Apa Itu PKH? Tujuan dan Komponen Bantuan Program Keluarga Harapan
Pemerintah Indonesia secara konsisten berupaya keras mengentaskan kemiskinan. Salah satu inisiatif utamanya adalah Program Keluarga Harapan (PKH). Program ini menjadi jaring pengaman sosial yang krusial bagi jutaan keluarga di Tanah Air. Namun, apa sebenarnya PKH itu? Dan siapa saja yang berhak menerimanya?
Pengertian PKH
PKH adalah sebuah program bantuan sosial bersyarat. Penyalurannya ditujukan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tergolong miskin atau rentan. Data penerima diambil dari DTSEN yang dikelola oleh Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia.
Dengan pendekatan yang tepat sasaran, program ini tidak hanya memberikan bantuan finansial. Ia juga mendorong perubahan perilaku positif. Misalnya, memastikan anak-anak tetap bersekolah dan ibu hamil rutin memeriksakan kesehatan.
Tujuan dan Manfaat Program Keluarga Harapan
Program Keluarga Harapan hadir dengan misi ganda. Pertama, program ini ingin mengurangi angka kemiskinan. Kedua, program ini berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Di sisi lain, pemerintah merancang Komponen Bantuan Program Keluarga Harapan agar keluarga miskin bisa mengakses layanan dasar tanpa terbebani biaya yang berat.
Komponen PKH dan Mekanisme Penyaluran Bantuan PKH
Besaran bantuan PKH berbeda untuk setiap komponen. Perkiraan nominal per tahun antara lain:
- Ibu hamil/nifas: sekitar Rp3.000.000 per tahun.
- Anak usia dini (0–6 tahun): sekitar Rp3.000.000 per tahun.
- Anak SD/sederajat: sekitar Rp900.000 per tahun.
- Anak SMP/sederajat: sekitar Rp1.500.000 per tahun.
- Anak SMA/sederajat: sekitar Rp2.000.000 per tahun.
- Penyandang disabilitas berat: sekitar Rp2.400.000 per tahun.
- Lansia 60+ tahun: sekitar Rp2.400.000 per tahun.
Dana ini disalurkan dalam empat tahap melalui bank penyalur atau PT Pos Indonesia. Selain itu, jumlah total bantuan per keluarga dibatasi maksimal empat jiwa dengan total bisa mendekati puluhan juta rupiah per tahun, tergantung kombinasi komponennya. Di sisi lain, keluarga harus tetap memenuhi kewajiban program, seperti memastikan anak bersekolah dan menjalani pemeriksaan kesehatan.



