Menjelang penghujung Februari 2026, perkembangan penyaluran bantuan sosial (bansos) kian ramai diperbincangkan.
Di samping program rutin seperti PKH, BPNT, dan PIP yang sedang dicairkan bertahap untuk tahap pertama, beredar pula informasi mengenai adanya bantuan tambahan di tengah masyarakat, sebagaimana dilaporkan oleh kanal YouTube Arfan Saputra Channel.
Berikut ini ringkasan informasi seputar perkembangan terbaru bansos tunai sekaligus klarifikasi terkait kabar saldo masuk yang sempat viral di media sosial
Peluncuran Penyaluran Bantuan Atensi YAPI
Kementerian Sosial (Kemensos) resmi mengawali distribusi bantuan Atensi YAPI (Asistensi Rehabilitasi Sosial bagi Anak Yatim Piatu). Penyaluran tahap awal ini terpantau dilaksanakan di wilayah Bekasi, Jawa Barat.
Rincian penyaluran: total anggaran sebesar Rp776 juta diberikan kepada 434 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Cakupan wilayah: Bekasi menjadi lokasi perdana, dan program ini direncanakan segera diperluas ke berbagai daerah lain di Indonesia.
Masyarakat yang memiliki anggota keluarga atau tetangga berstatus anak yatim piatu dianjurkan untuk melakukan pengecekan kepesertaan secara mandiri melalui situs resmi cekbansos.kemensos.go.id.
Klarifikasi Saldo Rp900.000: Apakah Itu BLT Kesra?
Belakangan ini, media sosial ramai dengan beredarnya tangkapan layar transfer dana sebesar Rp900.000 tertanggal 25 Februari.
Sejumlah warganet menduga dana tersebut merupakan pencairan BLT Kesra.
Namun, jika meninjau informasi dan perkembangan terbaru, saldo tersebut besar kemungkinan bukan berasal dari program BLT Kesra.
Sampai saat ini, pemerintah belum menyampaikan pernyataan resmi mengenai adanya program khusus bernama BLT Kesra ataupun bantuan tambahan dengan skema penebalan.
Dana Rp900.000 yang diterima tersebut diduga merupakan hasil penggabungan atau rapelan dari bantuan reguler seperti PKH atau BPNT, maupun dari program Atensi YAPI, bukan berasal dari satu bantuan baru yang berdiri sendiri.
10 Bansos yang Diproyeksikan Cair Jelang Lebaran
Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, pemerintah mempercepat distribusi sejumlah program bantuan guna menjaga stabilitas daya beli masyarakat.
Dilansir dari RadarBogor berikut daftar 10 bantuan yang diperkirakan disalurkan hingga Maret mendatang:
- PKH tahap 1 (termin susulan)
- BPNT tahap 1 (bantuan pangan/sembako)
- PIP (Program Indonesia Pintar)
- Atensi YAPI (untuk anak yatim piatu)
- BLT Dana Desa (kategori kemiskinan ekstrem)
- Program Makan Bergizi (MBG)
- Bantuan permodalan usaha (hingga Rp5 juta bagi KPM tertentu)
- PBI JKN (layanan BPJS Kesehatan gratis)
- Stimulus pangan berupa beras dan minyak goreng
- Diskon transportasi mudik (bantuan non-tunai)
Dengan maraknya informasi yang beredar di berbagai grup media sosial, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diimbau agar lebih cermat menyaring kabar yang diterima dan tidak tergesa-gesa mengecek saldo ke ATM sebelum ada kepastian resmi.
“Jangan mudah termakan oleh tangkapan layar saldo masuk yang belum jelas sumbernya. Hampir dipastikan saldo Rp900.000 tersebut adalah penggabungan beberapa komponen bantuan reguler. Hingga detik ini, belum ada instruksi resmi mengenai pencairan BLT Kesra,” ujar narator dalam narasi Arfan Saputra Channel.
Pemerintah mengingatkan agar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) selalu memantau perkembangan melalui kanal resmi dan tidak semata-mata mempercayai informasi yang beredar di Facebook atau TikTok.
Apabila pada laman cek bansos tertera keterangan “YA” dan periode penyaluran telah diperbarui ke tahun 2026, maka KPM dapat berkoordinasi dengan pendamping desa atau melakukan pengecekan ke bank Himbara terkait pencairan dana.
Februari 2026 menjadi periode yang cukup padat dalam penyaluran bantuan sosial, terutama dengan dimulainya distribusi program Atensi YAPI.
Masyarakat pun diimbau lebih bijak dalam menyikapi informasi, serta mampu membedakan antara bantuan rutin yang memang sedang disalurkan dan kabar mengenai bansos tambahan yang belum mendapat konfirmasi resmi dari Kemensos.
Kesimpulan
Saldo Rp900.000 yang ramai dibahas di media sosial bukanlah pencairan BLT Kesra.
Sumber Referensi
https://radarbogor.jawapos.com/bansos/2477251538/penyaluran-bansos-atensi-yapi-dan-klarifikasi-saldo-rp900000-ternyata-bukan-pencairan-blt-kesra-tetapi-bantuan-ini




