Rentan Alami Gangguan Kesehatan, Ini 6 Penyakit yang Harus Diwaspadai para Jemaah Haji yang Baru Pulang dari Tanah Suci
Rentan Alami Gangguan Kesehatan, Ini 6 Penyakit yang Harus Diwaspadai para Jemaah Haji yang Baru Pulang dari Tanah Suci. Perjalanan panjang dari Tanah Suci ke Tanah Air sering menyebabkan kondisi fisik jemaah haji menurun drastis, yang meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Ira Purnamasari, Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surabaya, memaparkan beberapa faktor-faktor jemaah haji rentan alami masalah kesehatan usai pulang dari Tanah Suci.
Seperti kelelahan, cuaca ekstrim, jumlah jemaah yang lebih besar, dan perubahan gaya hidup yang dilakukan selama haji memengaruhi kondisi kesehatan jemaah haji.
Untuk itu, ia menyatakan bahwa jemaah haji harus mewaspadai enam penyakit umum inni setelah melakukan ibadah haji di Tanah Suci:
1. Covid-19
Baca Juga: Sebentar Lagi Taspen Akan Salurkan Gaji Pokok dan Tunjangan Pensiunan PNS Golongan II
Setelah kasus meningkat di beberapa negara di Asia, penyakit yang menyerang sistem pernapasan ini menjadi subjek perbincangan baru-baru ini.
Gejalanya termasuk kehilangan rasa dan penciuman, batuk, sakit kepala, demam, dan sakit tenggorokan.
Bahkan individu yang tidak menunjukkan gejala infeksi dapat menyebarkan virus dengan mudah.
2. ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas)
Jemaah haji paling sering mengalami ISPA, gejalanya seperti batuk, pilek, demam, dan sakit tenggorokan, yang disebabkan oleh kelelahan, paparan debu, dan kontak dekat dengan orang dari berbagai negara.
3. MERS (Middle east respiratory syndrome)
Baca Juga: Ada yang Capai Rp6 Juta, Ini Besaran Gaji dan Tunjangan PPPK 2024 untuk Honorer
Virus MERS-CoV yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan sangat umum di Timur Tengah.
Penyakit ini lebih sering terjadi pada orang yang lebih tua dan memiliki daya tahan tubuh yang lemah.
“Gejala umum MERS adalah demam, batuk, sesak napas, masalah pencernaan, dan nyeri otot. Komplikasi yang dapat terjadi adalah gagal napas, infeksi yang meluas, gangguan organ, dan bahkan kematian,” katanya.
4. Penyakit Meningitis
Meningitis adalah peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang. Gejalanya biasanya termasuk sakit kepala yang parah, kaku pada leher, kejang, dan penurunan kesadaran.
5. Penyakit pencernaan
Baca Juga: BKN Baru Lakukan Ini, Honorer yang Ingin Jadi PPPK Paruh Waktu Harus Menunggu
Akibat perubahan pola makan, jenis makanan, dan sanitasi yang kurang, jemaah haji rentan mengalami gangguan pencernaan seperti diare. Kondisi ini dapat menyebabkan dehidrasi, terutama pada orang tua.
6. Kambuhnya penyakit kronis
Kondisi fisik yang melemah setelah ibadah haji dapat menyebabkan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan jantung, terutama jika pola makan dan konsumsi obat tidak dijaga dengan baik.



