Sholat Lailatul Qadar merupakan ibadah sunnah yang dikerjakan pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Pelaksanaannya mengikuti tata cara salat sunnah pada umumnya.
Sebelum menunaikan sholat malam Lailatul Qadar, dianjurkan membaca niat sebagai syarat sahnya sholat.
Menurut TribunKaltim.com, sholat Lailatul Qadar dapat dilakukan dalam 2, 4, hingga maksimal 12 rakaat.
Waktu yang disarankan untuk melaksanakan sholat ini yaitu antara pukul 20.30 hingga sebelum 04.34.
Panduan Sholat Lailatul Qadar
Dilansir dari Tribun.com berikut panduan sholat Lailatul Qadar menurut Tribunnews.com, mengutip kitab Durratun Nashihin halaman 272:
Membaca Niat
Sholat 2 Rakaat:
أُصَلِّى سُنَّةَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالٰى
Latin: “Ushalli Sunnata lailatil Qadri Rak’ataini Lillahi Ta’aalaa”.
Artinya: “Saya niat shalat sunnah lailatil qadr dua rakaat karena Allah Ta’ala”.
Sholat 4 Rakaat:
أُصَلِّى سُنَّةَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلّٰهِ تَعَالٰى
Latin: “Ushalli Sunnata lailatil Qadri Arba’arakaatin Lillahi Ta’aalaa”.
Artinya: “Saya niat shalat sunnah lailatil qadr empat rakaat karena Allah Ta’ala”.
Takbiratul Ihram
Sholat dimulai dengan takbiratul ihram sambil membaca “Allahu Akbar”.
Membaca Al-Fatihah dan Surat Pendek
Setiap rakaat dibaca Al-Fatihah, diikuti surat pendek seperti At-Takasur, Al-Qadr, atau Al-Ikhlas, masing-masing dapat dibaca tiga kali atau sesuai kemampuan.
Tidak Ada Tahiyat Awal
Berbeda dengan sholat wajib empat rakaat, pada sholat Lailatul Qadar setelah rakaat kedua, tidak perlu duduk tahiyat awal; langsung berdiri untuk rakaat berikutnya.
Tahiyat Akhir pada Rakaat Keempat
Pada rakaat terakhir, duduk dan membaca doa tahiyat akhir seperti sholat wajib, lalu menutup sholat dengan salam.
Amalan Utama di Sepuluh Malam Terakhir Ramadan
Sepuluh malam terakhir Ramadan adalah waktu yang paling mulia. Rasulullah SAW menekankan agar umatnya tidak teralihkan oleh persiapan hari raya sehingga lalai beribadah.
Memperbanyak Sholat Malam
Rasulullah SAW memperbanyak ibadah malam pada sepuluh hari terakhir, mulai dari sholat, zikir, hingga doa hingga fajar. Beliau juga membangunkan keluarganya untuk ikut beribadah.
Sebagaimana Aisyah RA berkata:
“Rasulullah SAW biasa ketika memasuki 10 Ramadhan terakhir, beliau kencangkan ikat pinggang (bersungguh-sungguh dalam ibadah), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Memperbanyak Sedekah
Sedekah di sepuluh hari terakhir menjadi cara mengekspresikan rasa syukur atas nikmat Ramadan. Selain zakat wajib, dianjurkan juga sedekah sunnah untuk membantu dhuafa, yatim, atau berbagi kebutuhan hari raya.
Firman Allah SWT:
“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” (Qs. As-Sajdah: 16)
Iktikaf
Iktikaf adalah berdiam di masjid untuk beribadah. Selama sepuluh malam terakhir, Rasulullah SAW melakukan iktikaf untuk zikir, doa, membaca Al-Qur’an, sholat sunnah, bersalawat, dan bertaubat.
Abdullah bin Umar RA berkata:
“Rasulullah SAW beritikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Muttafaq ‘alaih)
Tilawah Al-Qur’an
Membaca Al-Qur’an menjadi ibadah utama di sepuluh malam terakhir. Membaca dan menamatkan Al-Qur’an membawa pahala besar, serta menjadi tradisi mengejar khatam sebelum Idul Fitri.
Kesimpulan
Sholat Lailatul Qadar adalah salat sunnah yang dikerjakan pada 10 malam terakhir Ramadan.
Sumber Referensi
https://sumsel.tribunnews.com/lifestyle/1009628/sholat-lailatul-qadar-berapa-rakaat-dan-jam-berapa-ini-bacaan-niat-dan-tata-caranya




