Bulan Ramadan merupakan waktu yang sangat istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah serta mempererat kedekatan dengan Allah SWT.
Setiap hari puasa dimulai dengan sahur, dilanjutkan dengan pelaksanaan salat wajib, dan diakhiri dengan berbuka puasa pada waktu yang telah ditetapkan.
Oleh karena itu, mengetahui jadwal imsakiyah yang tepat sangat penting agar umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan tertib dan sesuai waktunya.
Di Kota Surabaya, jadwal imsakiyah ditentukan melalui perhitungan astronomi (hisab) serta pemantauan hilal.
Masyarakat menjadikan jadwal tersebut sebagai pedoman untuk memulai sahur, melaksanakan salat, hingga menentukan waktu berbuka puasa.
Dengan mengikuti jadwal yang telah ditetapkan, ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih teratur sekaligus menjaga kekhusyukan selama Ramadan.
Selain menjalankan puasa, Ramadan juga menjadi waktu yang tepat untuk melakukan refleksi diri, memperbanyak doa, dzikir, serta meningkatkan amal ibadah sunnah.
Dengan pengaturan waktu yang baik, umat Islam diharapkan dapat memanfaatkan bulan suci ini secara maksimal dan menjaga konsistensi ibadah hingga Ramadan berakhir.
Jadwal Imsakiyah Ramadan Kota Surabaya 12 Maret 2026 (22 Ramadan 1447 H)
Pada tanggal 12 Maret 2026, umat Islam di Surabaya menjalankan ibadah puasa hari ke-22 Ramadan 1447 H.
Mengetahui jadwal imsakiyah menjadi hal penting agar waktu sahur tidak terlewat dan pelaksanaan salat dapat dilakukan sesuai waktunya.
Dilansir dari Liputan6 berikut rincian waktunya:
- Imsak: 04.09 WIB (sekitar 10 menit sebelum waktu Subuh)
- Subuh: 04.19 WIB
- Matahari Terbit: 05.31 WIB
- Dhuha: 05.58 WIB
- Dzuhur: 11.42 WIB
- Ashar: 14.49 WIB
- Maghrib (Waktu Berbuka): 17.47 WIB
- Isya: 18.56 WIB
Amalan Puasa Ramadan Hari ke-22
Puasa Ramadan pada hari ke-22 menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk semakin meningkatkan kesabaran dan kesungguhan dalam beribadah. Pada waktu ini, umat Muslim dianjurkan memperbanyak amalan seperti salat sunnah, membaca Al-Qur’an, serta berdzikir agar semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Selain itu, memperbanyak sedekah, menjaga silaturahmi, serta menahan diri dari ucapan maupun perbuatan yang dapat mengurangi pahala puasa juga sangat dianjurkan. Dengan melakukan hal-hal tersebut, diharapkan ibadah puasa menjadi lebih berkah dan mampu meningkatkan kualitas spiritual seseorang.
Rasulullah SAW juga menjelaskan keutamaan puasa Ramadan dalam sabdanya:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Latin: “Man shaama Ramadana imaanan wa ihtisaaban ghufira lahu ma taqaddama min dhanbihi”.
Artinya: “Barang siapa yang menjalankan puasa Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari & Muslim).
Doa di Sepuluh Hari Terakhir Ramadan
Sepuluh hari terakhir bulan Ramadan memiliki keistimewaan tersendiri karena di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar, malam yang penuh kemuliaan.
Pada waktu ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa, ibadah malam, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT agar memperoleh pahala yang berlipat ganda. Salah satu doa yang sangat dianjurkan untuk dibaca adalah:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Latin: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni”.
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai orang yang memohon ampunan, maka ampunilah aku.”
Selain itu, umat Islam juga dianjurkan membaca doa memohon kebaikan di dunia dan akhirat:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار
Latin: “Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzabannar”.
Artinya: “Wahai Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa api neraka.”
Selain memperbanyak doa, umat Islam juga dianjurkan meningkatkan dzikir seperti membaca tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah), takbir (Allahu Akbar), istighfar (Astaghfirullah), serta memperbanyak shalawat kepada Nabi agar ibadah di penghujung Ramadan semakin sempurna.
Tips Mengoptimalkan 10 Hari Terakhir Ramadan
Sepuluh hari terakhir Ramadan merupakan waktu yang sangat dianjurkan bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah, termasuk melaksanakan itikaf di masjid.
Ibadah ini bisa dilakukan kapan saja, namun sangat dianjurkan pada penghujung bulan Ramadan karena diyakini terdapat malam Lailatul Qadar yang penuh keberkahan.
Untuk memaksimalkan momen tersebut, umat Islam dapat memperbanyak ibadah malam seperti qiyamullail, membaca Al-Qur’an, serta memperbanyak doa dan dzikir.
Memfokuskan diri pada ibadah di malam hari dapat membantu meningkatkan kekhusyukan sekaligus mempererat hubungan dengan Allah SWT.
Selain itu, pengaturan waktu istirahat juga penting agar tubuh tetap fit. Tidur lebih awal setelah menunaikan salat Isya dapat membantu menjaga stamina sehingga tetap kuat menjalankan ibadah pada malam hingga menjelang sahur.
Di samping itu, memperbanyak sedekah, melakukan refleksi diri, serta memanjatkan doa juga menjadi amalan yang dianjurkan.
Dengan perencanaan ibadah yang baik dan dilakukan secara konsisten, umat Islam dapat memanfaatkan sepuluh hari terakhir Ramadan untuk meraih pahala yang berlipat ganda, terutama pada malam Lailatul Qadar.
Kesimpulan
Jadwal imsak Jakarta Timur pada Kamis, 12 Maret 2026 menjadi panduan penting bagi umat Islam dalam menjalankan puasa hari ke-22 Ramadan, mulai dari waktu sahur hingga berbuka agar ibadah dapat dilakukan tepat waktu.
Sumber Referensi
https://www.liputan6.com/islami/read/6295531/jadwal-imsakiyah-ramadan-kota-surabaya-12-maret-2026




