Cara Penulisan Gelar yang Benar: Aturan Koma (,) dan Titik (.) untuk S.E., M.M., hingga dr.
Banyak orang masih bingung bagaimana Cara Penulisan Gelar yang Benar di belakang atau di depan nama. Misalnya, apakah harus memakai koma, titik, atau bahkan keduanya? Hal ini penting, terutama dalam dokumen resmi, surat lamaran kerja, atau publikasi ilmiah.
Selain itu, kesalahan kecil seperti tidak menambahkan titik atau salah menempatkan koma bisa membuat penulisan tampak tidak profesional. Ketahui posisi koma dan titik yang tepat untuk gelar seperti S.E., M.M., hingga dr. agar penulisan nama Anda terlihat profesional dan benar secara kaidah.
Mengapa Penulisan Gelar yang Benar Itu Penting
Selain untuk menunjukkan etika akademik, Cara Penulisan Gelar yang Benar juga berfungsi menjaga kredibilitas seseorang di bidang profesional. Dalam dokumen resmi, penulisan yang salah bisa menimbulkan kesalahpahaman.
Di sisi lain, dengan menulis gelar sesuai aturan, nama Anda akan terlihat lebih profesional di berbagai dokumen seperti CV, surat resmi, atau profil LinkedIn. Oleh karena itu, memahami aturan titik dan koma menjadi hal penting yang sering diabaikan.
Penulisan Gelar Akademik (Per Gelar)
Contoh: S.E.
Struktur penulisannya cukup sederhana. Dalam Cara Penulisan Gelar yang Benar, setiap huruf dalam gelar akademik menggunakan titik di akhir.
Penjelasan Struktur:
- S (Strata) → diikuti titik (.)
- E (Bidang Studi) → diikuti titik (.)
Misalnya, seseorang lulusan Sarjana Ekonomi akan menuliskan gelarnya sebagai S.E., bukan SE atau S. E tanpa titik.
Selain itu, Cara Penulisan Gelar yang Benar juga menekankan bahwa huruf harus ditulis kapital dan tanpa spasi antar huruf. Penulisan ini menunjukkan kejelasan dan kerapian pada dokumen resmi.
Penulisan Nama dan Gelar Akademik (Gelar Berjejer)
Contoh: Budi Septian, S.E., M.M.
Dalam Cara Penulisan Gelar yang Benar, jika seseorang memiliki lebih dari satu gelar, maka setiap gelar harus dipisahkan dengan koma (,). Hal ini berlaku baik untuk gelar akademik yang sejenis maupun berbeda tingkat.
Penjelasan Struktur:
Nama Lengkap → ditulis terlebih dahulu (misalnya: Budi Septian)
- Koma (,) → memisahkan nama dengan gelar pertama
- S.E. → Gelar 1 (diakhiri titik)
- Koma (,) → memisahkan antar gelar
- M.M. → Gelar 2 (diakhiri titik)
Sebagai contoh, penulisan yang benar adalah Budi Septian, S.E., M.M., bukan Budi Septian S.E. M.M. tanpa koma. Dengan mengikuti Cara Penulisan Gelar yang Benar, nama akan tampak rapi dan sesuai kaidah bahasa Indonesia.
Penulisan Nama dan Gelar Profesi
Contoh: dr. Budi Septian
Dalam Cara Penulisan Gelar yang Benar untuk profesi, posisi gelar ditulis sebelum nama dan tidak dipisahkan koma. Gelar profesi seperti “dr.”, “Ir.”, atau “Prof.” menggunakan titik di akhir.
Penjelasan Struktur:
- dr. → Gelar profesi (selalu diikuti titik)
- Tidak dipisahkan koma
- Budi Septian → Nama lengkap
Jadi, penulisan yang tepat adalah dr. Budi Septian, bukan dr, Budi Septian atau dr Budi Septian. Selain itu, huruf awal gelar profesi ditulis huruf kecil (dr.), kecuali gelar seperti Prof. atau Ir..
Kesalahan Umum dalam Penulisan Gelar
Dalam praktiknya, banyak orang yang masih salah menulis gelar. Beberapa kesalahan umum antara lain:
-
Tidak menggunakan titik setelah setiap huruf gelar (misalnya “SE” bukan “S.E.”)
-
Lupa menulis koma sebelum gelar di belakang nama
-
Menulis gelar profesi dengan huruf kapital penuh (misalnya “DR. Budi”)
Oleh karena itu, penting memahami Cara Penulisan Gelar yang Benar agar terhindar dari kesalahan tersebut. Misalnya, “dr. Andi, S.Ked.” adalah penulisan yang benar karena sudah mengikuti aturan koma dan titik.



