Beranda / Beasiswa Zakat Kemenag 2025: Bantuan Penuh untuk Mahasiswa hingga Wisuda

Beasiswa Zakat Kemenag 2025: Bantuan Penuh untuk Mahasiswa hingga Wisuda

Beasiswa Zakat Kemenag 2025: Bantuan Penuh untuk Mahasiswa hingga Wisuda

​Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan 17 Lembaga Amil Zakat (LAZ) nasional meluncurkan Program Beasiswa Zakat Indonesia (BeZakat) tahun 2025. Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu dengan memanfaatkan dana zakat secara berkelanjutan. ​

Pada 21 Maret 2025, Kemenag dan BAZNAS menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan 17 LAZ untuk pelaksanaan Program BeZakat. Penandatanganan ini dihadiri oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Ketua BAZNAS RI Noor Achmad. Menteri Nasaruddin menekankan bahwa zakat bukan hanya tentang angka, tetapi juga tentang strategi pemanfaatan yang tepat untuk memperbaiki kualitas hidup umat melalui pendidikan. ​

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Waryono Abdul Ghafur, menyatakan bahwa program ini bertujuan untuk memastikan dana zakat tidak hanya digunakan untuk bantuan sosial jangka pendek, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi muda melalui pendidikan. Dengan demikian, diharapkan dapat melahirkan generasi yang berdaya saing, mandiri, dan siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa. ​



Cakupan Beasiswa BeZakat

  • Beasiswa mencakup biaya kuliah penuh selama 8 semester.

  • Mahasiswa PTKIN menerima bantuan sebesar Rp99,7 juta.

  • Mahasiswa PTN mendapatkan bantuan sebesar Rp140,5 juta.

  • Bantuan mencakup seluruh kebutuhan akademik selama masa studi.




Perguruan Tinggi Mitra

Program BeZakat bermitra dengan 10 PTKIN dan 11 PTN. PTKIN yang berpartisipasi:

  1. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

  2. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

  3. UIN Walisongo Semarang

  4. PTN yang menjadi tujuan penerima BeZakat:

  5. Universitas Indonesia (UI)

  6. Institut Teknologi Bandung (ITB)

  7. Universitas Gadjah Mada (UGM)





Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini dan menekankan pentingnya kolaborasi antara BAZNAS, Kemenag, dan LAZ dalam menyukseskan program BeZakat. Ia berharap program ini dapat berjalan dengan efektif dan tepat sasaran, sehingga mampu memperkuat upaya dalam membangun generasi masa depan yang cerdas dan bermanfaat bagi umat. ​

Program BeZakat sejalan dengan upaya mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas 2045. Melalui pendidikan yang layak, anak mustahik diharapkan dapat meningkatkan perekonomian keluarga dan keluar dari kemiskinan, sehingga mampu berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Dengan adanya program BeZakat, diharapkan akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa kurang mampu dapat meningkat, sehingga mereka dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik dan siap berkontribusi bagi masyarakat dan negara.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan