Pengertian Piramida Penduduk: Jenis dan Karakteristiknya
Piramida penduduk biasanya digunakan untuk mengetahui komposisi penduduk berdasarkan kriteria tertentu seperti umur jenis kelamin, agama, mata pencaharian, dan lain sebagainya yang disajikan dalam bentuk tabel atau grafik. Dengan piramida penduduk, maka kita dapat dengan mudah mengetahui kondisi penduduk di suatu wilayah berdasarkan kriteria-kriteria tersebut. Lantas apa sih piramida penduduk itu sendiri? Untuk lebih memahami materi terkait piramida penduduk, kamu dapat membaca penjelasan dibawah ini.
Pengertian Piramida Penduduk
Apa itu piramida penduduk? Piramida penduduk merupakan grafik yang menggambarkan kondisi demografis suatu populasi yang biasanya mencakup usia dan jenis kelamin. Dalam piramida ini, dua garis tegak lurus digunakan untuk membagi data. Bagian kiri mewakili laki-laki, sedangkan bagian kanan mewakili perempuan. Sumbu interval biasanya diatur setiap 5 tahun yang menunjukkan rentang usia penduduk dengan yang termuda di bagian bawah dan yang tertua di bagian atas.
Jenis-Jenis Piramida Penduduk
-
Piramida Ekspansif atau Piramida Penduduk Muda
Piramida ekspansif dikenal juga sebagai piramida penduduk muda. Piramida ekspansif digambarkan dengan bentuk yang meruncing ke atas dan menunjukkan bahwa bagian atasnya lebih kecil dibandingkan bagian bawah.
Gambaran ini mencerminkan bahwa angka kelahiran lebih tinggi daripada angka kematian. Ketika suatu daerah memiliki piramida ekspansif, hal itu menandakan pertumbuhan penduduk yang sangat cepat. Semakin ke bawah piramida, maka semakin muda usia penduduk yang ditunjukkan.
Indonesia merupakan salah satu negara dengan piramida jenis ini, karena dapat mengindikasikan pertumbuhan penduduk yang pesat. Selain Indonesia, negara seperti China dan Malaysia juga memiliki piramida penduduk muda.-
Karakteristik piramida penduduk ekspansif meliputi:
- Angka kelahiran yang lebih tinggi dibandingkan angka kematian.
- Jumlah penduduk usia muda yang lebih banyak daripada usia tua.
- Pertumbuhan penduduk yang cepat.
- Umumnya terjadi di negara-negara berkembang.
-
-
Piramida Penduduk Stasioner
Piramida stasioner adalah piramida yang menunjukkan kondisi penduduk yang cenderung stabil. Piramida jenis ini disebut juga dengan piramida granat karena memang bentuknya menyerupai granat dimana bagian atas akan mengerucut, tetapi bagian bawah juga cenderung mengerucut meskipun tidak sebanyak bagian atas. Sementara pada bagian tengah akan melebar. Dari penggambaran itu dapat diketahui bahwa angka kelahiran dan kematian seimbang. Di sisi lain, usia produktif pada piramida stasioner ini cenderung banyak. Oleh sebab itu, kondisi negara dengan piramida stasioner ini dimiliki oleh negara-negara maju seperti Jerman, Prancis, Inggris, sampai Amerika Serikat.
-
Karakteristik dari piramida stasioner meliputi:
- Pertumbuhan penduduk stabil
- Tingkat kelahiran dan kematian cenderung seimbang atau nyaris sama.
- Usia produktif lebih banyak.
- Rasio ketergantungan nol.
- Terjadi di negara-negara maju.
-
-
Piramida Konstruktif
Piramida konstruktif adalah kebalikan dari piramida ekspansif, di mana penduduk yang berusia tua lebih mendominasi. Oleh karena itu, piramida ini juga dikenal sebagai piramida penduduk tua yang menandakan adanya penurunan jumlah penduduk.
Bentuk piramida konstruktif mirip dengan guci terbalik yang menunjukkan bahwa jumlah penduduk usia tua lebih banyak dibandingkan dengan usia muda. Hal ini disebabkan oleh angka kematian yang lebih tinggi daripada angka kelahiran.
Berbeda dengan negara-negara dengan piramida ekspansif yang menerapkan program pembatasan kelahiran, seperti Program Keluarga Berencana, negara dengan piramida konstruktif, seperti Jepang, cenderung mendorong masyarakat untuk memiliki lebih banyak anak.
Contoh negara dengan piramida konstruktif dapat ditemukan di negara-negara maju, seperti Jepang, Belgia, dan Singapura.
-
Karakteristik piramida penduduk konstruktif meliputi:
- Tingginya angka kematian dan rendahnya angka kelahiran.
- Meningkatnya harapan hidup.
- Jumlah penduduk usia muda yang sedikit, sedangkan usia tua lebih banyak.
- Pertumbuhan penduduk yang lambat.
- Proporsi usia produktif yang lebih besar.
- Rasio ketergantungan yang rendah.
-



