Menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri 2026, pemerintah kembali menyalurkan sejumlah program bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran bantuan ini dilakukan pada Maret 2026 sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama dalam menghadapi kebutuhan yang biasanya meningkat menjelang Lebaran.
Beberapa program bansos yang dijadwalkan cair pada periode ini mencakup bantuan untuk keluarga kurang mampu, lansia, hingga penyandang disabilitas. Masyarakat dapat mengecek apakah terdaftar sebagai penerima bantuan serta mengetahui nominal yang diberikan melalui layanan resmi yang telah disediakan pemerintah.
Waspada Hoaks Pendaftaran Bansos 2026
Dilansir dari laman komdigi, Masyarakat diimbau untuk berhati-hati terhadap informasi palsu terkait pendaftaran bantuan sosial (bansos) Ramadan 2026 yang beredar di media sosial. Berdasarkan informasi dari laman Komdigi, terdapat tautan yang diklaim sebagai link pendaftaran bansos, namun setelah ditelusuri ternyata tidak berasal dari situs resmi pemerintah.
Tautan tersebut beredar melalui unggahan di Facebook dan mengatasnamakan program bantuan sosial. Saat dibuka, link tersebut justru mengarah ke halaman yang meminta pengisian data pribadi, seperti nama lengkap sesuai KTP, nomor Telegram aktif, asal provinsi, hingga jenis kelamin. Karena tidak terhubung dengan situs resmi Kementerian Sosial, masyarakat diminta untuk tidak sembarangan mengisi data pada tautan tersebut guna menghindari penyalahgunaan data pribadi.
Daftar Bansos Maret 2026 yang Cair Menjelang Lebaran
Dilansir dari detik.com, Menjelang Lebaran 2026, pemerintah kembali menyalurkan beberapa program bantuan sosial kepada masyarakat yang memenuhi kriteria. Berikut beberapa bansos yang dijadwalkan cair pada Maret 2026.
Program Keluarga Harapan (PKH)
Program Keluarga Harapan merupakan bantuan sosial berupa uang tunai yang diberikan kepada keluarga miskin dengan syarat tertentu. Bantuan ini diperuntukkan bagi keluarga yang memiliki komponen kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial.
Penerima PKH biasanya berasal dari keluarga yang memiliki anggota seperti ibu hamil, balita, anak sekolah, penyandang disabilitas berat, atau lanjut usia. Besaran bantuan yang diberikan berbeda-beda sesuai kategori penerima, antara lain:
- Ibu hamil: Rp3.000.000 per tahun (Rp750.000 per tahap)
- Anak usia dini: Rp3.000.000 per tahun (Rp750.000 per tahap)
- Siswa SD: Rp900.000 per tahun (Rp225.000 per tahap)
- Siswa SMP: Rp1.500.000 per tahun (Rp375.000 per tahap)
- Siswa SMA: Rp2.000.000 per tahun (Rp500.000 per tahap)
- Disabilitas berat: Rp2.400.000 per tahun (Rp600.000 per tahap)
- Lansia usia 60 tahun ke atas: Rp2.400.000 per tahun (Rp600.000 per tahap)
- Korban pelanggaran HAM berat: Rp10.800.000 per tahun (Rp2.700.000 per tahap)
Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)
BPNT atau yang dikenal sebagai Program Kartu Sembako diberikan dalam bentuk saldo elektronik sebesar Rp200.000 setiap bulan. Bantuan ini digunakan untuk membeli kebutuhan pangan di e-warong atau tempat yang telah bekerja sama dengan pemerintah.
Pada tahun 2026, terdapat perubahan aturan penerima bantuan BPNT. Program ini hanya diberikan kepada masyarakat yang berada pada desil 1 hingga desil 4, yaitu kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah. Kelompok desil 5 yang sebelumnya masih bisa menerima bantuan, kini tidak lagi termasuk dalam kriteria penerima.
