Mulai Sabtu, 7 Februari 2026, penyaluran bantuan sosial PKH dan BPNT tahap 1 tahun 2026 resmi diperluas dan kini menjangkau tiga bank penyalur utama.
Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dianjurkan rutin memantau saldo melalui ATM atau layanan mobile banking masing-masing untuk memastikan dana bantuan telah masuk ke rekening.
Berdasarkan informasi dari kanal YouTube Diary Bansos, hasil pemantauan pada sistem SIKS-NG serta laporan KPM di berbagai daerah menunjukkan bahwa proses pemindahan dana dari bank ke rekening penerima dilakukan secara bertahap.
Perkembangan Penyaluran di 3 Bank
- Bank BSI (Aceh) menjadi bank pertama yang menyalurkan bantuan, dengan pencairan yang sudah berlangsung sejak Jumat, 6 Februari 2026.
- Bank BRI mulai melakukan penyaluran menyusul pada Jumat malam, dan sejumlah KPM pemegang KKS BRI telah melaporkan saldo masuk.
- Bank Mandiri juga telah menampilkan dana bantuan PKH dan BPNT di aplikasi Livin’ by Mandiri sejak dini hari, 7 Februari 2026.
Sementara itu, untuk pemegang KKS Bank BNI, pencairan masih berada dalam tahap pemrosesan sistem.
KPM Bank BNI diimbau tetap tenang dan menunggu informasi resmi selanjutnya, serta tidak perlu bolak-balik mengecek saldo di ATM hingga ada pembaruan pencairan.
Hindari Dana Bantuan Ditarik Kembali
Perlu diketahui, pemerintah menetapkan batas waktu tertentu untuk pemanfaatan dana bantuan sosial.
Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dianjurkan segera melakukan penarikan atau transaksi paling lambat 30 hari setelah saldo masuk ke rekening KKS.
Apabila dalam jangka waktu tersebut dana tidak digunakan, maka saldo berpotensi dinilai tidak tersalurkan dan dapat dikembalikan ke kas negara.
Oleh karena itu, pastikan bantuan sosial dimanfaatkan tepat waktu untuk memenuhi kebutuhan utama keluarga.
Faktor KIS PBI Tidak Aktif di Tahun 2026
Dilansir dari RadarBogor selain informasi pencairan bansos, pemerintah juga menegaskan kembali ketentuan terkait KIS PBI (Penerima Bantuan Iuran JKN).
Memasuki tahun 2026, penetapan penerima KIS PBI dipersempit dan hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang masuk dalam Desil 1 sampai Desil 5.
Akibat kebijakan tersebut, sekitar 10,5 juta penduduk yang berada pada Desil 6 hingga Desil 10 secara otomatis tidak lagi tercatat sebagai penerima bantuan.
Pemerintah melalui akun Instagram @pusdatinkesos juga mengimbau masyarakat yang benar-benar membutuhkan namun belum terdaftar sebagai penerima bansos maupun PBI JKN agar mengajukan pendataan melalui desa atau kelurahan, dinas sosial setempat, atau secara mandiri lewat aplikasi Cek Bansos.
Cara Cek dan Pantau Bantuan dengan Aman
Untuk menghindari bolak-balik ke mesin ATM yang jaraknya cukup jauh, masyarakat dapat menerapkan beberapa langkah berikut:
- Manfaatkan mobile banking: Nasabah BRI dapat menggunakan BRImo, Mandiri melalui Livin’, dan BSI lewat BSI Mobile untuk mengecek saldo langsung dari ponsel.
- Lakukan pengecekan berkala: Jika saldo belum masuk, cukup cek setiap 3 hingga 5 hari, karena penyaluran dana dilakukan bertahap.
- Koordinasi dengan pendamping sosial: Pastikan status di sistem SIKS-NG menunjukkan keterangan SI (Standing Instruction) sebagai tanda bahwa dana bantuan telah diperintahkan untuk dicairkan oleh Kementerian Sosial.
Kesimpulan
Bansos PKH dan BPNT tahap 1 tahun 2026 sudah mulai dicairkan melalui KKS Bank Mandiri, BRI, dan BSI. KPM diimbau segera mengecek saldo karena penyaluran dilakukan bertahap di berbagai wilayah.
Sumber Referensi
https://radarbogor.jawapos.com/bansos/2477165951/kks-bank-mandiri-bri-dan-bsi-cair-segera-cek-saldo-bansos-pkh-bpnt-tahap-1-2026-sebelum-hangus



