk memastikan kandungannya sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Kedua, perhatikan peringatan alergen agar bisa menghindari bahan yang dapat memicu reaksi alergi.

Ketiga, cermati jumlah sajian dan jangan konsumsi secara berlebihan, supaya asupan gula, garam dan lemak tetap dalam batas wajar.

Dengan membiasakan diri membaca label dengan teliti, kita bisa membuat keputusan yang lebih sehat dan tetap menikmati makanan kemasan tanpa risiko berlebih bagi kesehatan.



 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan