Dampak Buruk Mengkonsumsi Susu Kental Manis Berlebihan
Penggunaan atau kebiasaan untuk mengonsumsi susu kental manis sering dijumpai pada makanan dan minuman di Indonesia. Memiliki tekstur yang kental dan manis, membuat kental manis disukai banyak orang, terutama anak-anak. Susu kental manis merupakan jenis susu yang telah diolah dengan menambahkan gula untuk memberikan rasa manis serta tekstur yang lebih kental atau pekat. Proses pembuatan susu kental manis menggunakan pemanasan susu dengan gula tambahan hingga larut dan menghasilkan konsistensi yang lebih tebal. Susu kental manis atau krimer kental manis diketahui mengandung gula hingga lima kali lipat lebih banyak dari susu evaporasi.
Tidak sedikit bahkan sering dijumpai orang tua bahkan memberikan SKM dengan cara diencerkan kepada anak-anak karena dianggap seperti susu formula. Rasa manis dalam SKM juga bahkan memberikan dorongan kepada anak-anak dan balita untuk selalu ingin merasakannya lagi dan lagi. Disisi lain, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengimbau untuk tidak menyeduh susu kental manis (SKM) atau dikonsumsi secara berlebihan setiap hari.
Komposisi yang Terkandung Dalam SKM
Dalam satu saset SKM memiliki kandungan kalori sebesar 180 kkal dengan rincian:
-
67% karbohidrat (sudah termasuk gula),
-
30% lemak, dan
-
3% protein,
-
Sedangkan jika dibandingkan dengan segelas susu sapi segar, memiliki 146 kkal kalori dengan rincian:
-
30% karbohidrat (sudah termasuk gula),
-
49% lemak, dan
-
21% protein.
Berdasarkan pernyataan dari Badan Pengawas dan Obat Makanan (BPOM), susu kental manis yang beredar ternyata tidak mengandung padatan susu sama sekali. Hal ini dibuktikan dengan tabel yang dikeluarkan oleh BPOM, yang mana kandungan zat gizi dalam produk susu kental manis sendiri mengandung lemak susu sebesar minimal 8 persen, protein (Nx6,38) minimal sebesar 6,5 persen, dan tidak memiliki total padatan susu. Setelah dilansir dari laman resmi BPOM, susu kental manis sudah sangat jelas tidak diperuntukkan untuk minuman, melainkan hanya sebagai pelengkap sajian, karena kandungan gulanya bisa melebihi 50 persen. Produk susu yang disarankan untuk dikonsumsi adalah susu evaporasi seperti susu UHT, susu pasteurisasi, susu steril, susu segar, dan susu skim.
Efek Samping Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan
-
Menyebabkan Sakit Gigi
Konsumsi makanan manis dan makanan serta minuman manis lainnya secara berlebihan dapat menyebabkan kerusakan gigi dan nyeri. Masalah ini terutama bisa terjadi jika kebersihan gigi dan mulut tidak terjaga.
-
Gangguan Tenggorokan
Dampak negatif susu kental manis lainnya pada anak adalah menyebabkan batuk.
Anak Anda mungkin batuk saat tidur. Sebab, kandungan lemak dan gula pada susu kental manis bisa meninggalkan lendir di tenggorokan. Hal ini menyebabkan kerusakan saluran udara. -
Resiko Obesitas
Anak-anak juga bisa menjadi kecanduan makanan dan minuman manis. Akibatnya, anak-anak mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang sebenarnya dibutuhkan tubuh mereka. Selain itu, makanan dan minuman kaya gula diproses lebih cepat oleh tubuh. Jika Anda melakukan itu, Anda akan cepat lapar.
-
Gangguan Metabolisme dan Gangguan Gula Darah
Bahaya minum susu kental manis selanjutnya adalah resistensi insulin. Kondisi ini terjadi ketika sel-sel tubuh tidak mampu memanfaatkan gula darah dengan baik. Penyakit ini bisa terjadi pada anak jika terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman manis (bahkan yang manis sekalipun). Jika anak mengalami obesitas, risiko terjadinya resistensi insulin pun meningkat.
-
Menyebabkan Kerusakan Organ
Organ tubuh anak, termasuk ginjal, masih dalam tahap perkembangan. Seringnya konsumsi makanan manis pekat dan tinggi gula dapat memengaruhi fungsi ginjal. Melanjutkan pemberian susu kental manis pada ginjal yang masih berkembang dapat menyebabkan ginjal tidak berfungsi. Pasalnya, SKM mengandung kadar natrium yang melebihi kapasitas pencernaan ginjal anak di bawah usia satu tahun.



