Siapa itu PPPK Paruh Waktu dan bagaimana gajinya?
PPPK Paruh Waktu adalah skema pekerjaan fleksibel dalam birokrasi yang disesuaikan dengan kondisi anggaran dan kebutuhan SDM tiap instansi pemerintahan. Walau “paruh waktu”, regulasi dan pelaksanaannya bisa sangat variatif tergantung daerah dan instansi terkait.
Untuk gaji, pemerintah menetapkan bahwa pengelola umum operasional yang diangkat sebagai PPPK Paruh Waktu harus menerima paling sedikit:
- Setara dengan upah terakhir saat masih honorer, atau
- Sebesar upah minimum wilayah setempat
- Kedua hal ini tertuang dalam Pasal Diktum ke-19 Kepmen PAN-RB Nomor 16 Tahun 2025.
Jadi, misalnya di suatu daerah upah minimum adalah Rp X, maka gaji PPPK Paruh Waktu minimal tak boleh di bawah angka itu, kecuali kalau honor sebelumnya (saat masih honorer) lebih tinggi, maka bisa tetap memakai angka yang lama.
Contohnya di Kota Medan, Sumatera Utara: kalau sebelumnya seseorang dibayar honor Rp 1,5 juta sebagai honorer, maka sebagai PPPK Paruh Waktu bisa saja tetap “cukup” di angka itu.
Selain gaji pokok, PPPK Paruh Waktu juga punya peluang mendapatkan tunjangan-tunjangan seperti kinerja, keluarga, jabatan, tunjangan pangan; belum lagi hak atas THR, gaji ke-13, serta jaminan sosial (BPJS). Namun, regulasi rinci soal tunjangan ini belum ada yang mengikat secara nasional.
Meskipun disebut “paruh waktu”, dalam praktik beberapa instansi tetap memberlakukan jam kerja harian penuh (misalnya 8 jam), sama seperti ASN biasa. Jam kerjanya sama antara PPPK Paruh Waktu dan pegawai ASN lainnya.
Apa saja tugas “Pengelola Umum Operasional”?
Secara umum, tugasnya adalah membantu operasional dan administrasi agar institusi pemerintahan tetap berjalan lancar.
Namun, detailnya bisa berbeda di tiap instansi dan daerah, tergantung struktur organisasi dan kebutuhan lokal.
Berikut jenis-jenis tugas yang biasanya diemban:
- Mengecek, mengarsip, dan menyebarkan surat masuk dan surat keluar
- Menyusun laporan kegiatan dan data kelembagaan
- Membantu tugas pimpinan sesuai fungsi unit kerja
- Menjaga data & dokumen agar tetap akurat dan terkini
- Memastikan proses administrasi berjalan sesuai prosedur
- Mengoperasikan perangkat kantor dan sistem TI sederhana (komputer, aplikasi pemerintahan, printer, scanner)
Untuk sukses dalam peran ini, seseorang mesti punya sifat teliti, rasa tanggung jawab yang tinggi, dan kemampuan bekerja di bawah tekanan.



