Sinopsis Film Pembantaian Dukun Santet, Terinspirasi Tragedi Nyata Banyuwangi
Film horor Indonesia kembali menghadirkan cerita yang mengguncang, kali ini melalui film Pembantaian Dukun Santet. Disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis dan diproduksi oleh Pichouse Films bersama MD Pictures, film berdurasi 92 menit ini terinspirasi dari thread viral akun @jeropoint di platform X pada Februari 2023. Cerita yang diangkat berdasarkan peristiwa nyata yang terjadi di Banyuwangi pada 1998, menjadikan film ini salah satu rilisan yang paling ditunggu tahun ini.
Alur Cerita yang Mencekam
Film Pembantaian Dukun Santet berkisah tentang kekacauan yang melanda sebuah pesantren di Banyuwangi. Ratusan orang dituding sebagai dukun santet dan menjadi korban pembunuhan brutal, termasuk guru dan santri di pondok tersebut. Teror ini semakin mencekam ketika pemilik pesantren menghilang tanpa jejak.
Satrio, seorang santri muda, menjadi satu-satunya saksi hidup dari tragedi itu. Ia menyaksikan langsung pembantaian oleh sekelompok orang bertopeng dan berpakaian serba hitam. Dalam ketakutan dan kebingungan, Satrio bertekad mencari tahu siapa dalang dari tragedi ini, sekaligus menyelamatkan orang tuanya dari ancaman serupa.
Penyelidikan yang dilakukannya membuka rahasia kelam masa lalu, termasuk kisah dendam seorang dukun santet yang ingin membalas. Film ini tidak hanya menyajikan horor fisik, tetapi juga ketegangan psikologis yang menggali dalam sejarah dan trauma masa lalu.
Deretan Pemain Film
Film ini dibintangi oleh sejumlah aktor dan aktris ternama Tanah Air, di antaranya:
-
-
Kevin Ardilova sebagai Satrio
-
Aurora Ribero sebagai Annisa
-
Kaneishia Yusuf sebagai Nurul
-
M. Iqbal Sulaiman sebagai Ali
-
T. Rifnu Wikana sebagai Ustaz Ridwan
-
Ariyo Wahab sebagai Ustaz Bagas
-
Pritt Timothy sebagai Kyai Ahmad
-
Annisa Hertami sebagai Ustazah Ratih
-
Siti Azizah Chairunnisa sebagai Wulan
-
Sasya Anastasya sebagai Ningsih
-
google = window.adsbygoogle || []).push({});
-
Sapta Taliwang sebagai Ustaz Rohim
-
Fairuz Adzofir sebagai Ustaz Yanuar
-
Oce Permatasari sebagai Bi Yayi
-
Iyang Darmawan sebagai Ustaz Sobo
-
Ayu Dyah Pasha sebagai Aminah
-
Nelly Sukma dan Eduward Manalu sebagai orang tua Annisa
-
Abellia Febriyani sebagai Annisa kecil
-
Muridi sebagai Ismet
Fakta di Balik Layar
Beberapa fakta menarik yang membuat film ini mencuri perhatian:
-
Berdasarkan Thread Populer
Cerita film diambil dari thread Lemah Santet Banyuwangi yang viral di media sosial X oleh akun @jeropoint.
-
Sutradara Berpengalaman
Azhar Kinoi Lubis telah dikenal sebagai sutradara film-film horor populer seperti Spirit Doll dan Di Ambang Kematian.
-
Mengangkat Kepercayaan Tradisional
Film ini mengeksplorasi kepercayaan lokal tentang santet dan praktik ilmu hitam, yang masih diyakini sebagian masyarakat Indonesia.
-
Durasi dan Rating Usia
Film ini berdurasi 92 menit dan mendapat rating 17+ karena mengandung unsur kekerasan dan ketegangan yang intens.
Tragedi Nyata yang Menjadi Inspirasi
Peristiwa pembantaian dukun santet di Banyuwangi antara 1998 hingga 1999 merupakan salah satu catatan kelam sejarah Indonesia. Komnas HAM mencatat sekitar 200 orang tewas dalam tragedi ini, dengan 140 di antaranya terjadi di Banyuwangi.
Ironisnya, tragedi ini bermula dari kebijakan pendataan dukun oleh Bupati Banyuwangi saat itu, Purnomo Sidik. Meskipun bertujuan untuk perlindungan, data tersebut bocor dan dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk melakukan pembunuhan massal terhadap mereka yang dianggap memiliki kekuatan magis.
Beberapa teori menyebutkan motifnya berkaitan dengan perebutan kekuasaan antar dukun, isu politik, balas dendam pasca 1965, bahkan konflik agraria. Peneliti Douglas Kammen dari Cornell University menyatakan bahwa kemarahan petani terhadap tuan tanah menjadi salah satu pemicu utama. Menurutnya, sebagian korban adalah pemilik lahan yang dianggap sebagai penyebar santet.
Kesaksian Korban Selamat
Salah satu korban selamat, Ngaseha (83), menceritakan bagaimana ia diseret dan nyaris dibunuh oleh sekelompok massa. Meski dicekik dan ditinggalkan dalam kondisi tak sadar di sawah, ia berhasil selamat dan melaporkan kejadian itu ke aparat.
Film Pembantaian Dukun Santet tak hanya menyuguhkan teror yang mencekam, namun juga menjadi refleksi atas tragedi kelam yang belum tuntas hingga kini. Bagi pencinta film horor dan penikmat kisah nyata, film ini tentu menjadi tontonan yang tak boleh dilewatkan.
Apakah Anda siap menyaksikan horor yang bukan hanya fiksi, tapi juga menyimpan jejak sejarah kelam negeri ini?



