BLT Belum Cair? Purbaya Turun Tangan Telusuri Penyebabnya
BLT Belum Cair? Purbaya Turun Tangan Telusuri Penyebabnya. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menginformasikan bahwa pihaknya sedang menyelidiki penyebab keterlambatan dalam penyaluran Bantuan Langsung Tunai tambahan yang sampai saat ini belum sepenuhnya diterima oleh masyarakat.
“Saat ini sedang diteliti masalahnya, ada kebutuhan persiapan logistik yang belum rampung,” ungkap Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada hari Selasa.
Ia menjelaskan bahwa penyaluran untuk kelompok masyarakat desil 1 dan 2 biasanya menjadi yang paling didahulukan, sehingga proses pencairannya cenderung lebih cepat dibandingkan dengan kelompok lainnya. Sementara itu, BLT untuk penerima di luar kategori tersebut dipastikan akan segera didistribusikan dalam waktu dekat.
Untuk mempercepat proses distribusi, Purbaya berencana untuk berkolaborasi dengan PT Pos Indonesia yang berperan sebagai salah satu penyedia bantuan.
“Untuk PT Pos, saya akan memberi instruksi kepada asisten saya untuk berdiskusi mengenai cara mempercepat penyaluran tersebut. Saya rasa minggu ini sudah ada yang cair,” tegasnya.
Diketahui, pemerintah telah menggandakan jumlah penerima BLT menjadi 35,04 juta keluarga penerima manfaat (KPM) untuk periode Oktober hingga Desember 2025. Bantuan sebesar Rp900 ribu per keluarga ini akan disalurkan sekaligus pada bulan Oktober.
Purbaya menjelaskan bahwa anggaran untuk program BLT tambahan ini mencapai Rp34 triliun, yang diambil dari pos anggaran tambahan yang bersumber dari dana yang tidak terserap.
“Ada beberapa pos anggaran yang tidak terpakai, sehingga saya dapat memindahkannya. Dari situ, saya alokasikan Rp34 triliun,” jelas Menkeu.
Bantuan yang awalnya direncanakan hanya untuk dua bulan ini diperpanjang hingga tiga bulan dan juga memperluas cakupan penerima hingga mencakup desil 3 dan 4.
Bantuan tersebut ditujukan kepada masyarakat di desil 1 hingga 4 berdasarkan Data Sosial Ekonomi Nasional (DSEN) dan menjadi tambahan di luar BLT reguler yang disalurkan melalui Kementerian Sosial kepada 20,88 juta KPM dalam Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Penyaluran BLT akan dilakukan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) kepada 18,3 juta keluarga mulai minggu depan. Di sisi lain, PT Pos Indonesia akan mengantarkan bantuan kepada 17,2 juta keluarga.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf sebelumnya mengungkapkan bahwa sekitar 8 ribu keluarga telah menerima BLT tambahan melalui rekening Himbara.
“Sebanyak 8 ribu orang sudah mendapatkan hari ini melalui rekening masing-masing. Proses ini akan berlanjut, dan akan ada juga skema pencairan melalui PT Pos yang akan diantarkan langsung ke alamat penerima manfaat,” ujarnya di Jakarta pada hari Senin, 20 Oktober.
Sumber: https://www.antaranews.com/berita/5189865/purbaya-periksa-penyebab-keterlambatan-penyaluran-blt

Komentar