• Bansos
  • Bantuan PIP
  • Cek Bansos
  • Redaksi
  • Bansos
  • Bantuan PIP
  • Cek Bansos
  • Redaksi
No Result
View All Result
Informasi Bantuan Sosial Aktual
  • Bansos
  • Bantuan PIP
  • Cek Bansos
  • Redaksi
No Result
View All Result
Informasi Bantuan Sosial Aktual
No Result
View All Result

Sejarah Kerajaan Sriwijaya dan Peninggalan Kerajaan

Info Bansos by Info Bansos
29 Februari 2024
in Uncategorized
Reading Time: 2 mins read
A A

Contents

  • Sejarah Kerajaan Sriwijaya
    • Daftar raja-raja Kerajaan Sriwijaya
      • Dapunta Hyang Sri Jayanasa (abad ke-7 M)
      • Samaragrawira (abad ke-8 M)
      • Dharanindra (abad ke-8 M)
      • Samaratungga (abad ke-9 M)
      • Balaputradewa (abad ke-9 M)
      • Sriwijaya Maharaja (abad ke-10 M)
      • Sri Cudamani Warmadewa (abad ke-11 M)
      • Kertanegara (abad ke-12 M)
    • Peninggalan Kerajaan Sriwijaya
      • Prasasti Kedukan Bukit
      • Prasasti Ligor
      • Prasasti Kota Kapur
      • Prasasti Talang Tuo
      • Prasasti Palas Pasemah

Sejarah Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya adalah sebuah kerajaan bahari historis yang berasal dari Pulau Sumatra dan berlangsung sekitar abad ke-7 hingga abad ke-11 Masehi. Kerajaan ini didirikan secara resmi pada tahun 682 Masehi, seperti yang tercatat dalam prasasti Kedukan Bukit.

Nama “Sriwijaya” diambil dari kata “Sri” yang berarti cahaya dan “Wijaya” yang berarti kemenangan gemilang, merujuk pada kejayaan dan kegemilangan kerajaan ini.

Kerajaan Sriwijaya memiliki pengaruh besar di kawasan Nusantara barat dan menjadi pusat agama, budaya, dan perdagangan di Asia Tenggara dan Asia Timur.

Pada abad ke-9 Masehi, Sriwijaya mencapai masa kejayaannya di bawah pemerintahan Raja Balaputradewa. Namun, pada abad ke-13 Masehi, kerajaan ini runtuh akibat serangan dari Kerajaan Singasari di Jawa

Di bawah kepemimpinan Raja Balaputradewa, Sriwijaya dikenal sebagai kerajaan maritim yang membangun armada laut kuat. Selain itu, Sriwijaya berhasil mengendalikan jalur perdagangan utama di wilayahnya hingga Malaysia, Singapura, dan Thailand Selatan.

Namun, serangan dari Kerajaan Cola mengakibatkan keruntuhan Sriwijaya karena terganggunya jalur perdagangan utamanya. Akibatnya, ibu kota Sriwijaya dipindahkan ke Jambi dan lambat laun kekuasaan Sriwijaya meredup.

Sejarah Kerajaan Sriwijaya mencakup periode awal berdiri, masa kejayaan, hingga keruntuhan. Pendiriannya dipimpin oleh Dapunta Hyang Sri Jayanasa pada tahun 682 Masehi dengan ekspedisi untuk menguasai wilayah-wilayah strategis perdagangan.

Masa kejayaannya terjadi sejak abad ke-7 hingga abad ke-11 Masehi sebelum mengalami penurunan akibat serangan musuh dan gangguan jalur perdagangan utamanya.

