Penting! 12 Tips Agar Penerima PKH & BPNT Tak Kehilangan Bantuan Sosial
Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) merupakan dua program utama dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang membantu jutaan keluarga di Indonesia. Namun, tidak sedikit penerima manfaat (KPM) yang tiba-tiba dicoret atau dinonaktifkan karena kelalaian administratif, data tidak padan, atau bahkan keterlibatan dalam praktik terlarang seperti judi online (judol).
Agar bantuan tetap mengalir lancar, berikut 12 tips penting yang wajib dipahami oleh setiap penerima PKH dan BPNT di tahun 2025.
-
Pastikan Terdaftar di DTSEN
Langkah pertama agar tetap menjadi penerima bantuan adalah memastikan nama kamu masih terdaftar di Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Data DTSEN menjadi dasar utama Kemensos dalam menentukan siapa saja yang layak menerima bansos. Jika nama tidak muncul, segera koordinasikan dengan RT/RW atau Dinas Sosial setempat.
-
Cek Status Secara Berkala
Gunakan situs resmi cekbansos.kemensos.go.id atau aplikasi Cek Bansos. Dengan rutin memantau status penerimaan, kamu bisa tahu apakah data masih aktif, dalam proses verifikasi, atau berpotensi dicoret.
-
Gunakan Fitur Usul dan Sanggah
Jika bantuan belum cair atau nama hilang dari daftar, manfaatkan fitur Usul dan Sanggah di aplikasi Cek Bansos. Fitur ini memungkinkan masyarakat mengajukan diri atau menyanggah data yang tidak sesuai. Pastikan kamu mengunggah KTP, KK, dan bukti kondisi sosial ekonomi yang valid agar proses verifikasi di DTSEN berjalan lancar.
-
Perbarui Data Jika Ada Perubahan
Pindah alamat, anggota keluarga meninggal, anak lulus sekolah, atau pergantian status pekerjaan harus segera dilaporkan ke petugas sosial. Data yang tidak padan dengan Dukcapil atau DTSEN bisa menyebabkan pencoretan otomatis.
-
Hindari Judi Online (Judol)
Kemensos bersama PPATK kini memantau aktivitas penerima bansos yang terlibat dalam transaksi mencurigakan seperti judi online. Jika terdeteksi, penerima bisa langsung dicabut hak bantuannya. Gunakan dana bansos hanya untuk kebutuhan pokok keluarga.Baca Juga : Data Diduga Dipakai untuk Judol, Nenek di Sulsel Dicoret dari Bansos dan BPJS
-
Hadir Saat Verifikasi Lapangan
Pendamping sosial akan melakukan kunjungan lapangan (home visit) secara berkala. Pastikan kamu hadir dan bisa menunjukkan bukti pendukung seperti KTP, KK, buku tabungan, atau surat keterangan sekolah anak. Keterlambatan atau ketidakhadiran dapat menunda pencairan.
-
Cairkan Bantuan Tepat Waktu
Banyak KPM terhapus karena tidak pernah mencairkan bantuan selama berbulan-bulan. Dana yang dibiarkan mengendap dianggap tidak dibutuhkan. Jadi, pastikan kamu mencairkan bantuan sesuai jadwal resmi, baik di bank Himbara maupun PT Pos Indonesia.
-
Jangan Asal Scan Barcode
Jangan pernah scan barcode milik orang lain atau memberikan PIN/OTP kepada siapa pun. Banyak kasus pemblokiran terjadi karena praktik ini. Pastikan hanya barcode resmi dengan nama kamu sendiri yang digunakan saat pencairan.
-
Gunakan Kartu KKS dengan Bijak
Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) tidak boleh dipinjamkan, dijual, atau diserahkan kepada pihak lain. Jika kartu rusak atau hilang, segera laporkan ke bank penyalur (BRI, BNI, Mandiri, BTN) agar segera diganti.
-
Jaga Komponen PKH Tetap Aktif
PKH memiliki kategori penerima seperti ibu hamil, balita, anak sekolah, lansia, dan disabilitas. Pastikan komponen tersebut tetap aktif, misalnya dengan memastikan anak terus bersekolah atau lansia masih tinggal dalam keluarga penerima.
-
Gunakan Bantuan Sesuai Tujuan
Dana PKH dan BPNT dimaksudkan untuk membantu kebutuhan dasar, bukan untuk konsumsi mewah. Simpan bukti belanja (struk) dan hindari membeli barang yang tidak sesuai peruntukan, karena petugas bisa melakukan pengecekan sewaktu-waktu.
-
Selalu Koordinasi dengan Pendamping Sosial
Pendamping sosial di desa/kelurahan adalah garda terdepan yang membantu penerima bansos. Jika ada masalah pencairan, pembaruan data, atau kesalahan nama, segera komunikasikan dengan mereka agar bisa diteruskan ke Dinas Sosial dan Kemensos.
Kunci agar tetap menjadi penerima PKH dan BPNT adalah disiplin menjaga data di DTSEN, aktif mencairkan bantuan, dan patuh terhadap aturan program. Jangan pernah tergoda untuk menggunakan dana bantuan di luar kebutuhan, terutama untuk hal-hal ilegal seperti judi online. Dengan menjaga kejujuran dan ketepatan data, kamu tidak hanya memastikan bantuan tetap cair, tetapi juga membantu pemerintah menyalurkan bansos secara tepat sasaran.

Komentar