Beranda / Manfaat Buah Matoa Untuk Kesehatan Tubuh

Manfaat Buah Matoa Untuk Kesehatan Tubuh

Manfaat Buah Matoa Untuk Kesehatan Tubuh

Matoa (Pometia pinnata) merupakan jenis tanaman yang ditemukan secara luas di Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Melanesia. Pohon matoa termasuk dalam kategori besar dengan tinggi rata-rata sekitar 18 meter dan diameter maksimum rata-rata 100 cm. Pohon matoa biasanya menghasilkan buah satu kali dalam setahun. Umumnya, pohon ini berbunga dari bulan Juli hingga Oktober dan berbuah tiga atau empat bulan setelahnya. Penyebaran buah matoa di Papua meliputi hampir seluruh area dataran rendah hingga ketinggian sekitar 1200 m dpl. Tanaman ini tumbuh optimal di daerah dengan tanah yang kering (tidak tergenang) dan lapisan tanah yang tebal. Untuk pertumbuhan yang optimal, diperlukan iklim dengan curah hujan tinggi (>1200 mm/tahun). Matoa juga ditemukan di beberapa tempat di Sulawesi, Maluku, dan Papua New Guinea. Buah matoa memiliki rasa yang manis.




Kandungan Pada Buah Matoa

  • Kalori: 90 kcal

  • Air: 76,5 gram

  • Protein: 1,2 gram

  • Lemak: 0,1 gram

  • Karbohidrat: 21,1 gram

  • Serat: 0,5 gram

  • Kalsium: 20 mg

  • Fosfor: 40 mg

  • Zat besi: 0,6 mg

  • Natrium: 10 mg




  • Kalium: 190 mg

  • Zink: 0,6 mg

  • Beta-karoten: 2 mcg

  • Vitamin B1: 0,18 mg

  • Vitamin B3: 0,5 mg

  • Vitamin C: 54 mg

Manfaat Kesehatan Buah Matoa

  1. Melindungi Tubuh dari Radikal Bebas

    Buah matoa mengandung vitamin C dan asam galat yang berfungsi sebagai antioksidan. Antioksidan memainkan peran penting dalam melawan radikal bebas yang dapat merusak DNA, lemak, dan protein di sel tubuh. Radikal bebas yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko penyakit kronis seperti kanker, diabetes, Alzheimer, dan penuaan dini. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami efek mendalam dari buah matoa dalam mencegah penyakit kronis.

  2. Mengatur Kadar Gula Darah

    Penelitian menunjukkan bahwa buah matoa mengandung saponin, senyawa yang dapat menghambat kerja enzim alfa-glukosidase. Enzim ini berfungsi dalam penyerapan gula di usus, sehingga konsumsi buah matoa dapat membantu mencegah lonjakan drastis pada kadar gula darah. Kandungan seratnya juga mengurangi penyerapan gula, menjadikannya potensi untuk mengatasi diabetes.

  3. Melawan Infeksi

    Kulit buah matoa terbukti dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab infeksi, seperti E. coli, S. aureus, dan B. cereus. Daging buah ini juga mengandung saponin yang dapat merusak bakteri, menjadikannya calon potensial untuk bahan antibiotik alami. Namun, penelitian lebih lanjut mengenai manfaat daging buah matoa masih diperlukan.



  4. Menurunkan Tekanan Darah

    Buah matoa kaya akan kalium, yang berfungsi untuk mengeluarkan natrium berlebih melalui urine. Natrium dapat meningkatkan tekanan darah jika dikonsumsi secara berlebihan. Kalium juga membantu mengurangi tekanan pada pembuluh darah, yang bermanfaat bagi mereka yang rentan terhadap hipertensi. Ekstrak biji dan daun matoa juga diketahui dapat menurunkan tekanan darah tinggi berdasarkan penelitian pada tikus.

  5. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

    Kandungan vitamin C dalam buah matoa merangsang produksi sel darah putih, yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. Sel darah putih membantu melawan infeksi dengan meningkatkan produksinya saat tubuh sakit. Vitamin C juga berperan dalam melindungi dan memperbaiki jaringan tubuh yang rusak akibat infeksi.

  6. Menjaga Kesehatan Tulang

    Kalsium, fosfor, dan vitamin C dalam buah matoa mendukung kesehatan tulang. Kalsium dan fosfor membantu membangun struktur tulang agar tetap kuat, sedangkan vitamin C berperan dalam pembentukan kolagen, protein yang penting untuk kesehatan tulang.

Buah matoa menawarkan berbagai manfaat kesehatan berkat kandungan gizinya, termasuk mengatur kadar gula darah, melawan infeksi, menurunkan tekanan darah, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan menjaga kesehatan tulang. Selain itu, antioksidan dalam buah ini juga berguna dalam melawan radikal bebas dan mencegah penyakit kronis. Namun, manfaat ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk pemahaman yang lebih mendalam. Konsumsi buah matoa sebaiknya dilakukan dalam jumlah wajar untuk menghindari efek samping seperti pusing atau mual.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan