Niat dan tata cara mandi wajib sebelum Puasa Ramadhan sesuai sunnah penting dipahami oleh setiap Muslim yang ingin menjalankan ibadah dengan sah dan sempurna. Mandi wajib atau mandi junub dilakukan untuk menghilangkan hadas besar agar seseorang kembali dalam keadaan suci sebelum melaksanakan ibadah, termasuk memasuki bulan suci Ramadhan.
Menjelang puasa Ramadhan, sebagian orang perlu memastikan dirinya telah bersuci dari hadas besar, baik karena junub, haid, maupun nifas yang telah selesai. Dengan mengetahui bacaan niat yang benar serta tata cara mandi wajib sesuai tuntunan sunnah, ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih tenang dan khusyuk. Berikut penjelasan lengkapnya.
Hukum Mandi Sebelum Puasa Ramadhan Menurut Fikih
Secara fikih, mandi sebelum puasa Ramadhan tidak diwajibkan kecuali seseorang berada dalam kondisi hadas besar. Tidak terdapat tuntunan khusus dari Nabi Muhammad SAW yang mewajibkan mandi tertentu untuk menyambut awal bulan Ramadhan.
Mengutip dari laman Rumaysho, tidak ditemukan dalil yang secara khusus memerintahkan mandi menjelang 1 Ramadhan. Dengan demikian, mandi tersebut bukan termasuk rukun maupun syarat sah puasa. Puasa tetap dinyatakan sah meskipun seseorang tidak mandi pada malam pertama Ramadhan, selama ia tidak dalam keadaan junub atau hadas besar.
Hukum Mandi Menyambut Ramadhan
Meski tidak wajib, sebagian ulama menyebut mandi pada malam Ramadhan sebagai amalan yang dianjurkan (sunnah). Dilansir dari detik, dalam kitab I’anatut Thalibin, Sayyid Abu Bakar Syatha’ menjelaskan bahwa umat Islam disunnahkan mandi pada setiap malam sepanjang bulan Ramadhan. Anjuran ini bertujuan menjaga kebersihan dan kesegaran tubuh agar lebih siap menjalankan ibadah puasa dan salat Tarawih.
Selain itu, dalam kitab Hasyiyah al-Bajuri (1/81), disebutkan bahwa mandi pada malam Ramadhan dapat bernilai sunnah sebagai bentuk penyucian diri lahir dan batin. Dengan demikian, mandi sebelum puasa Ramadhan hukumnya sunnah apabila diniatkan sebagai persiapan ibadah, bukan sebagai kewajiban syariat.
Kapan Mandi Menjadi Wajib?
Mandi menjadi wajib apabila seseorang berada dalam kondisi hadas besar atau junub. Beberapa keadaan yang mewajibkan mandi antara lain:
- Berhubungan suami istri (jimak)
- Keluar mani
- Selesai haid
- Selesai nifas
- Melahirkan (wiladah)
Allah SWT berfirman dalam QS An-Nisa ayat 43:
“…dan jangan (pula menghampiri masjid ketika kamu) dalam keadaan junub, kecuali sekadar berlalu (saja) sehingga kamu mandi (junub)…”
Dalam kondisi tersebut, mandi wajib harus dilakukan sebelum melaksanakan salat. Jika seseorang memasuki waktu Subuh dalam keadaan junub, puasanya tetap sah selama sudah berniat puasa, namun ia wajib segera mandi untuk dapat melaksanakan salat Subuh.
Niat Mandi Sunnah Sebelum Puasa Ramadhan
Apabila mandi dilakukan untuk menyambut Ramadhan dan bukan karena hadas besar, berikut bacaan niatnya sebagaimana dikutip dari NU Online:
نَوَيْتُ أَدَاءَ الْغُسْلِ الْمَسْنُونِ لِي فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ رَمَضَانَ اللَّهِ تَعَالَى
Nawaitu ada’al ghuslil masnuuni lii fii hadzihil lailati min ramadhaana lillaahi ta’aalaa.
Artinya:
“Aku berniat menjalankan mandi yang disunnahkan kepadaku pada malam ini di bulan Ramadan karena Allah Ta’ala.”
Niat dibaca dalam hati bersamaan saat pertama kali membasuhkan air ke tubuh.
Niat Mandi Wajib
Bagi yang berada dalam keadaan hadas besar, berikut bacaan niat mandi wajib sebagaimana dikutip dari laman Kementerian Agama (Kemenag) RI dan buku Fikih Madrasah Ibtidaiyah/SD Kelas 4 karya Drs H Abdus Shobur M Ag:
Niat Mandi Wajib
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbar lillahi ta’aalaa.
Artinya:
“Saya berniat mandi untuk menghilangkan hadats besar karena Allah Ta’ala.”
Niat Mandi Junub
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الحَدَثِ الْأَكْبَرِ مِنَ الْجِنَابَةِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitul-ghusla lirafil hadatsil-akbari minal-jinaabati fardlan lillaahi ta’aalaa.
Artinya:
“Saya niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Mandi Wajib yang Benar
Tata cara mandi sebelum puasa Ramadhan pada dasarnya sama dengan mandi wajib atau mandi junub sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW. Mengutip dari laman Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), berikut langkah-langkahnya:
- Membaca niat sesuai tujuan mandi.
- Mencuci kedua tangan sebanyak tiga kali.
- Membersihkan kemaluan dan bagian tubuh yang terkena najis dengan tangan kiri.
- Berwudhu seperti hendak salat.
- Mengguyurkan air ke kepala sebanyak tiga kali sambil menyela pangkal rambut agar air merata.
- Mengguyurkan air ke seluruh tubuh dimulai dari sisi kanan, kemudian sisi kiri.
- Memastikan tidak ada bagian tubuh yang terlewat, termasuk lipatan kulit.
- Setelah selesai, dianjurkan membaca doa sebagaimana doa setelah wudhu.
Doa Setelah Mandi Wajib
Mengutip buku Praktik Mandi Janabah Rasulullah Menurut Empat Madzhab oleh Isnan Ansory, berikut doa yang dapat dibaca setelah mandi:
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ
Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu, allahumma-jalni minattawwabina, waj-alni minal-mutathahirrina.
Artinya:
“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku pula termasuk orang-orang yang selalu mensucikan diri.”
Kesimpulan
Mandi wajib sebelum puasa Ramadhan hanya diwajibkan bagi mereka yang berada dalam keadaan hadas besar. Sementara mandi untuk menyambut Ramadhan hukumnya sunnah menurut sebagian ulama dan bukan merupakan syarat sah puasa.
Tradisi keramas atau mandi menjelang Ramadhan boleh dilakukan sebagai bentuk persiapan lahir dan batin, selama tidak diyakini sebagai kewajiban agama. Dengan tubuh yang bersih dan niat yang lurus, umat Islam diharapkan lebih siap secara fisik maupun spiritual dalam menjalankan ibadah puasa dan amalan lainnya di bulan suci Ramadhan.
Sumber
https://www.detik.com/bali/berita/d-8359835/niat-mandi-wajib-sebelum-puasa-ramadhan-tata-cara-hukum-dan-doa-setelahnya




