Kementerian Sosial Republik Indonesia memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) pada Maret 2026 berjalan lebih tepat sasaran. Program yang dimaksud meliputi Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang kembali disalurkan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria. Akurasi penyaluran bansos tahun ini didukung penggunaan sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang memuat data kondisi sosial ekonomi masyarakat secara lebih lengkap dan terkini. Menurut Saifullah Yusuf selaku Menteri Sosial, pemanfaatan DTSEN menjadi langkah penting untuk meningkatkan ketepatan program bantuan pemerintah. Dalam penyaluran tahap pertama tahun 2026, masyarakat yang berada pada desil 1 hingga desil 4 menjadi kelompok prioritas penerima bantuan.
DTSEN Jadi Dasar Penyaluran Bansos yang Lebih Tepat
DTSEN merupakan hasil integrasi dari beberapa basis data nasional, antara lain:
- Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek)
- Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)
- Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE)
Melalui integrasi data tersebut, pemerintah dapat memetakan kondisi ekonomi masyarakat secara lebih akurat. Hingga Januari 2026, DTSEN telah mencakup lebih dari 289 juta penduduk Indonesia yang dikelompokkan ke dalam 10 tingkatan desil kesejahteraan, mulai dari kategori paling miskin hingga kelompok ekonomi paling mampu. Dengan pembaruan data yang dilakukan secara berkala, pemerintah berharap penyaluran bantuan sosial tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Cara Cek Penerima Bansos PKH dan BPNT Maret 2026
Masyarakat dapat mengecek status penerimaan bansos secara mandiri melalui layanan resmi pemerintah.
Berikut langkah-langkahnya:
- Buka situs cekbansos.kemensos.go.id
- Masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai KTP
- Isi kode keamanan atau captcha yang muncul di layar
- Klik tombol “Cari Data”
Setelah itu, sistem akan menampilkan informasi lengkap seperti nama penerima, kelompok desil, serta status penerimaan bantuan periode Januari hingga Maret 2026.
Nominal Bansos Tahap Pertama 2026
Pemerintah menargetkan penyaluran bantuan tahap pertama untuk periode Januari–Maret 2026 kepada sekitar 18 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Besaran Bantuan BPNT
Program BPNT memberikan bantuan senilai Rp200.000 per bulan. Karena pencairan dilakukan setiap tiga bulan, maka penerima akan mendapatkan Rp600.000 sekaligus untuk triwulan pertama.
Nominal PKH Berdasarkan Kategori
Sementara itu, bantuan PKH diberikan setiap tiga bulan dengan nominal yang berbeda sesuai kategori penerima:
- Ibu hamil atau nifas: Rp750.000
- Anak usia 0–6 tahun: Rp750.000
- Siswa SD/sederajat: Rp225.000
- Siswa SMP/sederajat: Rp375.000
- Siswa SMA/sederajat: Rp500.000
- Lansia usia 60 tahun ke atas: Rp600.000
- Penyandang disabilitas berat: Rp600.000
- Korban pelanggaran HAM berat: Rp2.700.000
Bantuan ini bertujuan membantu keluarga penerima dalam memenuhi kebutuhan penting seperti pangan, pendidikan, kesehatan, serta gizi keluarga.
Prioritas Penerima Bansos Tahun 2026
Dalam skema terbaru penyaluran bansos, pemerintah memprioritaskan masyarakat yang berada pada kelompok desil 1 hingga desil 4 dalam DTSEN. Kelompok ini merupakan kategori masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Dengan sistem pemeringkatan tersebut, diharapkan bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang paling membutuhkan.
Pentingnya Mengecek Status Bansos
Masyarakat dianjurkan untuk rutin memeriksa status penerimaan bansos melalui situs resmi pemerintah. Hal ini penting agar tidak ketinggalan informasi terkait pencairan PKH dan BPNT periode Maret 2026.
Kesimpulan
Dengan memanfaatkan layanan cek bansos secara online, masyarakat dapat mengetahui apakah mereka termasuk penerima bantuan sekaligus memantau jadwal pencairannya.
Sumber
https://www.kompas.tv/info-publik/654777/pencairan-bansos-pkh-dan-bpnt-maret-2026-akurat-pakai-dtsen-apakah-kamu-penerimanya-cek-link-ini




