Penyebab Bansos PKH Juni 2025 Telat Cair! Berikut Penjelasannya
Menjelang akhir Juni 2025, banyak masyarakat masih menantikan pencairan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) tahap kedua. Meski penyaluran sudah berjalan sejak akhir Mei, sejumlah wilayah belum merata dalam proses pencairan. Berikut ini beberapa penyebab keterlambatan tersebut, lengkap dengan solusi dan penjelasannya.
-
-
Masuk Proses Pencairan Susulan
Keterlambatan paling umum terjadi karena Keluarga Penerima Manfaat (KPM) masuk ke dalam daftar pencairan susulan. KPM seperti ini masih terdaftar aktif, namun bantuannya belum disalurkan karena berbagai faktor administratif. Bantuan susulan biasanya dicairkan dalam waktu 7–14 hari kerja setelah status menunjukkan “SPM” di sistem SIKS-NG.
-
Status “Exclude” di SIKS-NG
KPM yang memiliki keterangan “Exclude” di aplikasi SIKS-NG tidak akan menerima bansos, meskipun sebelumnya terdaftar. Ini berarti KPM sudah tidak termasuk dalam kategori miskin atau rentan sesuai hasil verifikasi terbaru.
-
-
Rekening Tidak Aktif atau Bermasalah
Sekitar 1,3 juta KPM gagal menerima bansos PKH karena rekening tidak aktif, nama tidak cocok dengan data bank, atau kartu KKS bermasalah. Proses verifikasi dan koreksi sedang dilakukan oleh Kemensos bekerja sama dengan bank penyalur.
-
Penyaluran Masih Bertahap
Tahap kedua PKH mencakup periode April hingga Juni 2025. Meski pencairan dimulai sejak 28 Mei, banyak daerah baru mulai menyalurkan bantuan di pertengahan Juni. Oleh karena itu, bagi yang belum menerima, diminta untuk bersabar hingga akhir bulan.
-
Tidak Ada Pendamping Sosial
Di beberapa wilayah, ketiadaan pendamping sosial menjadi kendala karena KPM kesulitan mengecek status atau melakukan pelaporan. Dalam situasi ini, masyarakat bisa datang langsung ke kantor desa atau kelurahan untuk bertemu operator SIKS-NG.
-
Data KPM Tidak Valid atau Belum Terdaftar
KPM yang tidak ditemukan dalam sistem e-Bansos bisa jadi belum terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau memiliki data yang tidak sesuai. Kesalahan NIK, nama, atau alamat bisa membuat bansos gagal cair. Solusinya adalah melakukan pengusulan mandiri melalui aplikasi Cek Bansos atau lewat jalur desa/kelurahan.
-
Sistem e-Bansos Belum Terupdate
Beberapa KPM sudah menerima bantuan namun statusnya belum muncul di e-Bansos. Hal ini disebabkan oleh proses pembaruan data yang masih berjalan. Oleh karena itu, jika status Anda menunjukkan SPM tetapi belum ada dana masuk, disarankan untuk cek saldo KKS secara berkala di ATM atau kantor Pos.
Nominal Bansos PKH Tahap 2 Juni 2025
Berikut nominal yang diterima KPM pada tahap kedua tahun ini, tergantung kategori penerima:
-
Ibu hamil dan anak usia dini: Rp750.000
-
Anak SD: Rp225.000
-
Anak SMP: Rp375.000
-
Anak SMA: Rp500.000
-
Lansia atau penyandang disabilitas berat: Rp600.000
BPNT: Rp600.000 per keluarga untuk periode April–Juni
Cara Cek Status Penerima Bansos
Tiga cara mudah untuk mengecek status bansos:
-
Lewat Website Resmi Kemensos
- Akses laman https://cekbansos.kemensos.go.id
- Pilih wilayah dan isi nama sesuai KTP
- Masukkan kode captcha, lalu klik “Cari Data”
-
Lewat Aplikasi Cek Bansos
- Unduh aplikasi di Play Store
- Buat akun dengan upload KTP dan swafoto
- Cek bantuan di menu “Profil”
-
Melalui Kantor Kelurahan atau Desa
- Datang langsung dengan membawa KTP dan KK
- Petugas akan membantu pengecekan lewat sistem SIKS-NG
Syarat Penerima Bansos PKH
Agar bisa menerima PKH, pastikan Anda:
-
Terdaftar dalam DTKS Kemensos
-
Termasuk kategori miskin atau rentan miskin
-
Tidak memiliki pekerjaan sebagai ASN, TNI, atau Polri
-
Tidak memiliki penghasilan tetap di atas upah minimum
Penutup
Keterlambatan pencairan bansos PKH Juni 2025 bukan tanpa alasan. Bisa karena data belum valid, rekening bermasalah, atau status pencairan susulan. Bagi Anda yang belum menerima, segera cek status melalui situs resmi Kemensos, aplikasi Cek Bansos, atau hubungi petugas desa/kelurahan. Pastikan data Anda aktif dan sesuai agar bantuan segera cair.

Komentar