Pemerintah Indonesia secara berkala menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat yang membutuhkan melalui program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH). Kedua program tersebut disalurkan secara bertahap setiap tahun.
Penyaluran BPNT dan PKH dilakukan setiap tiga bulan sekali. Dengan demikian, dalam satu tahun para penerima manfaat akan memperoleh bantuan sebanyak empat tahap, yaitu tahap I Januari–Maret, tahap II April–Juni, tahap III Juli–September, dan tahap IV Oktober–Desember.
Memasuki pertengahan Maret yang merupakan bulan terakhir pencairan tahap I, banyak penerima manfaat mulai bertanya-tanya apakah bansos BPNT dan PKH tahun 2026 tahap I sudah disalurkan atau belum.
Saat ini masyarakat juga dapat mengecek status pencairan bansos secara mandiri dengan mudah hanya melalui ponsel.
Cara Mengecek Bansos Secara Mandiri Melalui Website Kemensos
Dilansir dari Detik.com berikut langkah-langkah untuk mengecek bansos BPNT dan PKH 2026 melalui situs resmi Kemensos:
- Buka browser di ponsel atau komputer, lalu kunjungi situs resmi Kemensos di https://cekbansos.kemensos.go.id.
- Pilih wilayah tempat tinggal penerima manfaat, mulai dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa atau kelurahan.
- Selanjutnya, ketikkan nama penerima manfaat sesuai dengan yang tertera pada KTP.
- Masukkan empat huruf kode verifikasi yang terlihat di dalam kotak kode.
- Jika semua data sudah diisi dengan benar, klik tombol “CARI DATA” untuk melihat hasilnya.
Cara Mengecek Bansos Secara Mandiri Melalui Aplikasi Cek Bansos
Berikut langkah-langkah untuk mengecek bansos BPNT dan PKH 2026 melalui aplikasi Cek Bansos:
- Buka Play Store atau App Store, lalu unduh aplikasi Cek Bansos yang diterbitkan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia.
- Jika belum memiliki akun, pilih menu “Buat Akun Baru”, kemudian isi data diri yang diminta. Setelah itu buat username dan password yang mudah diingat.
- Setelah akun berhasil dibuat, login kembali menggunakan username dan password tersebut.
- Pada halaman utama aplikasi, pilih menu “Cek Bansos”, lalu isi data wilayah tempat tinggal mulai dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa atau kelurahan.
- Selanjutnya, masukkan nama penerima manfaat sesuai dengan yang tercantum pada KTP.
- Tekan tombol “Cari Data”, kemudian sistem akan menampilkan informasi hasil pencarian.
Apabila bantuan sudah dicairkan, dana bansos akan langsung masuk ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Dana tersebut dapat dicairkan melalui Kantor Pos atau bank anggota Himbara seperti BNI, BRI, BSI, dan Mandiri.
Besaran Bansos BPNT 2026
Setiap bulan, penerima manfaat BPNT memperoleh bantuan sebesar Rp200.000. Karena penyalurannya dilakukan per tiga bulan, maka pada tahap pertama Januari–Maret total bantuan yang diterima mencapai Rp600.000.
Besaran Bansos PKH 2026
Penerima bantuan PKH dibagi ke dalam beberapa kelompok, seperti ibu hamil, anak usia di bawah 6 tahun, anak yang masih sekolah (SD, SMP, SMA/sederajat), penyandang disabilitas berat, serta lanjut usia.
Masing-masing kategori memperoleh jumlah bantuan yang berbeda setiap tahun, yaitu:
- Ibu hamil: Rp3.000.000 per tahun (Rp750.000 per tahap)
- Anak usia 0–6 tahun: Rp3.000.000 per tahun (Rp750.000 per tahap)
- Siswa SD: Rp900.000 per tahun (Rp225.000 per tahap)
- Siswa SMP: Rp1.500.000 per tahun (Rp375.000 per tahap)
- Siswa SMA/sederajat: Rp2.000.000 per tahun (Rp500.000 per tahap)
- Penyandang disabilitas berat: Rp2.400.000 per tahun (Rp600.000 per tahap)
- Lansia: Rp2.400.000 per tahun (Rp600.000 per tahap)
- Korban pelanggaran HAM berat: Rp10.800.000 per tahun (Rp2.700.000 per tahap)
Kesimpulan
Bantuan sosial BPNT dan PKH Maret 2026 mulai disalurkan sebagai bagian dari pencairan tahap 1.
Sumber Referensi
https://www.detik.com/sumut/berita/d-8398051/pencairan-bansos-bpnt-dan-pkh-maret-2026-ini-nominal-dan-cara-ceknya




