Manfaat dan Resiko Penggunaan E-Wallet Di Indonesia
Masyarakat Indonesia semakin melek teknologi dan terbuka terhadap berbagai perkembangan dengan teknologi yang semakin maju, termasuk hadirnya transaksi non-tunai. Melihat data statistik dari berbagai lembaga keuangan, kita dapat melihat bahwa pembayaran non-tunai meningkat pesat dalam waktu singkat. Salah satu kelompok yang akrab dengan sistem pembayaran ini adalah pelaku ekonomi, terutama untuk aktivitas utama mereka yakni berdagang. Oleh karena itu, dompet digital diperkirakan akan semakin populer di kalangan masyarakat umum sebagai alat pembayaran.
Hal ini juga diperkuat dengan hasil laporan E-Wallet Industry Outlook 2023 dari Insight Asia. Dari 1.300 warga kota yang disurvei, 74% pernah menggunakan dompet digital. Survei dilakukan terhadap responden dari kota-kota besar seperti Jabodetabek, Bandung, Medan, Makassar, Semarang, Palembang, dan Pekanbaru. Pandemi Covid-19 rupanya menjadi salah satu faktor yang mengawali dan membuat uang elektronik semakin populer. Sebab, masyarakat lebih memilih bertransaksi menggunakan uang elektronik yang lebih aman daripada uang tunai. Jika Anda tertarik untuk bertransaksi menggunakan jenis uang yang satu ini, sebaiknya perlu diketahui dulu pengertian serta manfaat dan resiko penggunaan E-Wallet di bawah ini.
Manfaat Penggunaan E-Wallet
Berikut ini adalah manfaat penggunaan e-waleet:
-
Cepat dan Mudah
Mudah dan praktis menjadi salah satu kelebihan utama yang ditawarkan dari penggunaan uang elektronik. Dengan adanya penggunaan e-wallet, Anda tak perlu lagi susah-susah mengantri di bank, mencari-cari mesin ATM, atau menukar uang pecahan besar dengan uang pecahan kecil dan tak usah repot membawa uang tunai yang terkadang membuat khawatir, berlebih dalam jumlah yang besar.
-
Keamanan yang menjanjikan
Menurut studi dari Consumer Payment Attitudes oleh Visa, sebanyak 57% masyarakat Indonesia memutuskan untuk meninggalkan uang tunai perlahan-lahan. Kemudian, sebanyak 61% responden juga merasa lebih aman untuk menggunakan kartu pembayaran. Hal tersebut menjadi bukti bahwa gaya hidup non tunai memberikan rasa keamanan yang lebih baik. Sebab, membawa uang cash dalam jumlah banyak tentunya tidak aman. Kejahatan seperti pencopetan atau pencurian selalu mengincar orang-orang yang terlihat memiliki banyak uang tunai.
-
Terpercaya
E-wallet telah dilengkapi sistem layanan keamanan yang aman. Dompet digital akan memastikan transaksi yang aman karena setiap pengguna harus melewati proses verifikasi identitas. Lainnya, dompet digital juga dilengkapi dengan berbagai fitur layanan keamanan seperti PIN, sidik jari, dan pemindaian wajah untuk meningkatkan tingkat keamanan transaksi.
-
Membantu Pengelolaan Keuangan
Hal lain yang menjadi manfaat dari penggunaan e-wallet yaitu Anda dapat membatasi pengeluaran dengan memanfaatkan fitur yang ada, salah satunya mengeluarkan uang dengan jumlah yang konsisten dengan pos-pos pembayaran tertentu setiap bulannya. Misal untuk asuransi, cicilan kendaraan, atau lainnya. Bahkan Anda juga dapat menjatah belanja bulanan supaya pengeluaran belanja online dapat terkendali.
-
Tawaran Promo yang Menguntungkan
Untuk mendorong masyarakat menggunakan e-wallet, sejumlah merchant yang bekerja sama dengan uang elektronik biasanya sering memberikan promo yang menggiurkan. Promo menarik dan menguntungkan tersebut biasanya ditawarkan dan dikaitkan dengan coffee shop, restoran, transportasi publik, atau sebagainya. Program promo yang ditawarkan umumnya dilangsungkan pada tanggal atau momen hingga hari tertentu seperti saat ada hari perayaan khusus. Promo yang diberikan juga tidak main-main dan pasti bisa membuatmu tertarik untuk melakukan transaksi.
Resiko Penggunaan E-Wallet
Berikut adalah beberapa resiko menggunakan e-wallet:
-
ATM yang Terancam Punah
Sama halnya dengan kejadian beberapa tahun silam di mana warung telekomunikasi atau wartel tergerus dengan kehadiran telepon genggam yang makin mudah didapatkan, dan warung internet alias warnet pun semakin sepi karena masyarakat bisa menggunakan smartphone mereka untuk menjelajah internet dan bermain game. Demikian pula dengan ATM, saat masyarakat sepenuhnya beralih menggunakan e-wallet maka tidak ada lagi yang akan menggunakan ATM untuk melakukan transaksi uang.
-
Terkena Biaya Admin
Beberapa e-wallet masih mematok biaya administrasi untuk setiap transaksi yang dilakukan. Akibatnya, pengguna harus membayar biaya tertentu dalam bentuk persentase dari nilai transaksi yang dilakukan. Umumnya, jumlah biaya transaksi dapat bervariasi antara dompet digital yang satu dengan yang lainnya.
-
Menjadi Lebih Konsumtif
Melakukan transaksi dengan e-wallet terkesan mudah dan tidak memakan banyak waktu. Namun, hal tersebut rupanya bisa membuat kita menjadi lebih konsumtif. Sebab, dengan kemudahan bertransaksi akan membuat kita lebih mudah tergoda untuk terus berbelanja. Berbeda dengan bertransaksi dengan uang tunai karena kita dapat melihat langsung berapa jumlah uang yang harus dibayarkan dan tersisa.



