Aksi sejumlah pria yang diduga oknum polisi di wilayah Medan Timur, Sumatera Utara, menjadi perhatian publik setelah videonya tersebar luas di media sosial Instagram.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat sekelompok pria mengaku sebagai aparat kepolisian melakukan tindakan intimidasi, penganiayaan, hingga mengarahkan senjata api ke seorang tukang pangkas di kawasan Glugur Darat, Medan.
Dilansir dari Tribun.com Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (6/4/2026) sekitar pukul 02.06 WIB di tempat pangkas KJR 99, Jalan Mustafa, Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur.
Korban bernama Viky Nduru menceritakan bahwa dirinya bersama rekannya menjadi sasaran kekerasan dan ancaman senjata api oleh empat orang yang diduga oknum polisi di lokasi tempat ia bekerja.
Kejadian bermula ketika korban dan temannya pulang dari rumah keluarga di Helvetia menggunakan sepeda motor.
Saat melintas di persimpangan lampu merah Glugur Darat, mereka merasa diikuti oleh tiga sepeda motor yang ditumpangi empat orang yang mengaku sebagai polisi.
Kelompok tersebut kemudian mencoba menghentikan laju kendaraan korban sambil berteriak dan melontarkan kata-kata kasar.
Namun karena kondisi jalan yang gelap dan situasi yang membuat panik, korban memilih tetap melanjutkan perjalanan.
“Jadi ada yang manggil dan memaki kami,terus teman saya bilang siapa itu?
Ia pun menyuruh teman untuk melanjutkan perjalanan,” ungkap Viky Nduru saat ditemui Tribun Medan di lokasi kejadian, Selasa (14/4/2026).
Tidak berhenti di situ, para terduga pelaku kemudian mengejar korban hingga ke Jalan Alfalah Raya dan kembali menghadang mereka.
Dalam insiden tersebut, dua orang di antaranya diduga mengeluarkan senjata api jenis pistol dari saku celana sambil tetap melontarkan makian.
“Kami langsung kabur dan menuju ke arah pangkas,” ujar Viky.
Setelah itu, para terduga oknum polisi tersebut mendatangi tempat pangkas tempat korban bekerja sekaligus tinggal.
Di lokasi, mereka masuk ke dalam bangunan, melontarkan makian, serta melakukan pemukulan terhadap teman korban.
Bahkan salah satu pelaku sempat menodongkan pistol ke arah kepala korban lain sambil berusaha membawa korban keluar dari lokasi.
Korban juga sempat meminta agar para pelaku menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA), namun permintaan tersebut tidak dipenuhi.
“Mereka tidak berani menunjukkan KTA, malah terus memaki dan memukuli teman saya,” ungkapnya.
Seluruh kejadian tersebut terekam kamera CCTV yang terpasang di lokasi kejadian.
Mengetahui adanya rekaman tersebut, para terduga pelaku kemudian menghentikan aksinya, menyimpan kembali senjata api ke dalam saku, lalu meninggalkan lokasi.
“Keempat oknum polisi itu langsung cabut setelah tahu ada rekaman CCTV,” kata Viky.
Atas peristiwa ini, korban telah melaporkan kejadian tersebut ke Mapolda Sumatera Utara untuk diproses secara hukum terkait dugaan penganiayaan dan penodongan senjata api.
Kesimpulan
4 orang yang diduga oknum polisi di Medan Timur dilaporkan melakukan intimidasi, penganiayaan, hingga penodongan senjata api terhadap seorang tukang pangkas.
Sumber Referensi
https://prohaba.tribunnews.com/haba-medan/47100/empat-oknum-polisi-ngamuk-di-glugur-darat-medan-intimidasi-tukang-pangkas-hingga-todongkan-senpi


Komentar