Sejarah Latar Belakang Renaissance dan Pengaruhnya
Renaissance adalah sebuah gerakan transformasi besar di Eropa yang muncul setelah periode abad pertengahan. Istilah “Renaissance” berasal dari bahasa Latin “renaitre” yang terdiri dari dua kata yaitu “re” yang berarti kembali dan “naitre” yang berarti lahir. Dengan demikian, Renaissance dapat diartikan sebagai masa kebangkitan. Gerakan ini dimulai di Italia dan kemudian menyebar ke seluruh Eropa. Jules Michelet adalah sejarawan pertama yang mendefinisikan dan memperkenalkan istilah Renaissance dalam karyanya yang berjudul ‘Histoire de France’.
Secara umum, ciri utama Renaissance meliputi humanisme yaitu fokus pada kemanusiaan, empirisme yang berarti kebebasan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, dan rasionalisme, yang menekankan kebebasan dalam berpikir.
Perubahan yang terjadi selama Renaissance tidak hanya mempengaruhi budaya, tetapi juga membawa dampak signifikan terhadap politik, ekonomi, dan masyarakat secara keseluruhan. Artikel ini akan membahas sejarah dan latar belakang Renaissance serta pengaruhnya yang luas dalam konteks perkembangan peradaban.
Latar Belakang Renaissance
Renaissance pada dasarnya muncul sebagai reaksi terhadap dominasi gereja dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Eropa. Untuk memahami lebih jauh tentang Renaissance, maka penting untuk mengetahui situasi Eropa pada masa abad pertengahan yang juga dikenal sebagai Dark Age atau abad kegelapan.
Abad pertengahan dimulai setelah runtuhnya Kekaisaran Romawi pada abad IV Masehi. Pada periode ini, muncul pandangan bahwa ilmu pengetahuan harus berlandaskan agama yang menyebabkan gereja menguasai semua aspek kehidupan, termasuk pemerintahan, ekonomi, pendidikan, dan sosial budaya. Gereja bahkan mempengaruhi berbagai kebijakan pemerintah, sehingga raja kehilangan sebagian besar kekuasaan dalam pemerintahan.
Salah satu contoh nyata dari dominasi gereja adalah hukuman yang dijatuhkan kepada Nicolaus Copernicus yang menyatakan bahwa matahari adalah pusat tata surya. Pendapat ini dianggap bertentangan dengan ajaran gereja, sehingga Copernicus dihukum mati.
Menyadari doktrin dan dominasi gereja yang merugikan masyarakat, muncul gerakan yang berupaya mempelajari ilmu pengetahuan untuk membebaskan diri dari kendali gereja. Gerakan inilah yang dikenal sebagai Renaissance. Selain faktor dominasi gereja, munculnya Renaissance juga dipengaruhi oleh latar belakang ekonomi. Pada masa itu, Eropa menganut sistem ekonomi tertutup yang dikuasai oleh kelompok penguasa, membuat kehidupan masyarakat tertekan dan kehilangan martabat sebagai manusia.
Pengaruh Renaissance
-
Dalam Bidang Sosial Budaya
Dalam aspek sosial budaya, pengaruh Renaisans meliputi:
-
Munculnya dasar pemikiran humanisme, serta penekanan pada kebebasan individu dan kebebasan berpikir.
-
Penurunan kekuasaan Gereja Katolik.
-
Peningkatan kekuatan peran negara, meskipun pengaruh gereja masih tetap signifikan.
-
Pertumbuhan seni klasik di Eropa yang masih dapat dinikmati hingga kini, seperti karya seni dari tokoh-tokoh yang telah dibahas sebelumnya.
-
-
Bidang Ekonomi
Sementara itu, pengaruh Renaisans dalam bidang ekonomi terlihat dengan munculnya merkantilisme. Merkantilisme adalah pemahaman bahwa kesejahteraan suatu negara ditentukan oleh jumlah aset atau modal yang dimiliki, serta besarnya volume perdagangan internasional yang dilakukan oleh negara tersebut.



