Sholat Tarawih merupakan ibadah sunnah muakkad yang khusus dikerjakan pada malam-malam bulan suci Ramadan. Ibadah ini menjadi salah satu sarana utama bagi umat muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, meraih pahala berlipat ganda, serta memohon ampunan atas dosa-dosa masa lalu. Tiga aspek penting dalam pelaksanaan Tarawih adalah pelafalan niat, prosedur teknis sholat, dan doa penutup.
Niat Sholat Tarawih
Niat adalah rukun penentu sahnya suatu ibadah, dan dapat disesuaikan bacaan niatnya tergantung pada cara pelaksanaannya apakah dilakukan sendiri, sebagai makmum sholat berjamaah, atau sebagai imam yang memimpin jamaah.
Dalam sholat Tarawih, lafal niat dibedakan berdasarkan peran seseorang dalam sholat sebagai berikut :
Sebagai Makmum
Sebagai makmum harus fokus dan mengikuti imam demi kelancaran jamaah.
Lafalnya adalah: “Ushallî sunnatat tarâwîhi rakataini mustaqbilal qiblati maʻmûman lillâhi taâlâ.”
Artinya : “Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakat dengan menghadap kiblat sebagai makmum, karena Allah Taala.”
Sebagai Imam
Imam sangat bertanggung jawab memimpin jamaah pada saat sholat Tarawih.
Lafalnya: “Ushallî sunnatat tarâwîh rakataini mustaqbilal qiblati imâman lillâhi taâlâ.”
Artinya : “Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakat dengan menghadap kiblat sebagai imam, karena Allah Taala.”
Sholat Sendiiri (Munfarid)
Sholat sendiri berarti sholat Tarawih yang melaksanakan di rumah secara personal.
Lafalnya: “Ushallî sunnatat tarâwîhi rakataini mustaqbilal qiblati lillahi taʼâlâ.”
Artinya : “Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakat dengan menghadap kiblat, karena Allah Taala.”
Tata Cara Pelaksanaan Sholat Tarawih
Secara teknis, sholat Tarawih dilakukan dengan dua rakaat dalam satu salam. Meskipun jumlah total rakaat bisa bervariasi antara 8 atau 20 rakaat, namun urutan gerakannya mengikuti standar sholat pada umumnya, dimulai dari takbiratul ihram hingga salam.
Penting bagi setiap muslim untuk menjaga tuma’ninah atau ketenangan/diam sejenak dalam setiap gerakan seperti rukuk, i’tidal, dan sujud agar kualitas ibadah tetap terjaga meski dilakukan dalam jumlah rakaat yang banyak.
Berikut tata cara pelaksanaan sholat Tarawih :
- Membaca niat
- Memulai sholat dengan takbiratul ihram sambil mengucapkan “Allaahu akbar”.
- Membaca Surat Al-Fatihah.
- Melanjutkan dengan membaca salah satu Surat dalam Al-Qur’an.
- Melakukan rukuk dengan tuma’ninah serta membaca doa rukuk.
- Bangkit ke i’tidal dengan tuma’ninah dan mengucapkan doa i’tidal.
- Sujud pertama dengan tuma’ninah sambil membaca doa sujud.
- Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah serta melafalkan doanya.
- Melakukan sujud kedua dengan tuma’ninah dan membaca doa sujud.
- Berdiri kembali untuk melaksanakan rakaat kedua.
- Rakaat kedua diawali dengan membaca Surat Al-Fatihah dan diikuti dengan urutan gerakan yang sama hingga sujud kedua.
- Duduk tasyahud akhir serta membaca doa tasyahud akhir.
- Mengakhiri sholat dengan salam, menoleh ke kanan dan kiri sambil mengucapkan “Assalaamu ‘alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh”.
- Lakukan tata cara di atas hingga 8 atau 20 rakaat sholat tarawih.
Kesimpulan
Melaksanakan sholat Tarawih dengan memahami niat dan tata caranya bukan sekadar menjalankan rutinitas tahunan yang merupakan bentuk kesungguhan seorang hamba dalam menghidupkan malam Ramadan.
Sumber
https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-7801789/niat-sholat-tarawih-lengkap-arab-latin-dan-terjemahannya

Komentar