Daftar raja-raja Kerajaan Sriwijaya

  1. Dapunta Hyang Sri Jayanasa (abad ke-7 M)

  2. Samaragrawira (abad ke-8 M)

  3. Dharanindra (abad ke-8 M)

  4. Samaratungga (abad ke-9 M)

  5. Balaputradewa (abad ke-9 M)

  6. Sriwijaya Maharaja (abad ke-10 M)

  7. Sri Cudamani Warmadewa (abad ke-11 M)

  8. Kertanegara (abad ke-12 M)

Raja-raja ini memiliki peran penting dalam sejarah Kerajaan Sriwijaya, yang berdiri pada tahun 682 Masehi dan mencapai masa kejayaannya pada abad ke-9 Masehi

Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang masih ada hingga saat ini antara lain:

  1. Prasasti Kedukan Bukit

    Prasasti Kedukan Bukit ditemukan di sekitar tepian sungai Batang, Kedukan Bukit, Kota Palembang. Prasasti ini berisikan tentang pemberian izin kepada seorang pendeta Budha untuk mendirikan tempat ibadah.

    Prasasti ini merupakan bukti sejarah dan kemajuan Kerajaan Sriwijaya, yang berasal dari Pulau Sumatra dan berdiri pada tahun 682 Masehi.

  2. Prasasti Ligor

    Prasasti Ligor ditemukan di Thailand bagian selatan oleh Nakhon Si Thammarat. Prasasti ini menceritakan kisah raja Sriwijaya yang membangun Tisamaya Caitya untuk Kajara.

  3. Prasasti Kota Kapur

    Prasasti Kota Kapur ditemukan di Kota Kapur, Bangka Belitung. Prasasti ini diperkirakan ditulis pada 656 Masehi. Prasasti Kota Kapur berisikan permintaan kepada Dewa untuk menjaga persatuan dan kesatuan Kerajaan Sriwijaya.

  4. Prasasti Talang Tuo

    Prasasti Talang Tuo ditemukan di sekitar Palembang, Sumatera Selatan. Prasasti ini berisi tentang pembangunan taman oleh Sri Jayanasa, yang dibuat untuk rakyat pada abad ke-7.

  5. Prasasti Palas Pasemah

    Prasasti Palas Pasemah ditemukan di pinggir rawa Desa Palas Pasemah, Lampung Selatan. Peninggalan ini ditulis dalam 13 baris dan berhuruf Pallawa dengan Bahasa Melayu Kuno.

    Isi prasasti ini hampir sama dengan beberapa prasasti peninggalan Sriwijaya lainnya yang ditemukan di Lampung, yaitu tentang kutukan bagi mereka yang tidak patuh kepada penguasa Kerajaan Sriwijaya.

Info Bansos

Info Bansos

Info Bansos

Cara Cek Bansos, Informasi Bansos, Kapan Bansos Cair, Bansos 2026, Cek Bansos KTP, Cek PKH 2026

Link Resmi Cek Bansos Kemensos April 2026 PKH & BPNT, Ini Cara Mudahnya

Link Resmi Cek Bansos Kemensos April 2026 PKH & BPNT, Ini Cara Mudahnya

Link Resmi Cek Bansos Kemensos April 2026 PKH & BPNT, Ini Cara Mudahnya

Panduan Cek Desil Bansos 2026 Lewat HP Gunakan NIK KTP

Panduan Cek Desil Bansos 2026 Lewat HP Gunakan NIK KTP

Panduan Cek Desil Bansos 2026 Lewat HP Gunakan NIK KTP

Cara Cek Bansos Tahap 2 April 2026 Lewat HP dengan NIK KTP

Cara Cek Bansos Tahap 2 April 2026 Lewat HP dengan NIK KTP

Cara Cek Bansos Tahap 2 April 2026 Lewat HP dengan NIK KTP

Mensos: Bansos Reguler Triwulan II Mulai Cair Pekan Kedua April 2026

Mensos: Bansos Reguler Triwulan II Mulai Cair Pekan Kedua April 2026

Mensos: Bansos Reguler Triwulan II Mulai Cair Pekan Kedua April 2026

Informasi Bantuan Sosial Aktual

© 2025 Informasi Bantuan Sosial

Link

  • Bansos
  • Bantuan PIP
  • Cek Bansos
  • Redaksi

Follow Us

No Result
View All Result
  • Bansos
  • Bantuan PIP
  • Cek Bansos
  • Redaksi

© 2025 Informasi Bantuan Sosial