Bantuan PKH dan BPNT biasanya disalurkan dalam empat tahap setiap tahun, yaitu:
- Tahap 1: Januari–Maret
- Tahap 2: April–Juni
- Tahap 3: Juli–September
- Tahap 4: Oktober–Desember
Pencairan yang berlangsung menjelang Lebaran 2026 termasuk dalam tahap pertama. Jika penerima sudah menerima bantuan pada Januari atau Februari, maka penyaluran berikutnya akan dilakukan pada tahap kedua.
Program Indonesia Pintar (PIP)
Program Indonesia Pintar merupakan bantuan pendidikan yang diberikan kepada siswa dari keluarga kurang mampu. Tujuan utama program ini adalah untuk mencegah anak putus sekolah dan membantu siswa agar tetap dapat melanjutkan pendidikan.
Besaran dana PIP diberikan setahun sekali dengan rincian sebagai berikut:
- SD atau sederajat: Rp450.000 per tahun
- SMP atau sederajat: Rp750.000 per tahun
- SMA/SMK atau sederajat: hingga Rp1.800.000 per tahun
Dana bantuan ini disalurkan melalui rekening Simpanan Pelajar (SimPel) di bank penyalur resmi seperti BRI untuk jenjang SD dan SMP, serta BNI untuk siswa SMA atau SMK.
PBI Jaminan Kesehatan (PBI-JK)
Program PBI-JK merupakan bantuan iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat miskin dan tidak mampu. Dalam program ini, iuran BPJS Kesehatan kelas 3 sebesar Rp42.000 per orang per bulan dibayarkan sepenuhnya oleh pemerintah melalui APBN.
Dengan bantuan ini, peserta dapat memperoleh layanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS tanpa perlu membayar iuran secara mandiri setiap bulan.
Bantuan Pangan Beras 10 Kilogram
Selain bantuan tunai dan bantuan pendidikan, pemerintah juga melanjutkan program bantuan pangan berupa beras 10 kilogram bagi masyarakat kurang mampu. Pada tahun 2026, pemerintah menugaskan Perum Bulog untuk menyalurkan sekitar 720.000 ton beras kepada penerima bantuan.
Namun, bantuan beras ini tidak disalurkan sepanjang tahun, melainkan hanya pada periode tertentu selama empat bulan dalam setahun. Jadwal pencairannya dapat berbeda-beda karena pemerintah tidak menetapkan tanggal penyaluran secara pasti.
Cara Cek Penerima Bansos
Melalui Situs Kemensos
Masyarakat dapat mengecek status penerima bansos secara online melalui situs resmi Kementerian Sosial dengan langkah berikut:
- Buka situs https://cekbansos.kemensos.go.id
- Pilih provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa/kelurahan
- Masukkan nama penerima manfaat sesuai KTP
- Ketik kode verifikasi yang muncul di layar
- Klik tombol CARI DATA
Sistem kemudian akan menampilkan informasi mengenai status penerima bansos sesuai data yang dimasukkan.
Melalui Aplikasi Cek Bansos
Selain melalui website, pengecekan juga bisa dilakukan menggunakan aplikasi Cek Bansos yang tersedia di Play Store dan App Store. Langkah-langkahnya antara lain:
- Unduh dan buka aplikasi Cek Bansos
- Pilih menu Buat Akun bagi pengguna baru
- Isi data diri seperti nama lengkap, NIK, alamat, email, dan kata sandi
- Unggah foto KTP dan swafoto
- Setelah akun aktif, login dan buka menu Profil
- Informasi mengenai bantuan yang diterima akan ditampilkan pada halaman tersebut
Dalam menu profil, pengguna juga dapat melihat data anggota keluarga lain yang terdaftar dalam sistem DTSEN.
Kesimpulan
Menjelang Lebaran 2026, pemerintah menyalurkan berbagai program bantuan sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Beberapa bansos yang cair pada Maret 2026 antara lain PKH, BPNT, Program Indonesia Pintar (PIP), PBI Jaminan Kesehatan, serta bantuan beras 10 kilogram.
Sumber
- komdigi
- detik.com




