Bahaya Biji Apel Jika Masuk Kedalam Tubuh
Biji apel mengandung senyawa bernama amygdalin, yang dapat menghasilkan sianida, zat beracun, ketika dicerna oleh tubuh. Walaupun apel adalah buah yang sehat, bijinya bisa menjadi berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Saat biji apel dihancurkan atau dikunyah, amygdalin dapat terurai menjadi hidrogen sianida (HCN), yang mengganggu kemampuan sel untuk menyerap oksigen. Akibatnya, paparan dalam jumlah besar dapat memicu gejala serius, seperti pusing, mual, bahkan gangguan pernapasan dan kematian pada kasus ekstrem.
Namun, konsumsi biji apel dalam jumlah kecil biasanya tidak berisiko, karena tubuh memiliki mekanisme untuk mengeluarkan sianida dalam dosis rendah. Lapisan pelindung pada biji yang utuh juga menghambat pelepasan amygdalin, sehingga biji yang tidak dikunyah umumnya tidak membahayakan. Sebagai tindakan pencegahan, sebaiknya hindari menelan biji apel, meskipun risiko keracunan tetap rendah jika hanya beberapa biji yang tertelan.
Kandungan Sianida di dalam Biji Apel
Menurut Ripley’s, biji apel memiliki kandungan amygdalin, yaitu senyawa yang terdiri dari gula dan sianida. Saat biji dikunyah atau dihancurkan, amygdalin akan terurai menjadi hidrogen sianida (HCN), zat beracun yang dapat menghambat kemampuan sel-sel tubuh untuk menyerap oksigen. Jika sianida ini dikonsumsi dalam dosis besar, dapat menyebabkan gejala serius seperti kejang, penurunan denyut jantung, hingga kematian.
Alasan Biji Apel Dapat Membahayakan
Dalam jumlah kecil, tubuh manusia mampu mengolah sianida dengan enzim detoksifikasi, yang mengubahnya menjadi tiosianat tidak berbahaya dan membuangnya melalui urine. Namun, jika jumlah sianida yang masuk terlalu banyak, tubuh tidak akan mampu menetralisirnya, yang dapat menimbulkan gejala keracunan. Pada dosis rendah, seseorang mungkin mengalami pusing, mual, atau kelemahan, sedangkan dosis yang tinggi dapat menyebabkan kegagalan pernapasan dan efek berbahaya lainnya.
Faktor Penentu Risiko
Tidak semua konsumsi biji apel akan menimbulkan risiko fatal. Ada beberapa faktor yang membuat biji apel aman jika dikonsumsi dalam jumlah kecil, yaitu:
-
Keutuhan Biji: Biji apel yang tidak dihancurkan atau dikunyah tidak akan mengeluarkan sianida karena lapisan pelindungnya yang kuat.
-
Dosis Sianida dalam Tubuh: Efek berbahaya hanya akan terjadi jika sejumlah besar biji apel dikonsumsi. Diperkirakan sekitar 200 biji apel atau 40 buah apel utuh yang dikunyah seluruhnya dapat mencapai dosis sianida fatal bagi orang dewasa.
Gejala Keracunan Sianida
Jika tubuh terpapar sianida, gejala-gejala keracunan dapat muncul dalam beberapa menit, seperti:
-
Kelelahan
-
Kebingungan dan pusing
-
Sakit kepala dan mual
-
Nyeri perut dan kesulitan bernapas
-
Kejang serta peningkatan denyut jantung
Jika gejala-gejala ini terjadi, sangat penting untuk segera mencari bantuan medis, karena keracunan sianida dapat menyebabkan hilangnya kesadaran dan kematian. Penanganan medis termasuk pemberian oksigen dan, dalam kasus yang lebih parah, natrium nitrit atau natrium tiosulfat untuk menghentikan efek sianida.
Minyak biji apel, yang sering digunakan dalam perawatan kulit dan rambut, relatif aman karena kandungan amygdalinnya sangat rendah dan tidak aktif tanpa proses pencernaan. Penggunaan minyak ini tidak menyebabkan keracunan sianida, dan bahkan memiliki manfaat seperti antioksidan dan antibakteri.
Meskipun kandungan sianida pada biji apel memiliki potensi bahaya, risiko keracunan tetap sangat rendah jika hanya beberapa biji apel yang tertelan atau dikunyah. Menghindari konsumsi biji apel adalah langkah bijak untuk mencegah efek negatifnya. Sebaiknya konsumsi bagian daging apel yang kaya nutrisi dan aman bagi kesehatan tubuh.



