Magang Nasional Batch 2 dengan 80.000 Kuota, Siapkan Berkas Pendaftaran
Program Pemagangan Nasional (Magang Nasional) Batch 2 dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi bergulir pada November 2025. Pemerintah menargetkan 80.000 peserta untuk gelombang ini melalui platform MagangHub yang terintegrasi dengan ekosistem SIAPKerja.
Jadwal resmi program meliputi pendaftaran peserta pada 6–12 November 2025, proses seleksi 12–20 November 2025, dan pelaksanaan magang mulai 24 November 2025 selama enam bulan.
Mengapa Perlu Ikut?
Program Magang Nasional dirancang untuk memberikan pengalaman kerja nyata di dunia industri sekaligus memperkuat kompetensi lulusan baru. Batch kedua ini dibuka lebih awal untuk melanjutkan kesuksesan Batch 1 yang mendapat animo tinggi. Dengan kuota mencapai 80 ribu peserta, program ini menjadi salah satu inisiatif pemerintah terbesar untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul dan siap kerja.
Persyaratan Utama
Berdasarkan keterangan resmi Kemnaker, berikut kriteria peserta Magang Nasional Batch 2:
- Warga Negara Indonesia (WNI) dengan NIK yang valid.
- Fresh graduate Diploma (D1–D4) atau Sarjana (S1) dengan masa kelulusan maksimal 1 tahun sejak tanggal ijazah.
- Perguruan tinggi asal peserta terdaftar di basis data resmi Kementerian Pendidikan.
Kemnaker belum merilis daftar dokumen unggahan secara spesifik untuk Batch 2. Karena itu, peserta hanya perlu memperhatikan kriteria utama di atas dan mengikuti panduan pendaftaran yang tersedia di situs resmi.
Cara Daftar
- Buka situs maganghub.kemnaker.go.id
- Buat atau aktifkan akun SIAPKerja dengan mengisi data diri lengkap.
- Pilih posisi magang yang sesuai dengan minat dan bidang keahlian.
- Ikuti langkah pendaftaran sesuai panduan di portal MagangHub hingga selesai.
Manfaat Program
Peserta Magang Nasional akan memperoleh pengalaman kerja langsung di perusahaan mitra, bimbingan dari mentor profesional, serta peluang untuk direkrut sebagai karyawan tetap. Beberapa posisi juga memberikan uang saku setara UMK/UMP sesuai kebijakan penyelenggara.
Program ini diharapkan mampu memperkuat koneksi antara dunia pendidikan dan dunia industri, sekaligus membantu menurunkan angka pengangguran muda di Indonesia.

Komentar