Isu pengangkatan pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) ramai diperbincangkan publik. Banyak yang mengira seluruh pegawai dan relawan SPPG otomatis akan diangkat menjadi PPPK.
Faktanya, tidak semua pegawai SPPG masuk dalam skema tersebut. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional menegaskan bahwa hanya jabatan tertentu yang memenuhi kriteria pengangkatan PPPK.
Latar Belakang Isu Pengangkatan PPPK SPPG
Isu ini muncul seiring berjalannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melibatkan ribuan tenaga di lapangan. Sebagian masyarakat menafsirkan bahwa seluruh pegawai SPPG akan diangkat menjadi PPPK berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 115 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG.
Namun, penafsiran tersebut dinilai kurang tepat. Regulasi tersebut tidak secara otomatis mengatur pengangkatan semua pegawai SPPG menjadi ASN PPPK.
Penjelasan Resmi dari Badan Gizi Nasional
DIlansir dari laman detik, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S. Deyang, menegaskan bahwa pengangkatan PPPK hanya berlaku untuk pegawai inti yang menjalankan fungsi strategis dalam operasional SPPG.
Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang, khususnya di kalangan relawan dan tenaga pendukung program.
Jabatan SPPG yang Bisa Diangkat PPPK
Pegawai SPPG yang berpeluang diangkat menjadi PPPK hanya mencakup:
- Kepala SPPG
- Ahli gizi
- Akuntan
Ketiga jabatan tersebut dinilai memiliki fungsi teknis dan administratif strategis yang dibutuhkan secara berkelanjutan dalam program MBG.
Relawan SPPG Tidak Termasuk Skema PPPK
Di luar jabatan inti tersebut, termasuk relawan dan tenaga pendukung lainnya, tidak masuk dalam skema pengangkatan PPPK. Hal ini sudah dirancang sejak awal agar program tetap fleksibel dan berkelanjutan.
Alasan Tidak Semua Pegawai SPPG Diangkat PPPK
Keputusan ini bukan untuk mengurangi peran relawan, melainkan menyesuaikan dengan ketentuan regulasi ASN.
Pertimbangan Regulasi dan Keberlanjutan
Beberapa alasan utama pembatasan pengangkatan PPPK:
- PPPK hanya diperuntukkan bagi jabatan struktural dan fungsional tertentu
- Relawan tidak terikat dalam struktur ASN secara administratif
- Skema relawan menjaga inklusivitas dan jangkauan Program MBG
Dampak bagi Relawan
Meski tidak diangkat menjadi PPPK, relawan tetap memegang peran penting dalam keberhasilan Program MBG. Pemerintah menilai kontribusi relawan sangat krusial, terutama dalam implementasi di lapangan.
Apa Artinya bagi Pegawai dan Relawan SPPG?
Bagi pegawai inti, peluang menjadi PPPK terbuka dengan syarat memenuhi ketentuan ASN dan kebutuhan organisasi. Sementara itu, relawan tetap menjadi bagian dari ekosistem Program MBG, meski tidak berstatus ASN.
Klarifikasi ini diharapkan dapat:
- Menghindari kesalahpahaman di masyarakat
- Memberikan kepastian status bagi pegawai SPPG
- Menjaga keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis
Penutup
Tidak semua pegawai SPPG bisa diangkat menjadi PPPK. Pengangkatan hanya berlaku bagi jabatan inti seperti Kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan sesuai kebutuhan strategis program. Relawan tetap memiliki peran penting, namun secara regulasi tidak termasuk dalam kategori ASN PPPK.
Dengan penjelasan ini, kamu diharapkan bisa memahami posisi dan peluang masing-masing peran dalam Program Makan Bergizi Gratis secara lebih jelas dan proporsional.
sumber: https://www.detik.com/kalimantan/berita/d-8306500/pegawai-sppg-bisa-jadi-pppk-ini-syaratnya



