Doa Buka Puasa Ramadan: Lengkap Arab, Latin, Arti dan Adab Sesuai Sunnah. Menjalankan puasa selama bulan Ramadan dimulai dengan sahur dan diakhiri dengan berbuka.
Saat waktu Maghrib tiba, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa buka puasa Ramadan. Sangat disarankan untuk segera berbuka puasa dan tidak menunda-nundanya. Untuk mendapatkan berkah yang lebih, bacalah doa buka puasa yang sesuai dengan sunnah dari Rasulullah SAW.
Di Indonesia, doa allahumma lakasumtu sangat populer sebagai doa untuk berbuka puasa. Doa ini telah diajarkan sejak masa kecil dan sering disiarkan di televisi. Selain doa tersebut, ada satu doa lain yang sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW dan dianjurkan untuk dibaca saat berbuka puasa Ramadhan.
Berikut ini adalah isi lengkapnya yang dilansir dari detik.com:
Doa Buka Puasa Ramadan Arab Latin
Berdasarkan buku Ilmu Tauhid yang ditulis oleh Dr. Zakir Naik, disusun oleh Ramadhani dkk, serta karya Sulaeman yang berjudul Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki.
Berikut adalah bacaan lengkap doa buka puasa yang sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Arab Latin:
Dzahabazh-zhama-u, wabtalatil-‘uruqu, wa tsabatal-ajru, insya Allah.
Artinya:
“Rasa dahaga sudah hilang, tenggorokan telah basah, semoga pahala tetap ada (di sisi-Nya), insya Allah. “
Doa ini tidak dibaca sebelum berbuka, tetapi setelah puasa dibatalkan.
Sebelum berbuka, tetaplah membaca bismillah sesuai dengan sunnah. Kemudian, minumlah seteguk air atau makanlah 1 hingga 3 butir kurma sebelum membaca doa di atas.
Doa Buka Puasa Rajab Allahumma Lakasumtu
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَبِكَ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ
Arab Latin:
Allaahumma laka shumtu wa ‘alaa bika âmantu, wa bika wa ‘alaika tawakkaltu
Artinya:
“Ya Allah, Aku menjalankan puasa hanya untuk-Mu dan membatalkannya dengan karunia-Mu. “
Hukum Doa Buka Puasa Allahumma Lakasumstu
Menurut NU Online, lafaz doa tersebut berasal dari hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, sebagaimana dinyatakan oleh Syekh M Khatib as-Syarbini yang menyampaikan:
“(Orang yang berpuasa) dianjurkan untuk membaca setelah berbuka: ‘Allâhumma laka shumtu, wa ‘alâ rizqika afthartu. ‘ Hal ini karena Rasulullah SAW pernah mengucapkan doa ini, yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. “
Doa allahumma lakasumtu juga ada yang bersumber dari hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud, At-Thabarani, dan Ad-Daruquthuny yang memiliki derajat keaslian yang lemah atau dhoif. Ketiga perawi hadis ini tidak saling menguatkan karena lafaznya berbeda.
Ahmad Sarwat menyatakan bahwa para ulama memiliki pendapat yang berbeda mengenai hukum menggunakan lafaz doa yang sumbernya belum sepenuhnya disepakati. Beberapa mengatakan bahwa hal itu tidak boleh, sementara yang lain memperbolehkannya.
Selain itu, dalam doa secara umum, diperbolehkan untuk menggunakan bacaan yang telah dimodifikasi. Apalagi jika ada lafaz zhan yang menunjukkan bahwa hadis tersebut diucapkan oleh Rasulullah SAW.
Alasan lain untuk membolehkannya adalah karena hadis doa di atas tidak terkait langsung dengan ibadah dan tauhid. Wallahu’alam bissawab.
Adab Buka Puasa Ramadan
Dalam buku Pelajaran Adab Islam 1 yang ditulis oleh Suhendri dan Ahmad Syukri, terdapat lima adab yang sebaiknya dilakukan saat berbuka puasa:
- Segera Membatalkan Puasa
Hal ini tidak berarti bahwa seseorang boleh berbuka sebelum waktunya. Yang dimaksud dengan segera adalah ketika matahari terbenam atau azan Maghrib mulai berkumandang, maka segeralah untuk membatalkan puasa. Rasulullah SAW bersabda:“Manusia akan selalu berada dalam kebaikan selama mereka segera berbuka,” (HR. Bukhari dan Muslim).
- Berbuka dengan Kurma, Jika Tidak Ada Maka dengan Air
Sangat dianjurkan untuk berbuka puasa dengan kurma basah (ruthob) atau kurma kering (tamr). Namun, jika tidak ada, berbukalah dengan seteguk air. Seperti yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA:“Biasanya, Rasulullah SAW memulai berbuka puasa dengan ruthob sebelum melakukan salat. Apabila ruthob tidak ada, beliau memilih tamr. Jika keduanya tidak tersedia, beliau akan berbuka dengan segelas air,” (HR. Abu Daud).
- Menjaga Salat Setelah Berbuka
Salat Maghrib merupakan kewajiban bagi setiap umat Islam, namun disarankan untuk berbuka puasa terlebih dahulu. Makanan yang siap disajikan bisa dinikmati dengan tenang tanpa terburu-buru untuk salat sampai makan selesai. Hal ini bertujuan agar pelaksanaan salat dilakukan dengan baik dan penuh perhatian. Dalam sebuah hadis, Ibnu Umar RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:“Apabila hidangan telah tersedia, disunnahkan untuk menyelesaikan makan terlebih dahulu sebelum menunaikan salat, walaupun iqamah telah dikumandangkan.” (HR. Bukhari)
Selanjutnya, ada juga riwayat yang menyatakan:
“Apabila makan malam telah disajikan, utamakanlah makan malam sebelum melakukan salat Maghrib. Jangan terburu-buru dalam menyantap makanan kalian,” (HR. Bukhari dan Muslim).
- Doa Saat Berbuka
Saat membatalkan puasa, disarankan untuk membaca basmalah, berdoa, dan memulai dengan kurma atau air putih. Ibnu Umar RA menyampaikan bahwa:“Rasulullah SAW mengucapkan saat berbuka: dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah (artinya: haus telah sirna, urat-urat telah terhidrasi, dan pahala insya Allah akan diterima),” (HR. Abu Daud).
Doa berbuka puasa “allahumma lakasumtu” berasal dari hadis yang dinilai lemah atau dhoif. Meski demikian, doa ini tetap dapat diamalkan untuk meraih keberkahan.
- Memberikan Makanan
Memberikan makanan kepada mereka yang sedang berpuasa mendapatkan pahala yang luar biasa. Seperti yang disampaikan oleh Rasulullah SAW:“Siapa yang memberi makan kepada orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala si orang berpuasa sedikit pun,” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Imam Ahmad).
Ini adalah doa puasa Ramadan sesuai dengan sunnah berserta adabnya. Selamat berbuka puasa!
Sumber
https://www.detik.com/sumbagsel/berita/d-8361766/doa-buka-puasa-ramadan-sesuai-sunnah-rasulullah-arab-latin-arti-dan-adabnya




