Disdukcapil Surabaya: 1.000 Kematian Tak Dilaporkan demi Bansos?
Disdukcapil Surabaya: 1.000 Kematian Tak Dilaporkan demi Bansos?Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya melaporkan bahwa sekitar seribu warga yang telah meninggal belum dicatat akta kematiannya.
Setelah diteliti, alasan di balik hal ini cukup umum. Masyarakat tidak melaporkan kematian anggota keluarganya karena khawatir akan kehilangan hak atas bantuan sosial (bansos). Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dispendukcapil Surabaya, Eddy Christijanto.
“Kami masih memiliki sekitar seribu orang yang telah meninggal, namun akta kematiannya belum dilaporkan. Rata-rata, penyebabnya adalah masalah sosial,” jelas Eddy di Surabaya, Senin (13/10).
Beberapa orang berkeyakinan bahwa jika akta kematian dilaporkan, maka data keluarga mereka akan dihapus dari daftar penerima bantuan. Namun, menurut Eddy, bantuan sosial tetap diberikan kepada ahli waris yang sah.
“Sebenarnya, dari Kementerian Sosial (Kemensos) dan Dinas Sosial sendiri sudah menyampaikan bahwa ketika seseorang meninggal, hak bantuan dapat dilanjutkan kepada istri atau ahli warisnya,” tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa ketidakpahaman warga mengenai sistem data bantuan sosial menyebabkan kekhawatiran ini. Banyak dari mereka takut melaporkan akta kematian karena berpikir bahwa data mereka akan lenyap dan bantuan tidak akan diberikan lagi.
“Oleh karena itu, ketakutan mereka adalah ketika melaporkan akta kematian anggota keluarga, data keluarga akan hilang dari daftar kemiskinan, sehingga tidak mendapatkan bansos. Padahal, kenyataannya tidak demikian,” ungkap Eddy.
Ia berpendapat bahwa fenomena di mana masyarakat enggan melaporkan kematian anggota keluarganya dapat mengganggu keakuratan data kependudukan di Kota Surabaya. Hal ini juga berpengaruh pada penyaluran bansos.
Apalagi saat ini, semua layanan administrasi kependudukan (adminduk) dapat diakses dari mana saja dan kapan saja secara online. Tidak perlu lagi datang jauh-jauh ke kantor kelurahan atau Mal Pelayanan Publik Siola.
“Masih ada yang malas mengurusnya. Itulah mengapa kami menyediakan layanan online, jadi sudah tidak ada alasan untuk malas. Di rumah pun bisa menggunakan KNG Mobile, semua layanan kependudukan tersedia di situ,” tambahnya.
Eddy mengimbau masyarakat Surabaya untuk lebih disiplin dalam mengurus administrasi kependudukan. Sangat penting untuk secara rutin memperbarui data kependudukan, termasuk informasi tentang pendidikan, pernikahan, kelahiran, kematian, dan golongan darah.
“Kami meminta warga Surabaya untuk tertib dalam mengurus adminduk dengan melakukan pembaruan data kependudukan, sehingga jika ada masalah, pemerintah bisa memberikan intervensi yang tepat dan sesuai dengan alamat,” tutup Eddy.
Pemerintah Cairkan Bansos Yatim Piatu hingga Rp 1,8 Juta
Di sisi lain, pemerintah pusat mulai mencairkan dana bansos untuk yatim piatu dengan angka mencapai Rp 1,8 juta per penerima pada pertengahan Oktober 2025 ini.
Pencairan ini merupakan bagian dari program perlindungan sosial yang disalurkan secara bertahap oleh Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Bank Mandiri.
Bagi mereka yang belum menarik dananya dari periode sebelumnya, sekarang adalah waktu yang tepat untuk memeriksa. Sebab, saldo bantuan telah masuk ke rekening masing-masing penerima.
Bantuan untuk yatim piatu ini ditujukan untuk mendukung anak-anak yang kehilangan orang tua sehingga mereka tetap mendapatkan perlindungan dan pemenuhan kebutuhan dasar.
Dana yang dicairkan kali ini merupakan akumulasi dari beberapa periode sebelumnya, dimulai dari bulan Januari hingga September 2025.
Dengan kata lain, bagi penerima yang belum menarik dana dari periode pertama hingga keempat, total bantuan yang akan diterima bisa mencapai Rp 1,8 juta.
KPM Bansos PKH dan BPNT Dapat Tambahan Beras dan Minyak Goreng
Di sisi lain, program penyaluran Bansos PKH dan BPNT juga tengah berlangsung. Menurut data terbaru per 13 Oktober 2025, pemerintah sedang mempersiapkan penambahan bantuan untuk periode Oktober–November 2025.
Setiap keluarga yang mendapatkan bantuan (KPM) akan menerima tambahan beras seberat 20 kilogram serta minyak goreng sebanyak 4 liter, yang akan disalurkan oleh Perum Bulog dan Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Proses penyaluran akan dilakukan sekali untuk dua bulan dan dijadwalkan segera dimulai akhir Oktober 2025. Perubahan dalam jumlah penerima bantuan di beberapa daerah juga masih terus berlangsung.
Menurut data dari DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional), sejumlah daerah seperti NTT (+8%), Papua Pegunungan (+7,6%), dan Sulawesi Tengah (+4,1%) mengalami peningkatan jumlah penerima bantuan.
Di sisi lain, Aceh (-2,5%), Jambi (-2,4%), dan Jawa Barat (-3,5%) mengalami penurunan karena hasil evaluasi kelayakan.
Untuk memverifikasi apakah Anda termasuk dalam daftar penerima bantuan, segera periksa status Anda melalui situs resmi cekbansos. kemensos. go. id atau tanyakan langsung ke kantor desa setempat.
Jika nama Anda ada dalam daftar, segera lakukan pencairan sebelum masa aktif bantuan berakhir.
Oleh karena itu, jangan tunda lagi. Segeralah memeriksa rekening atau kartu ATM Anda hari ini. Mungkin saja, bantuan untuk yatim piatu hingga Rp 1,8 juta sudah tersedia dan siap dicairkan.
Sebelumnya, bulan Oktober selalu dinanti oleh keluarga penerima bantuan (KPM) bansos. Karena pada bulan ini sejumlah bantuan dari pemerintah akan dicairkan.
Informasi Pencairan Bansos yang Dinantikan
Banyak keluarga penerima manfaat (KPM) menunggu berita mengenai pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) serta Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap keempat tahun ini.
Kabar positifnya, pencairan kedua program utama ini dipastikan akan segera dilakukan dan bahkan akan dilengkapi dengan peningkatan bantuan atau tambahan dana yang bisa mencapai Rp 400.000 per KPM.
Berdasarkan informasi terbaru dari sistem aplikasi SixNG, bantuan PKH dan BPNT untuk periode Oktober–Desember 2025 sudah berada pada tahap “cek rekening”. Artinya, proses pencairan hanya tinggal selangkah lagi untuk masuk ke rekening masing-masing penerima.
Jika melihat pola pencairan sebelumnya, status “cek rekening” biasanya hanya berjarak 1–2 minggu sebelum dana benar-benar tersedia.
Dengan demikian, penyaluran bantuan diperkirakan akan dimulai antara pertengahan hingga akhir Oktober 2025.
Sumber : https://www.msn.com/id-id/berita/other/duh-khawatir-jatah-bansos-hilang-1000-warga-surabaya-belum-laporkan-akta-kematian/ar-AA1Om2LP

Komentar